Ishaq bin Rahawaih (Ibnu Rahawaih)

0

Namanya adalah Ishaq bin Ibrahim bin Makhlad bin Ibrahim bin Mathar Abu Ya’qub al-Hamdhaly al-Marwazy yang terkenal dengan nama Ishaq Ibnu Rahawaih (Ibnu Rahawaih). Beliau dilahirkan pada tahun 161 H, dan pendapat lain mengatakan beliau lahir pada tahun 166 H. Beliau dijuluki (laqab) Ibn Rahawaih, konon karena bapaknya lahir d jalana kota Mekkah (fi thariqi makkah) kemudian penduduk kota Marwa mengatakan : “Rahawaih” yang berarti dilahirkan di jalanan. Karenanya kemudian beliau dijuluki Ibnu Rawaih (Anak Orang yang Dilahirkan di Jalanan). Beliau juga termasuk murid langsung Imam Syafi’i. Dan setelah dewasa beliau dikenal sebagai salah satu tokoh besar dalam dunia islam, pakar fiqih dari kalangan Madzhab Syafi’i dan ahli hadits yang sangat sulit dicari tandingannya. Belau menetap di Naisabur dan menjadi tokoh atau orang ternama disana.

Diantara guru gurunya yang mengeluarkan hadits dari padanya adalah Yahyah ibn Adam dan Waqiyah bin Walid, dan diantara teman temannya adalah Ahmad bin Hambal.

Abu Dawud berkata,” Ibnu Rahawaih mendikte untuk kami 11.000 hadits dari hapalannya, kemudian diulangi lagi dikte itu persis sama yang telah didiktekan sebelumnya, tanpah bertambah satu haraf dan berkurang satu haraf”.

Abu Hatim ar Razy berkata,” Sungguh mengherankan keteguhan hapalan Ishaq bin Rahawaih dan hapalannya terpelihara dari kesalahan kesalahan”.

Beliau melakukan perjalanan ke Iraq, Hijaz, Yaman dan Syam untuk mencari hadits. Beliau meriwayatkan hadits dari pada Jabir bin Abdul Hamid ar-Razy, Ismail bin Umaiyah, Sufyan bin Uyainah, Waki’ bin Jarrah, Waqiyah bin al Walid, Abdurahman bin Humam, An-Nadhar bin Syumaildan yang lainnya.

Beliau seorang Imam dan ‘Ulama yang sangat terkenal dan ia mempunyai kedudukan yang tinggi dalam bidang hadits dan dalam bidang fiqh. Banyak sekali pakar-pakar hadits yang datang kemudian meriwayatkan hadits dari jalur periwayatnya.

Diantara ialah al-Bukhari, Muslim, Abu Dawud, at-Tirmidzi, Ahmad bin Hanbal, Muhammad bin Nashr al-Mawarzi dan yang lainnya. Banyak karya yang dihasilkan dari tangannya, salah satunya adalah Musnad. Dan pada tahun 238 H kota Naisabur berduka karena Ibnu Rahawaih seorang tokoh yang sangat dihormati dan terkenal ‘alim serta wara’ wafat pada tahun 238 H dalam usia 77 tahun.