Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah Sunan Giri Bima

0

PROFIL

Perguruan Tinggi Agama Islam Swasta Sunan Giri Bima yang sekarang dikenal dengan Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah (STIT) Sunan Giri Bima adalah salah satu Perguruan Tinggi Agama Islam Swasta yang sedang berkembang di Kota Bima saat ini. Perguruan Tinggi ini didirikan pada tahun 1971 dan sudah berhasil mencetak alumni-alumni yang sudah tersebar di setiap instansi dan mengabdi sesuai dengan disiplin ilmunya masing-masing. Sebagai Perguruan Tinggi yang mencetak ilmuan-ilmuan yang beriman dan bertaqwa kepada Allah SWT, STIT Sunan Giri Bima telah ikut berperan di dalam memacu pembangunan sesuai dengan bidangnya.
Kalau ditelusuri sejarah berdirinya Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah (STIT) Sunan Giri Bima, bahwa Perguruan Tinggi ini pada mulanya dikenal dengan Fakultas Tarbiyah Universitas Sunan Giri Bima sebagai Cabang Universitas Sunan Giri Malang.

Beberapa orang Tokoh Perintis Perguruan Tinggi ini antara lain :
1. H.M. Said Amin, BA.
2. Drs. H. Israil
3. Drs. Akasah Yunus
4. Amiruddin MT.
5. Masyrun H. Ahmad, BA
6. Drs. H.M. Saleh Ismail
Dan beberapa tokoh lainnya yang tidak dapat disebut satu persatu dalam tulisan ini
Berbicara masalah latar belakang berdirinya Perguruan Tinggi, hal ini tidak terlepas dari keadaan masyarakat saat itu yang masih sangat haus akan pendidikan, khususnya Fakultas Tarbiyah. Dengan kata lain bahwa tokoh-tokoh pendiri Perguruan Tinggi ini betul-betul didasari oleh niat ibadah untuk kepentingan umat umumnya, serta untuk mendukung program pemerintah dalam hal mencerdaskan kehidupan bangsa. Disamping itu beberapa tokoh pendiri Perguruan Tinggi Agama Islam ini menginginkan agar di Kota/Kabupaten Bima perlu didirikan Institut Agama Islam Negeri ( IAIN) yang memiliki beberapa Fakultas, sekalipun saat itu Fakultas Syari’ah yang memang berstatus negeri sudah berkembang dengan baik di Daerah Kota/Kabupaten saat itu. Alasan para tokoh pendiri itu adalah bahwa dengan adanya salah satu Fakultas Syari’ah yang memang sudah berstatus negeri itu berarti hanya ditambah satu atau dua Fakultas lagi sehingga sempurnalah persyaratan sebagai sebuah Institut. Namun usaha para tokoh penggagas itu gagal. Tetapi bila ditanya mengapa harus gagal?, barangkali jawabnya ada pada tokoh-tokoh itu sendiri yang betul-betul mengetahui kondisi Masyarakat Bima saat itu. Tetapi suatu hal yang perlu dicatat bahwa persatuan dan kesatuan serta bersatu didalam keperbedaan adalah salah satu faktor yang sangat menentukan untuk kokohnya suatu umat dan bangsa sehingga apabila semuanya bersatu maka niat apapun yang harus diwujudkan akan mudah tercapai.
Apakah memang faktor persatuan dan kesatuan itu adalah menjadi permasalahan, penulis tidak tahu, barangkali itu adalah suatu takdir bahwa perjuangan masyarakat Bima hanya sampai disitu. Produk-produk dari Fakultas Syari’ah ini menjadi tenaga yang sangat potensial di Kota/Kabupaten Bima dan telah berhasil memecahkan berbagai persoalan Masyarakat Bima baik lewat Instansi Pengadilan Agama maupun secara non formal di masyarakat Bima. Alumni-alumni itu antara lain TGH. Said Amin, BA, H. Jamaluddin Ismail, BA, TGH. Muhammad Hasan, BA, H.A. Karim Rajak, Drs. H. M. Saleh Ismail dan masih banyak lagi yang tidak dapat disebut satu persatu dalam tulisan ini. Jasa dan karya mereka di Kota/Kabupaten Bima cukup besar hingga sekarang, sebab memang misi dari pada Ulama alumni-alumni Fakultas Syariah tersebut adalah misi ibadah dan siap melayani berbagai persoalan di masyarakat Kabupaten/Kota Bima didalam memecahkan persoalan-persoalan agama dan kemasyarakatan.
Sekalipun tokoh-tokoh penggagas ini gagal didalam mendirikan Perguruan Tinggi Agama Islam Negeri (PTAIN) tetapi semangat mereka untuk mendirikan Perguruan Tinggi tidak berhenti Universitas Sunan Giri (UNSURI) yang sekarang dikenal dengan Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah (STIT) Sunan Giri Bima adalah merupakan catatan sejarah yang tidak boleh diabaikan di Kota/Kabupaten Bima. Pada awal berdirinya mahasiswa umumnya berasal dari Madrasah Aliyah Agama Islam Negeri (MAAIN) dan Madrasah Aliyah Al-Ma’rif serta SLTA sederajat lainnya. Lokasi perkuliahan sementara dipakai Gedung Madrasah Aliyah Al-Ma’rif yang lokasinya berdampingan denngan Madrasah Aliyah Agama Islam Negeri (MAAIN) Bima yang terletak dikampung Saleko Kelurahan Sarae Kecamatan RasanaE Barat saat itu.
B.Pimpinan–Pimpinan Fakultas Tarbiyah Universitas Sunan Giri Bima Sejak Awal-Awal Bedirinya
Pada awal berdirinya Fakultas Tarbiyah Universitas Sunan Giri Bima dipercayakan pada Drs. H. Israil (saat itu belum haji) sebagai Dekan dibantu oleh beberapa orang tokoh pendirinya, sementara Drs. H. Israil saat itu sebagai Pembantu Dekan di Fakultas Syari’ah yang berstatus negeri.
Pada tahun 1976 Pimpinan Fakultas disempurnakan yaitu
1. Drs. H. Israil sebagai Dekan
2. Drs. M. Ali Abdullah sebagai Pembantu Dekan I (saat itu belum Haji dan belum sarjana)
3. Drs. H. Mustafa H. M. Ali, BA. Sebagai Pembantu Dekan II (saat itu belum haji dan belum Sarjana).
Pada tahun 1977 terjadi perubahan Pimpinan, yakni ketika Drs. H. Israil pindah ke IAIN Mataram. Karena kekosongan Pimpinan maka dipercayakan kepada K.H. M. Yasin Lathief sebagai kuasa Dekan yakni sejak tahun 1977 sampai dengan awal tahun 1982, dan sebagai Tenaga Administrasi adalah Bapak Drs. H. M. Jafar H. Abdullah dan Drs. H. M. Saleh Ishaka.
Pada tahun 1982 Fakultas Tarbiyah Universitas Sunan Giri Bima membentuk Yayasan, karena keberadaanya mengharuskan adanya Yayasan, yang diberi nama YAYASAN PENDIDIKAN DAN PONDOK PESANTREN DARUT TARBIYAH, dengan Akte Notaris Nomor : 299 tanggal 4 Oktober 1982, dengan Badan Pengurus intinya sebagai berikut:
Ketua Umum : H.M. Husen Ayub, BA.
Ketua I : H.M. Said Amin, BA.
Ketua II : H.M. Yasin Lathief, BA.
Ketua III : Drs. H. Muhammad H.M.Nur
Setelah Yayasan dibentuk tanggal 4 Oktober 1982 terjadi pula perubahan Pimpinan Fakultas, susunan pimpinannya adalah sebagai berikut :

1. Dekan adalah : Drs. H. Muhammad HM.Nur
2. Pembantu Dekan I : Drs. H. Ramli H.M.Ali
3. Pembantu Dekan II : Drs. H. Mustafa H.M.Ali

Dengan dibentuknya Yayasan pada tahun 1982, praktis Fakultas Tarbiyah Univesitas Sunan Giri Bima bukan lagi merupakan cabang Universitas Sunan Giri Malang, dan memang tuntutan aturan yang berlaku tidak diperbolehkan PTAIS membentuk cabang di wilayah lain. Sejak itu pula Fakultas Tarbiyah Universitas Sunan Giri Bima mulai menentukan nasib sendiri, berdiri sendiri dan tidak ada ketergantungan dengan Universitas Sunan Giri Malang. Dengan demikian Universitas Sunan Giri Bima kegiatan administrasinya langsung ditujukan kepada koordinator Perguruan Tinggi Agama Islam Swasta (KOPERTAIS) Wilayah IV Surabaya.

Pada tahun 1985 para Pimimpin Fakultas Tarbiyah Universitas Sunan Giri Bima bertekad untuk meningkatkan kegiatan akademiknya dengan membuka Program Strata Satu (S1) dan dalam waktu yang tidak lama berhasil merekrut lebih kurang 20 orang mahasiswa baru sebagai angkatan pertama. Pada tahun 1989 Fakultas Tarbiyah Universitas Sunan Giri Bima memperoleh Status Terdaftar dengan SK. Menteri Agama nomor : 58/1989 tanggal 5 maret 1989 dan bentuk Fakultas berubah menjadi Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah (STIT) Sunan Giri Bima.

Perubahan nama dan status ini juga mengakibatkan perubahan bentuk pimpinan yakni semula adalah Dekan karena memang berbentuk Fakultas. Setelah menjadi Sekolah Tinggi maka Pimpinan Perguruan Tinggi disebut Ketua. Dengan demikian bahwa Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah (STIT) Sunan Giri Bima unsur pimpinan yang dipercayakan adalah sebagai berikut :
1. Drs. H. Muhammad H.M.Nur sebagai Ketua
2. Drs. H. Ramli H.M.Ali sebagai Ketua I
3. Drs. H. Mustafa H.M. Ali sebagai Ketua II

Pada tahun 1995 Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah Sunan Giri Bima memperoleh perpanjangan Status dari menteri Agama RI dengan SK Menag.Nomor 181 tahun 1995 tanggal 10 April 1995. dan pada tahun tersebut pula terjadi penyegaran Pimpinan berdasarkan Surat Keputusan dari Yayasan Pendidikan dan Pondok Pesantren Darut Tarbiyah No.07/SK/DT-BM/1995 tanggal 25 September 1995 dengan unsur pimpinannya sebagai berikut:
1. Drs. H. Muhammad H.M. Nur sebagai Ketua
2. Drs. H. Mustafa H.M. Ali sebagai Pembantu Ketua I
3. Drs. H.M. Saleh Ishaka sebagai Pembantu Ketua II

Selanjutnya pada tahun 1999 terjadi penyegaran Pimpinan lagi berdasarkan Surat Keputusan dari Yayasan Pendidikan dan Pondok Pesantren Darut Tarbiyah, No. 03/SK/DT-BM/1999 tanggal 8 Maret 1999 dengan susunan pimpinan sebagai berikut :

1. Drs. H. Mustafa H.M. Ali. sebagai Ketua
2. Amiruddin MT, SH. sebagai Pembantu Ketua I
3. Drs. H.M. Saleh Ishaka sebagai Pembantu Ketua II
4. Drs. Mahmud Sidik sebagai Pembantu Ketua III

Kemudian pada tahun 1999 Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah (STIT) Sunan Giri Bima memperoleh perpanjangan Status kembali dari Menteri Agama RI, dengan SK.menteri Agama RI Nomor: E/118/1999,tanggal 2 Juni 1999. Status STIT Sunan Giri Bima berdasarkan SK tersebut diatas berlaku hanya selama lima tahun, dan prakti tahun 2004 telah berakhir. Kemudian pada tahun 2004 juga STIT Sunan Giri Bima memperoleh perpanjangan status yang baru, yakni Keputusan Direktur Jenderal Kelembagaan Agama Islam Nomor : Dj.II/178/2004.

Sejak dibukanya Program Strata Satu (S1) Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah Sunan Giri Bima sudah menghasilkan 290 Sarjana dengan Rincian : Gelar Doktorandus (Drs) dan Sarjana Agama (S.Ag.) dan terakhir Sarjana Pendidikan Islam (S.Pd.I). Kemudian khusus untuk Program Diploma Dua (D.II) Jurusan PGSD/MI kali ini tahun 2006 adalah merupakan wisuda Angkatan ke Dua dengan jumlah wisudawan/wisudawati 229 orang dengan Gelar Ahli Muda ( A.Ma ). Dengan demikian sejak angkatan pertama sampai dengan angkatan kedua sudah menghasilkan 315 orang Alumni Diploma Dua (D.II)PGSD/MI.

Kemudian dengan adanya tuntutan perubahan, maka pada tahun 2004, yayasan Pendidikan dan Pondok Pesantren Darut Tarbiyah telah mengeluarkan Surat Keputusan baru tentang susunan pempinan baru STIT Sunan Giri Bima Sebagai berikut :

1. Drs. H.Mustafa H.M.Ali, Sebagai Ketua
2. H.Amiruddin MT,SH, Sebagai Puket I
3. Drs. H. M. Saleh Ishaka, Sebagai Puket II
4. Drs. Nurma Ahmad Sanudin, Sebagai Puket III

Demikian unsur pimpinan STIT Sunan Giri Bima saat ini yang mengelola Program Studi Strata Satu (S.1) Pendidikan Agma Islam, Akta IV Non Kependidikan dan Program Studi Diploma II PGSD/MI


Program Studi Pada STIT Sunan Giri Bima

Berbicara masalah Program studi yang dilaksanakan di Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah (STIT) Sunan Giri Bima, bahwa hal itu tidak terlepas dengan bentuk Perguruan Tinggi ini sejak semula berdiri.

Sebagaimana diketahui, bahwa ketika Perguruan Tinggi ini sekarang dikenal dengan Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah (STIT) Sunan Giri Bima,semula adalah berbentuk Universitas dengan satu Fakultas Tarbiyah Jurusan Pendidikan Agama Islam dengan lama jenjang pendidikan hanya tiga tahun dengan predikat/gelar yang diberi untuk alumninya adalah sarjana muda dengan sebutan Bachelor of Arts (BA). Dengan demikian bahwa program studi yang mampu dilaksanakan pada saat itu hanyalah Program Sarjana Muda dengan Gelar BA (Bachelor of Arts). Program tersebut dibuka sejak tahun 1971 sampai tahun 1985.

Kemudian sejak tahun 1985 karena tuntutan jaman, dibuka Program Studi Strata satu (S1). Di samping itu memang Program Sarjana Muda untuk seluruh Perguruan Tinggi Agama Islam baik yang negeri maupun yng swasta dinyatakan ditutup pada tahun 1986. Dengan demikian dalam rangka mempertahankan keberadaan Perguruan Tinggi Agama Islam ini bertekad untuk membuka program Strata Satu (S1) dan alhamdulillah sejak dibuka sampai sekarang sudah menghasilkan 254 Sarjana (Laki-laki 157 orang dan perempuan 93 orang). Dengan demikian bahwa sejak tahun 1985 hingga sekarang tetap dibuka Program Studi Strata Satu (S1) dan terakhir Sarjana Lulusan Perguruan tinggi Agama Islam gelarnya sudah berubah. Perubahan Gelar dan sebutan tersebut adalah berdasarkan keputusan Direktorat Jenderal Kelembagaan Agama Islam Departemen Agama Republik Indonesia Nomor : E/10 tahun2002 tentang gelar dan sebutan Lulusan Perguruan Tinggi Agama Islam. Berdasarkan Keputusan tersebut bahwa Lulusan Perguruan tinggi Agama Islam Jurusan Pendidikan Agama Islam diberi Gelar dan sebutan SARJANA PENDIDIKAN ISLAM (S.Pd.I).

Kemudian dengan segala kekurangan yang ada pada tahun 2003 Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah mencoba membuat Proposal permohonan kepada Koordinator Perguruan tinggi Agama Islam (KOPERTAIS) Wilayah IV Surabaya dengan tujuan agar diberi ijin untuk membuka tiga Program Studi baru, yaitu :

1. Program Studi PGSD/PGMI
2. Program Studi D.III Bahasa Inggris
3. Program Akta IV Non Kependidikan.

Dasar permohonan ketiga jurusan tersebut bahwa disamping partisipasi masyarakat didalam mencerdaskan kehidupan bangsa, juga membaca situasi kebutuhan akan tenaga pendidik yang ada di Kota/Kabupaten Bima saat sekarang ini. Lembaga pendidik cukup banyak jumlahnya terutama sekolah dasar, tetapi semakin lama tenaga pendidiknya semakin kurang karena banyak yang pensiun. Karena begitu banyaknya kekurangan guru maka setiap saat terjadi mutasi Guru, yang terkadang mutasi tersebut kebanyakan diterima dengan baik dan tidak rela. Tetapi tuntutan pengabdian maka apapun yang terjadi harus terpaksa menerima mutasi tersebut. Hal ini bukan saja dialami oleh lembaaga pendidikan dasar tetapi juga lembaga pendidikan tingkat menengah pertama maupun menengah umum. Baik itu sekolah yang bernaung di DIKNAS maupun pada DEPARTEMEN AGAMA.

Kenyataan ini Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyaah berupaya semaksimal mungkin memperjuangkan ketiga program studi tersebut di ijinkan untuk dibuka, tetapi pertimbangan pihak yang berwewenang lain. Tetapi suatu kesukuran bahwa diantara ketiga Program Studi yang diusulkan itu hanya satu program Studi yang ditunda dulu untuk pemberian ijinnya yaitu Program Studi D.III Bahasa Inggris. Dengan demikian bahwa pada tahun 2003 Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah (STIT) Suana Giri Bima secara resmi membuka dua buah Program Studi baru dengan ijin operasionalnya berupa “KEPUTUSAN KOORDINATOR KOPERTAIS WILAYAH IV SURABAYA. NOMOR: 466/SK/KOP.IV/2003, TENTANG IJIN PENYELENGGARAAN PROGRAM DIPLOMA II PENDIDIKAN GURU SEKOLAH DASAR /MADRASAH IBTIDAIYAH (PGSD/PGMI) DAN PROGRAM AKTA IV SEKOLAH TINGGI ILMU TARBIYAH SUNAN GIRI BIMA”. Tanggal 9 Juni 2003.

Dengan demikian bahwa pada tahun Akademik 2003/2004 Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah (STIT) Sunan Giri Bima sudah mempunyai tiga Program Studi yaitu :

1. Program Studi PGSD/PGMI (D2)
2. Program Studi Strata Satu (S1)
3. Program Studi Akta IV Non Kependidikan

Untuk tahun Akademi 2006/2007 STIT Sunan Giri Bima tidak lagi membuka Program D-II PGSD/MI bahwa program tersebut nampaknya sudah tidak sejalan lagi dengan Undang-Undang No.14 Tahun 2005 tentang Guru dan Dosen, Undang-Undang No.19 tentang Standar Nasional Pendidikan (SNP).

Kemudian pada tahun 2007/2008 STIT Sunan Giri Bima bekerjasama dengan Universitas Nahdlatul Wathon Mataram membuka Program Strata Satu Pendidikan Ekonomi Koperasi dengan Gelar S.Pd, yaitu untuk menjadi Guru Ekonomi Koperasi pada SMA atau MA dan pada tahun 2008/2009 STIT Sunan Giri Bima melakukan kerjasama dengan STKIP Hamzanwadi Selong dengan membuka tiga jurusan yaitu Sejarah, Bahasa Indonesia dan Bahasa Inggris.

Pada tahun 2014, STIT Sunan Giri Bima mendapatkan ijin operasional dua prodi. Kedua prodi tersebut diperoleh berdasarkan Keputusan Direktur Jenderal Pendidikan Islam Nomor: 3656 Tahun 2014 tentang Izin Penyelenggaraan Program Studi pada Perguruan Tinggi Agama Islam Swasta tahun 2014, yaitu:

Prodi Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah (PGMI).
Pendidikan Bahasa Arab (PBA)

ALAMAT
Monggonao, Mpunda, Bima, West Nusa Tenggara 84116
Telp :
Email :
Website : http://www.stitsunangiribima.ac.id/