Syekh Jalaluddin al-Mahally

0

Nama lengkapnya adalah Muhammad bin Ahmad bin Muhammad bin Ibrahim Jalalluddin al-Mahalli Asy-Syafi’i, dilahirkan di Kairo, Mesir pada tahun 791 Hijriyah, dan wafat pada permulaan 864 Hijriyyah.

Beliau adalah seorang yang sungguh-sungguh menekuni berbagai ilmu agama, antar lain Fiqih, Tauhid, Ushul Fiqh, Nahwu, Shorof dan Ilmu Mantiq. Beliau berguru kepada Syekh al-Badr Mahmud al-Aqsara’i, Syekh al-Burhan aal-Bajuri, Syekh Asy-Syams al-Basati, Syekh Al-A’la al-Bukhari dan lain-lainnya. Di masanya ia merupakan seorang ‘alamah terkemuka, terkenal pandai dalam pemahaman masalah-masalah agama, sehingga sebagian orang menyebutnya seorang yang memiliki pemahaman yang brillian melebihi kecemerlangan berlian. Tetapi ia sendiri mengatakan bahwa dirinya tidak mampu banyak menghafal, dan sesungguhnya pemahaman yang dimilikinya tidak mau menerima kekeliruan. Ia jug terkenal seorang ulama yang saleh dan wara’, konsisten kepada pemahaman salaf, dan tidak pernah berhenti dari kegiatan ber-amar ma’ruf nahi munkar, meskipun mendapat cacian orang dalam membela perkara yang haq.

Dalam menghadapi para pembedar dan penguasa yang dzalim, dia selalu berpegang teguh kepada kebenaran. Mereka sering datang mengunjunginya, tetapi ia tidak terpengaruh oleh mereka, bahkan mereka tidak diperkenankan masuk menemuinya. Pernah ditawarkan kepadanya jabatan qadi terbesar di negerinya, tetapi ia tidak mau menerimanya. Dia lebih suka memegang Majelis Tadris Fiqih di al-Muayyidiyah dan al-Darquqiyyah. Kitab yang ditulisnya menjadi pusat perhatian banyak orang dan dijadikannya sebagai pengangan mereka dalam belajar. Kelebihannya ialah gaya bahasanya sangat ringkas, data-datanya lengkap dan terseleksi, ungkapannya fasih, uraiannya dan penyelesaiannya sangat jelas. Diantara karya tulisnya ialah Kitab Syarah Jam’ al Jawami’ fil Ushul. Kitab Syarah al-Minhaj (Tentang Fiqih Syafi’i). Kitab Syarah al-Waraqat (tentang ushul fikih). Kitab Kanz ar-Raghibin fi Syarh fi Syarh al-Minhaj. Kitab al-Badr at-Thali’ fi Halli Jam’ al-Jawami dan Kitab Tafsir Al-Qur’an.

Kitab Tafsir Al-Qur’an yang terakhir disebut ini ditulis oleh Syekh Jalaluddin al-Mahally mulai surat Al-Baqarah sampai surat Al-Isra’ karena beliau telah dipanggil oleh Allah Swt. Kemudian dilanjutkan oleh Syekh Jalaluddin as-Suyuti. Sehingga kelak kitab tafsir tersebut dikenal dengan nama kitab Tafsir al-Jalalain karena ditulis oleh dua orang, yaitu Syekh Jalaluddin as-Mahalli dan Jalaluddin as-Suyuthi.