Menapak Tilas di Makam Po Teumeureuhom Daya

0
Menziarahi makam salah seorang waliyullah yang bernama Sulthan Salatin Alaiddin Ria’yat Syah atau lebih dikenal Po Teumereuhom Daya atau Cik Po Kandang, raja Negeri Daya Sulthan Salathin Alaidin Ri’ayat Syah adalah putra raja Madat “Raja Pidie” yang menaklukkan Negeri Darul Kamal dan Kuta Alam dan sekarang berada dalam wilayah Kabupaten Aceh Besar, atau dalam sejarah lebih dikenal dengan nama “Sulthan Inayat Syah” putera raja “Abdullah Malikul Mubin”, tertera pada batu nisan asal keturunannya yaitu Putri Sulthan Salatin Aladdin Ria’yat Syahjelas tertulis: “Siti Hur Binti Salatin Alaiddin Ria’yat Syah Ibnu raja Madat Ibnu Abdullah Al-Malik Al-Mubin” Tulisan di nisan itu menunjukkan bahwa Salatin Alaiddin Ria’yat Syah adalah putra dari Raja Madat yang dalam sejarah dikenal dengan nama Inayat Syah. Dari keturunan beliaulah nantinya lahir raja-raja Aceh.
Aceh negerinya para raja yang hebat pada zamannya. Banyak kerajaan yang berdiri di Aceh dan mencapai puncak kejayaannya. Salah satunya adalah kerajaan Lamno Jaya. Kerajaan yang berdiri pada tahun 1480 M dengan raja pertamanya Poe Teumeureuhom. Makam beliau terletak di atas bukit di Lamno. Dari Banda Aceh untuk mencapai Lamno lebih kurang dua jam.
Di puncak Gureute ada tempat persinggahan untuk sekadar memadangi lepas pantai dari atas ketinggian. Takjub itu sudah pasti, begitu besar keesaan Allah.  Sampai di Lamno, untuk menuju ke makam Poe Teumeureuhom selepas pasar Lamno ada persimpangan. Berbelok ke kiri untuk meneruskan perjalanan atau searah menuju ke bukit Lamno.  Komplek makam dijaga oleh seorang kakek. Sobat-sobat bisa menanyakan sejarah raja Po Teumereuhom pada kakek itu.
Dalam komplek makam ada rangkang yang bisa digunakan untuk tempat istirahat dan juga disediakan musalla untuk shalat. Makamnya dipagar sehingga tidak boleh untuk dimasuki. Dari cerita kakek tersebut, selain makam Po Teumereuhom ada juga makam keluarganya dan ada juga pengikut setia beliau.
Poe Teumeureuhom Daya Dalam Kitab Umdatul Iihab Karangan Makhdum Juhani, terdapat teks berbunyi: Telah berkata Sulthan Alaidin Ria’yat Syah yaitu Po Teumereuhom Daya, bahwa asal usul keturunan bangsa Syarif dan Said dari Saidina Hasan dan Saidina Husain, cucu Rasullullah SAW. Asal keturunan kami raja-raja Aceh dari Syam, yang mula mula datang ke Aceh empat bersaudara yaitu:
1. Meurah Po He La Syahir Nuwi, mendirikan Negeri Peureulak
2. Meurah Jeumpa Syahir Tanwi, mendirikan Negeri Jeumpa
3. Meurah Pau Ling (Syahir Pau Li), mendirikan Negeri Po Li Sama Indra (Pidie)
4. Meurah Dau Li (Syahir Duli), mula-mula membuka Negeri Idra Purwa, Bandar Lamuri. Bagi masyarakat Lamno, beliau dikenal dengan sebutan Po Teumereuhom atau Sulthan Salatin Alaiddin Ria’yat Syah, asal keturunannya pada batu nisan Putri Sulthan Salatin Aladdin Ria’yat Syah terdapat tulisan: “Siti Hur Binti Salatin Alaiddin Ria’yat Syah Ibnu raja Madat Ibnu Abdullah Al-Malik Al-Mubin”:Tulisan di nisan itu menunjukkan bahwa Salatin Alaiddin Ria’yat Syah adalah putra dari Raja Madat yang dalam sejarah dikenal dengan nama Inayat Syah. Dari keturunan beliaulah nantinya lahir raja-raja Aceh. Sultan Inayatsyah mempunyai tiga anak laki-laki dan dua anak perempuan, yang laki-laki dalam sejarah yang nama-namanya adalah:
1. Sulthan Muzzafar syah, mewarisi kerajaan Darul Kamal
2. Sulthan Munawar syah mewarisi kerajaan Meukuta Alam
3. Sulthan Salatin Alaiddin Ria’yatsyah, menjadi Raja Negeri Kuala Raya (Radje Nagre Daye).