Menziarahi Makam Ki Bagus Kuncung Pati

0

Mungkin bagi sebagian masyrakat Pati terutama di daerah Pati bagian selatan sudah akrab dengan nama Ki Bagus Kuncung atau Mbah H Metaram. Punden Makam ini berlokasi di Dukuh Jabung, Desa Jatiroto, Kecamatan Kayen.
Makam Ki Bagus Kuncung sendiri tidak lama dibuka. Sang juru kunci Nurohmat mengatakan, makam yang berlokasi di lereng pegunungan Kendeng itu dibuka pada 7 Juli 2007 atas amanah dari Umi Syarifah Siti Khadijah Alatas yang disebut-sebut juru kunci sebagai Waliyullah.

Ki Bagus Kuncung adalah anak dari Bagus Kacung atau Ki Ageng Mataram atau Ki Ageng Pemanahan. “Bagus Kacung punya empat istri dan sekitar 32 anak. Salah satu anaknya itu Ki Bagus Kuncung,” ujar Nurohmat. Ki Ageng Pemanahan adalah anak dari Ki Ageng Henis. Henis sendiri adalah anak dari Ki Ageng Selo atau Ki Bagus Songgom. Bila dirunut ke atas, ada juga tokoh Ki Ageng Getas Pendowo, Raden Mas Bondan Kejawan atau Ki Lembu Peteng dan Roro Nawangsih.

Dikisahkan, Mbah H Metaram sebagai salah satu senopati kerajaan mengantarkan Saridin atau Syeh Jangkung ke Dukuh Landoh, Kayen, setelah menumpas pageblug atau wabah penyakit di Keraton Mataram. Mbah Metaram tidak pulang, tetapi menyebarkan agama Islam di wilayah Pati selatan hingga akhir hayat dan di makamkan di Dukuh Jabung. Letak makam berdekatan dengan tempat pemakaman umum dan diapit dua pohon asem raksasa. Sekilas tempatnya terkesan mistis, angker dan wingit. Mungkin karena keberadaan dua pohon raksasa. Dari jalan raya Kayen-Tambakromo, harus menyusuri jalan desa sekitar 2 kilometer.

Untuk mengenang Mbah Metaram setiap tanggal 1 Rajab diadakan Haul yang dilaksankan selama 4 hari. Dan puncak acaranya adalah 1 Rajab yang dihadiri langsung oleh Ratu Surakarta beserta seluruh abdi dalemnya. Serta penggantian kelambu makam yang akan dilelang dan dananya untuk pembangunan area makam dan acara haul selanjutnya.

Nurohmat juga menambahkan , rebutan nasi tumpeng lengkap dengan ayam ingkung setiap tanggal 1 rajab diharapkan memberikan berkah, kesejahteraan, rezeki, dan keselamatan. Bahkan, nasi hasil rebutan acapkali disebar di sawah supaya pertanian subur.

Sontak, acara haul Ki Bagus Kuncung yang dirayakan setiap 1 rajab menjadi agenda atau kalender wisata budaya (cultural tourism) di wilayah Pati selatan. Namun, pengunjung masih berasal dari wisatawan lokal desa setempat dan biasanya dihadiri Ratu Surakarta Hadiningrat beserta dengan abdi dalemnya.