Buku Manajemen Mutu Pendidikan

0

Puji syukur kami panjatkan kepada Allah SWT, yang telah memberikan taufiq, rahmat, hidayah dan inayah-Nya, sehingga buku ini dapat terselesaikan dengan baik. Sholawat serta salam semoga senantiasa tercurah limpahkan kepada Nabi Muhammad SAW, yang telah memberikan wawasan keilmuan kepada manusia, sehingga mampu membedakan antara yang haq dan bathil. Dalam kegiatan pendidikan, kehadiran PP No. 19/2005 tentang Standar Nasional Pendidikan (SNP) patut disyukuri, karena dapat berfungsi sebagai dasar dalam perencanaan, pelaksanaan, dan pengawasan pendidikan dalam rangka mewujudkan pendidikan nasional yang berkualitas melalui Badan Akreditasi Nasional Sekolah/Madrasah. Standar Nasional Pendidikan dalam hal ini berfungsi sebagai dasar dalam perencanaan, pelaksanaan, dan pengawasan pendidikan dalam rangka mewujudkan pendidikan nasional yang bermutu. Jadi standar nasional pendidikan berfungsi sebagai acuan penyelenggara pendidikan untuk mewujudkan pendidikan nasional yang bermutu.

Standar Nasional Pendidikan disempurnakan secara terencana, terarah, dan berkelanjutan sesuai dengan tuntutan perubahan kehidupan lokal, nasional, dan global. Untuk penjaminan dan pengendalian mutu pendidikan sesuai dengan standar nasional pendidikan dilakukan evaluasi, akreditasi dan sertifikasi. Kualitas pendidikan dapat dilihat dari isi, proses, kompetensi lulusan, pendidik dan tenaga kependidikan, sarana dan prasarana, pengelolaan, pembiayaan, dan penilaian pendidikan.
Melalui Standar Nasional Pendidikan ini, diharapkan lembaga pendidikan lebih aktif dalam merencanakan strategi pengembangannya dan mengimplematasikan strateginya. Melihat kondisi pendidikan yang semacam itu, maka peran kepala sekolah/madrasah sebagai manajer dan unsur-unsur pendidikan lainnya sudah saatnya mengopimalkan mutu kegiatan pembelajaran untuk memenuhi harapan pelanggan pendidikan. Sekolah/madrasah berfungsi untuk membina SDM yang kreatif dan inovatif, sehingga lulusannya menuhi kebutuhan masyarakat, baik pasar tenaga kerja sektor formal maupun sektor informal. Para manajer dan unsur pendidikan lainnya dituntut mencari dan menerapkan suatu strategi manajemen baru yang dapat mendorong perbaikan mutu
di lembaganya, salah satunya adalah dengan menggunakan pendekatan balanced scorecard.

Balanced scorecard tidak hanya sekedar alat pengukur kinerja lembaga pendidikan, tetapi merupakan suatu bentuk transformasi strategik secara total kepada seluruh tingkatan dalam organisasi pendidikan. Dengan pengukuran kinerja yang komprehensif tidak hanya merupakan ukuran-ukuran keuangan tetapi penggabungan ukuran-ukuran keuangan dan non keuangan, maka lembaga pendidikan dapat menjalankan kinerja organisasinya dengan lebih baik. Balanced scorecard merupakan suatu konsep manajemen kontemporer yang dapat digunakan sebagai alat untuk mengevaluasi kinerja pendidikan. Pengukuran kinerja ini sebagai alat untuk menetapkan target dan mengukur kinerja pendidikan secara komprehensif, terukur dan berimbang dengan melihat dari perspektif keuangan, pelanggan, proses internal dan pembelajaran dan pertumbuhan, dengan tujuan.

Balanced scorecard yang semula merupakan aktivitas tersendiri yang terkait dengan penentuan sasaran, kemudian dikembangkan dan diintegrasikan ke dalam manajemen strategik pendidikan. Balanced scorecard bahkan dikembangkan lebih lanjut sebagai sarana untuk berkomunikasi antar berbagai unit dalam suatu organisasi. Balanced scorecard juga dikembangkan sebagai alat bagi organisasi pendidikan untuk berfokus pada strategi organisasinya pengembangan pendidikan sesuai dengan harapan semua pihak. Suatu organisasi pendidikan yang memakai balanced scorecard tidak hanya untuk memperjelas dan mengkomunikasikan strategi, tetapi juga untuk merencanakan dan mengembangkan strategi pendidikan sesuai dengan target yang ditentukan.

Dengan demikian, balanced scorecard telah berkembang dari sebuah pengukuran menjadi sebuah sistem manajemen. Balanced scorecard kini dimplementasikan oleh berbagai organisasi kelas dunia sebagai sistem manajemen strategis dan bahkan sebagai sarana pemandu serta pendorong proses perubahan manajemen dan kultur organisasi, termasuk pada implementasi Manajemen Berbasis Sekolah (MBS). Dengan pendekatan balanced scorecard yang akan menghasilkan proses manajemen penting, berimplikasi pada peningkatan mutu pendidikan di sekolah/madrasah.

Untuk lebih lengkapnya bisa didownload di:
https://drive.google.com/file/d/1vdhGYGFezlkLkLtzIBKh0Mg-AIqRr3-H/view

Semoga bermanfaat