Wisata Ziarah di Makam Wali Tegal

0

Sayyid Syarif Abdurrahman atau lebih dikenal dengan Mbah Panggung merupakan seorang ulama yang pada masanya mengajarkan nilai-nilai Islam kepada masyarakat Kota Tegal dan sekitarnya seperti Brebes, Slawi, Margasari dan Pemalang. Beliau dikenal sebagai ulama nyleneh karena disetiap syiarnya selalu ditemani binatang kesayangannya yang diberi nama iman dan tauhid. Beliau juga dikenal sebagai ulama yang nyleneh karena disetiap syiarnya selalu berkidung. Beliau merupakan ulama yang kharismatik.

Seperti kebanyakan ulama yang datang ke Pulau Jawa untuk berdakwah, Mbah Panggung berasal dari Jazirah Arab. Ia pertama kali menginjakkan kaki di sebuah pulau tak berpenghuni yang saat ini menjadi Kelurahan Panggung, Kecamatan Tegal Timur.

Di pulau itu, Mbah Panggung tinggal untuk berdakwah, hingga wafat. Makamnya kemudian didatangi ribuan peziarah tiap Bulan Syakban saat digelar haul dan pengajian untuk memperingati wafatnya.

Juru kunci makam Mbah Panggung, Hasan Mutamimi, mengatakan, nama Mbah Panggung merujuk pada tempat tinggal semasa hidup yang berupa pulau karang yang menjulang tinggi di tengah-tengah laut dan masih terpisah dengan Pulau Jawa.

“Karena tempatnya tinggi di atas permukaan laut, seperti panggung, orang-orang yang tahu keberadaan beliau sering menyebut,’Itu Mbah-mbah yang ada di panggung’. Konon dari situ asal muasal sebutan Mbah Panggung,” kata Hasan

Siar Islam yang dilakukan Mbah Panggung tidaklah mudah, pada awalnya Mbah Panggung harus berdakwah dengan pendekatan perorangan.

Mbah Panggung juga harus lebih dulu mendayung perahu ke pesisir Pulau Jawa yang kemudian menjadi wilayah Kota Tegal. Tak hanya di Kota Tegal, dakwah yang dilakukannya juga sampai ke Kabupaten Brebes.

Selain melalui pendekatan perorangan, Mbah Panggung juga berdakwah dengan cara membaur di masyarakat. Apa yang dilakukan masyarakat saat itu, seperti bercocok tanam, selalu diikuti Mbah Panggung.

Masih kuatnya kepercayaan animisme dan dinamisme yang dianut masyarakat juga tidak membuat Mbah Panggung berdakwah dengan keras. Mbah Panggung lebih sering mengedepankan kelembutan dan keteladanan.

 

Makam Mbah Panggung terletak di wilayah Kelurahan Panggung, Kecamatan Tegal Timur, Kota Tegal. Pada gerbang utama makam terdapat beberapa tulisan arab. Makam tersebut dikelilingi dengan tembok batu bata yang tingginya sekitar 1 meter. Di dalam areal itupun masih terdapat makam. Untuk menuju makam Mbah panggung, kita akan melewati lorong panjang dengan keramik berwarna hitam putih bersilangan, mirip papan catur. Makam Mbah Panggung menggunakan cungkup sederhana dan dikelilingi oleh pintu-pintu kayu bercat coklat.