Kitab Alala Tanalul ‘Ilma – Pondok Pesantren Lirboyo

0

Nama Kitab : Alala Tanalul ‘Ilma.
Pengarang   : Pondok Pesantren Lirboyo.

Dapat didownload di :
http://bit.ly/Kitab-Alala-Tanalul-Ilma

 

Alala Tanalul ‘Ilma adalah sebuah kitab nadhoman yang sudah sangat lumrah dipelajari santri di pesantren se-Jawa dan Sumatra, berisi tentang Motivasi Belajar membuat kitab ini dijadikan sebagai dasar atau awal dari pembelajaran, biasanya kitab ini akan diajarkan ketika awal awal memasuki pesantren.

Kitab ini memang berisi syair-syair atau nadhom yang telah tercantum dalam kitab Ta’lim Muta’alimin, namun istimewannya semua syair atu nadhom alala telah diberi nazam terjemahan dalam versi bahasa jawa , bait per bait diikuti dengan terjemahan bahasa jawanya, sangat membantu bagi santri pemula, namun tentunya harus mengerti tentang bacaan dan tulisan arab pegon.

Keseluruhan ada 36 bait syair dalam kitab ini ditambah dengan terjemahan bahasa jawanya keseluruhannya menjadi 72 bait.

Penyusunan syair Alala nampak menyusun pola khusus dengan mendahulukan syair yang bertema memperingatkan para pencari ilmu tentang hal hal pokok yang harus dipenuhi dalam menuntut ilmu, dan pesan yang disampaikan mengalir tanpa dipisahkan oleh bab bab tertentu.

Yang unik dari kitab ini adalah tidak dicantumkannya nama penyusun, dalam sampulnya hanya tertulis ” Li ba’dhi at-Talamidz Bi Fasantrin Agung Lirboyo kediri ” itu berarti penyusun berasal dari Pesantren Lirboyo Kediri, namun di versi cetakan yang lain tertulis nama penyusunnya yaitu Muhammad Abu Basyir Al-Dimawi.

Meskipun hanya berupa cuplikan atau rangkuman kitab ini sangat terkenal dan banyak dipakai dipesantren seindonesia dan dijadikan dasar pembelajaran karena isinya sendiri banyak mengandung masalah tentang semangat belajar menuntut ilmu.

Pesan yang di bawa oleh syair Alala secara garis besar ada beberapa poin yaitu :

Sarat berhasilnya mencari ilmu ada 6 :

  1. Kecerdasan.
  2. Kecintaan.
  3. Kesabaran.
  4. Bekal.
  5. Bimbingan Guru.
  6. Waktu yang lama.

Kemudian berisi tentang mencari teman atau pergaulan, dan berisi bait bait yang menunjukkan metode belajar, yang intinya setiap hari harus memiliki peningkatan dan tambahan pengetahuan yang diistilahkan dengan istifadah( mengambil faidah )

Selanjutnya tentang keunggulan ilmu Fiqih dan berbagai motivasi belajarkeunggulan ilmu fiqih dibanding cabang lainnyakeunggulan seseorang yang berilmu, dan bahayanya seseorang yang bodoh yang tekun beribadah tanpa ilmu.

Dilanjutkan pesan terkait kedudukam seorang guru yang lebih mulia dari orang tua kandung, kemudian tata cara bergaul dan beberapa tingkatan manusia.

Pada akhir kitab ini, ditutup dengan bait-bait syair yang berisi syair yang dinisbatkan kepada Sahabat Ali bin Abi Thalib terkait utamanya merantau untuk menuntut ilmu.

Bagaimana tertarik mempelajari Nadhom Syair Alala? InsyaAllah banyak manfaatnya terkhusus bagi kita para pelajar untuk menambah motivasi semangat belajar.