Menziarahi di Makam Keramat Lengkong Tangerang

0

Profil

Berbicara Lengkong maka tak akan pernah lepas dari tokoh legendaris Raden Aria Wangsakara, seorang kyai penyebar agama islam di daerah industri (sekarang ini) yang bernama Tangerang. Beliau merantau ke wilayah Tangerang karena tak sepaham dengan saudaranya yang berpihak kepada penjajah. Dalam pengembaraan Aria Wangsakara memilih daerah ditepian sungai sebagai tempatnya bermukim dan mengajarkan agama islam dengan cara mendirikan pesantren dan mendirikan mesjid.

Sama seperti pesantren di daerah Kalipasir dan di daerah Grendeng juga berada di tepi sungai Cisadane, karena santri harus dekat dengan sungai untuk memudahkan berwudhu kata sesepuh yang berbincang dengan saya. Arya Wangsakara memiliki dua istri, istri yang pertama berada di sebelah barat desa dan istri keduanya berada di sebelah timur desa.  Pesantren yang didirikan Arya Wangsakara berada di barat desa, itu sebabnya ada sedikit gurauan dari orang Lengkong, bahwa orang timur lebih pesolek dan lebih cantik karena istri kedua Arya Wangsakara berasal dari sana, sedangkan orang barat lebih religius karena istri pertama dan pesantren ada di wilayah barat. Kini rumah bekas istri pertama Arya Wangsakara masih ada namun sudah mengalami banyak perubahan ( sayang saya lupa foto rumah itu) hanya tersisa pohon asem besar sebagai penanda atau pintu masuk menuju desa itu.

Selain sebagai ulama, Arya Wangsakara juga juga ikut aktif berjuang melawan VOC. Semangat melawan penjajah dari Aria Wangsakara diteruskan penduduk setempat pada masa penjajahan jepang. Bukti adanya pertempuran melawan penjajah ada di monumen perjuangan Lengkong yang terletak di seberang sungai Cisadane dekat air mancur BSD meski sebetulnya pertempuran itu ada di desa, Desa Lengkong Kulon seberang kali cisadane.

Berkunjung ke Makam

Berkunjung menuju kampung di dekat pinggiran  masih Kab. Tangerang, di daerah lengkong Kec.Pegedangan banyak tersimpan sejarah yang saat ini masih di pertahankan.
Suasana kampung ini terapit oleh bangunan besar dan di belakang nanyang Korea BSD, namun untuk menuju ke kampung ini sangat mudah masuk dekat bundaran air mancur dahulu atau dekat Samping Bank BNI BSD trus ke arah lampu merah dan arah ke kanan. Lalu ada PDAM masuk ke dalam ada lorong cukup dekat.
Untuk memberikan gambaran sejarah akan memberikan makna dan manfaat bagi generasi muda, oleh karena itu semoga tulisan ini memberikan masukan bagi pemerintah maupun pembaca.
Ketika datang di area kampung ini ada jalan jembatan yang turun, lalu sampai di area Makam Pahlawan Raden Aria Wangsakara. Saat itu bertemu dengan H syahroni sedang membuat bangunan musholah akhirnya sambil istirahat minum kopi bercerita panjang lebar sebagai berikut :
Keluarga H Syahroni merupakan keturunan yang ke 11 dan masih menyimpan sejarah tempo dulu.

R Aria Wasangkara berasal dari Sumedang dan Cirebon ibu nya berasal dari Banten. Raden Aria Wasangkara merupakan keturunan dari Raja Sumedang Laran yaitu Sultan Syarif Abdulrohman, Di lengkong kyai menikah bersama istri nya.

Di kampung lengkong kyai terdapat  makam keramat
1. Syeikh Mustaqim Bin Darda
2. Raden Aria Wangkasara
3. Sheikh Azhari Bin Nashib
Di area makam terdapat bangunan  pintu masuk ada gerbang, sebelah kiri Musolah, ada pendopo, ada tugu Tigaraksa untuk Upacara dan Area Makam ada di kiri pojok lapangan.