KH. Musthofa Bisri (Gus Mus)

0

Bisri Musthofa merupakan satu diantara sedikit ulama Indonesia yang memiliki karya besar. Beliaulah pengarang kitab tafsir Al-Ibriz li Ma’rifah Tafsir Al Qur’an Al-‘Aziz. Kitab tafsir bimakna pesantren ini selesai beliau tulis pada tahun 1960. Karya-karya beliau tak sebatas pada bidang tafsir, di bidang lain pun seperti tauhid, fiqh, tasawuf, hadits, tata bahasa Arab, sastra tak kalah banyaknya.

Selain itu, KH. Bisri Mustofa juga dikenal sebagai orator atau ahli pidato. Beliau, menurut KH. Saifuddin Zuhri, mampu mengutarakan hal-hal yang sebenarnya sulit sehingga menjadi begitu gambling, mudah diterima semua kalangan baik orang kota maupun desa. Hal-hal yang berat menjadi begitu ringan, sesuatu yang membosankan menjadi mengasikkan, sesuatu yang kelihatannya sepele menjadi amat penting, berbagai kritiknya sangat tajam, meluncur begitu saja dengan lancer dan menyegarkan, serta pihak yang terkena kritik tidak marah karena disampaikan secara sopan dan menyenangkan.

Gus Mus adalah seorang  alumnus dan penerima beasiswa dari universitas Al-Azhar Kairo (Mesir, 1964-1970), ia melakukan studi islam dan bahasa arab. Beliau lahir di Rembang, 10 Agustus 1944.

Sebelum di Kairo, beliau belajar SR di rembang selama 6 tahun di tahun 1950-1956, beliau juga belajar di Pesantren Lirboyo, Kediri, pada tahun 1956-1958, di Pesantren Krayak, Jogja, 1958-1962, dan di Pesantren Taman Pelajar Islam, Rembang, di tahun 1962-1964.

Sejak kecil, beliau diasuh dilingkungan ulama, dalma keluarga patrotis, penuh kasih sayang, dan beliau yatim sejak kecil dan diasuh oleh kakeknya K.H Zaenal Mustofa. H. Zaenal Mustofa adalah seorang saudagar yang begitu terkenal menyayangi ulama.

Hasil perpauan keluarga H. Zaenal Mustofa dan para ulama terpatri dalam berdirinya ” Taman Pelajar Islam” (Roudlatuth Tholibin), Pondok Pesantren yang saat ini di asuh oleh Gus Mus bersaudara.

KH.Ahmad Mustofa Bisri (Gus Mus), kini pengasuh Pondok Pesantren Raudlatuth Thalibin, Rembang. Mantan Rais PBNU ini dilahirkan di Rembang, 10 Agustus 1944. Nyantri di berbagai pesantren seperti Pesantren Lirboyo Kediri di bawah asuhan KH Marzuqi dan KH Mahrus Ali; Al-Munawwar Krapyak Yogyakarta di bawah asuhan KH Ali Ma’shum dan KH Abdul Qadir; dan Universitas Al Azhar Cairo di samping di pesantren milik ayahnya sendiri, KH Bisri Mustofa, Raudlatuth Thalibin Rembang. Menikah dengan Siti Fatma.

 

Karya-karya Gus Mus (KH. Mustofa Bisri) :

  • Dasar-dasar Islam (terjemahan, Penerbit Abdillah Putra Kendal, 1401 H).
  • Ensklopedi Ijma’ (terjemahan bersama KH. M.A. Sahal Mahfudh, Pustaka Firdaus, Jakarta, 1987).
  • Nyamuk-Nyamuk Perkasa dan Awas, Manusia (gubahan cerita anak-anak, Gaya Favorit Press Jakarta, 1979).
  • Kimiya-us Sa’aadah (terjemahan bahasa Jawa, Assegaf Surabaya).
  • Syair Asmaul Husna (bahasa Jawa, Penerbit Al-Huda Temanggung).
  • Ohoi, Kumpulan Puisi Balsem (Pustaka Firdaus, Jakarta, 1991,1994).
  • Tadarus, Antalogi Puisi (Prima Pustaka Yogya, 1993).
  • Mutiara-mutiara Benjol (Lembaga Studi Filsafat Islam Yogya, 1994).
  • Rubaiyat Angin dan Rumput (Majalah Humor dan PT. Matra Media, Cetakan II, Jakarta, 1995).
  • Pahlawan dan Tikus (kumpulan pusisi, Pustaka Firdaus, Jakarta, 1996).
  • Mahakiai Hasyim Asy’ari (terjemahan, Kurnia Kalam Semesta Yogya, 1996).
  • Metode Tasawuf Al-Ghazali (tejemahan dan komentar, Pelita Dunia Surabaya, 1996).
  • Saleh Ritual Saleh Sosial (Mizan, Bandung, Cetakan II, September 1995).
  • Pesan Islam Sehari-hari (Risalah Gusti, Surabaya, 1997).
  • Al-Muna (Syair Asmaul Husna, Bahasa Jawa, Yayasan Pendidikan Al-Ibriz, Rembang, 1997).
  • Fikih Keseharian (Yayasan Pendidikan Al-Ibriz, Rembang, bersama Penerbit Al-Miftah, Surabaya, Juli 1997).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here