Syekh Imam Ahmad bin Hanbal

0

Nama lengkapnya adalah Ahmad bin Muhammad bin Hanbal bin Hilal bin Asad ibn Idris bin ‘Abdullah Hayyan bin ‘Abdullah ibn Ans bin ‘Auf bin Qasith bin Mazin bin Syaiban asy-Syaibani al-Mawarzi al-Baghdadi.

Imam Ahmad bin Hanbal atau yang lebih dikenal sebagai Imam Hanbali Lahir di kota Baghdad pada tahun 164 H dan tumbuh besar disana. Imam Ahmad bin Hanbal termasuk murid Imam Syafi’i, dan kelak menjadi pendiri Mazhab Hanbali. Imam Ahmad bin Hanbal banyak belajar kepada para ulama terkemuka di Baghdad. Bukan hanya itu saja, Imam Ahmad bin Hanbal juga melakukan rihlah ilmiah kesejumlah daerah, seperti Kuffah, Bashrah, Mekkah, Madinnah, dan Syam.

Ayahnya meninggal ketika beliau masih anak-anak dan kemudian dibesarkan dan diasuh oleh ibunya. Kota Baghdad pada waktu itu merupakan ibukota Kekhalifahan Bani Abbas dan merupakan gudangnya para ulama dan ilmuwan. Imam Ahmad bin Hanbal banyak berguru pada ulama-ulama di kota kelahirannya tersebut.

Wafat

Imam Ahmad bin Hanbal wafat di Baghdad pada malam ke-13 bulan Rabi’ul Awal pada tahun 241 H. Dan ada juga berpendapat lain yang mengatakan Imam Ahmad bin Hanbal wafat pada tahun 224 H.

Pendidikan Beliau

Pendidikan Awal

Ketika berumur 16 tahun, pemuda Ahmad bin Hanbal pergi mengembara menuntut ilmu, terutama berburu hadits-hadits Nabi sampai ke Kufah, Basrah, Syria, Yaman, Mekkah dan Madinah.

Sanad Keilmuan

Mengenai gurunya ada puluhan orang yang semuanya adalah ulama-ulama dalam berbagai bidang ilmu. Di antara gurunya adalah :

  • Sufyan bin Uyainah.
  • Abu Yusuf Al Qadhy.
  • Imam Muhammad bin Idris Asy-Syafi’i.

Teladan Beliau

Hafal Jutaan Hadits

Imam Hanbali dikenal sangat gemar dan bersemangat menuntut ilmu, berburu hadits, ahli ibadah, wara’ dan zuhud. Imam Abu Zu’rah mengatakan : “Imam Ahmad bin Hanbal hafal lebih dari 1.000.000 (satu juta) hadits”.

Sementara anaknya Abdullah bin Ahmad bin Hanbal mengatakan : “Ayahku telah menuliskan 10.000.000 hadits banyaknya dan tidaklah beliau mencatatnya hitam di atas putih, melainkan telah dihafalnya di luar kepala”.

Istiqamah Berpendapat

Ketika pemerintahan ada ditangan Khalifah al-Ma’mun, saat itu kaum Mu’tazilah berhasil mempengaruhi Khalifah untuk mendukung pemikiran mereka dan mempropagandakan pendapat bahwa al-Qur’an adalah mahkluk. Kaum   yang didukung penuh oleh Khalifah al-Ma’mun memaksakan pendapat itu kepada seluruh rakyat.

Para Ulama yang tidak sependapat ditangkap dan diinterogasi ke istana. Hampir semua ulama tidak berani menentang karena takut dihukum berat. Satu-satunya ulama yang tetap istiqomah menentang pendapat bahwa al-Qur’an adalah makhluk hanyalah Imam Ahmad bin Hanbal. Akibatnya beliau disiksa, dipukuli dan hampir saja dibunuh. Rupanya Allah menyelamatkan beliau karena tiba-tiba Khalifah al-Ma’mun meninggal secara mendadak di Tharsus, sehingga eksekusi hukuman mati kepada Imam Ahmad bin Hanbal tidak sampai dilaksanakan.

Sepeninggal al-Ma’mun, dua orang Khalifah penggantinya yaitu Khalifah al-Muntashir dan Khalifah al-Watsiq masih meneruskan kebijaksanaan mendukung kaum Mu’tazilah dan progandanya bahwa al-Qur’an adalah makhluk. Selama itu Imam Ahmad bin Hanbal hidup dalam persembunyian dan mengasingkan diri.

Setelah Khalifah al-Watsiq, yang naik tahta adalah Khalifah al-Mutawakil. Pada masa Khalifah al-Mutawakil inilah propaganda bahwa al-Qur’an adalah makhluk dihentikan sama sekali. Bahkan Khalifah menangkapi dan menghukum ulama-ulama Mu’tazilah yang dahulu menjadi pelopor utama propaganda kemakhlukan al-Qur’an.

Karya dan Jasa Beliau

Khalifah al-Mutawakil sangat menghormati dan memuliakan Imam Ahmad bin Hanbal. Beliau dijadikan penasehat resmi istana, dan Khalifah mendukung penuh ajaran-ajaran Imam Ahmad bin Hanbal dan para ahli hadits.

Metode Ijtihad Imam Ahmad bin Hanbal :

  • al-Qur’an.
  • Hadits.
  • Ijma’ Sahabat.
  • Fatwa Sahabat.
  • Atsar Tabi’in.
  • Hadits Mursal / Dhaif.
  • Qiyas.

Metode istinbath Imam Ahmad bin Hanbal lebih banyak menyandarkan pada hadits dan atsar dari pada menggunakan ra’yu (ijtihad). Beliau lebih menyukai berhujjah dengan hadis dhaif untuk masalah furu’iyah daripada menggunakan Qiyas.

Kitab-kitab Mazhab Hanbali :

  • Kitab Tafsir al-Qur’an.
  • Kitab Musnad Imam Ahmad, (sebuah kitab kumpulan hadits yang tebal).
  • Kitab Nasikh wal Mansukh.
  • Kitab Al Muqaddam wal Muakhkhar fil Qur’an.
  • Kitab Jawabatul Qur’an.
  • Kitab at-Tarikh.
  • Kitab al-Manasikul Kabir.
  • Kitab al-Manasikus Saghir.
  • Kitab Tha’atur Rasul.
  • Kitab Zuhud.
  • Kitab ash-Shalah.

Sumber: http://santripegon.blogspot.com