Makam Sunan Prapen Gresik Penguasa Giri Kedaton

0

Makam Sunan Prapen terletak di Dusun Klangonan, Desa Klangonan, Kecamatan Kebomas, Kabupaten Gresik. Secara Geografis, Makam Srandil memiliki luas lahan + 625 m2 dengan panjang 25 m, lebar 25 m. Batas Utara berbatasan dengan Tanah milik PT. Semen Gresik, sebelah Timur berbatasan dengan tanah milik perorangan, sebelah selatan dan barat berbatasan dengan pemakaman umum. Secara Astronomi, letak Makam Srandil terletak pada titik koordinat, pada 07°10’02.7 LS dan 112°37’43.2 BT dengan ketinggian + 74 meter di atas permukaan laut dan orientasi bangunan makam menghadap ke selatan. Terdapat 2 (Dua) Juru Pelihara yang ditugaskan oleh BPCB Mojokerto untuk menjaga situs.

Dari gapura keluar kompleks utama makam Sunan Giri, terdapat papan petunjuk menuju makam Sunan Prapen yang termasuk wilayah Desa Klangonan, Kecamatan Kebomas. Ada jasa tukang ojek, Jalan paving sepanjang sekitar 300 meter teduh oleh rimbunnya bambu yang tumbuh di kanan dan kiri jalan. Berbeda dengan kompleks makam Sunan Giri yang dilengkapi toko-toko suvenir khas objek wisata religi seperti perlengkapan ibadah dan makanan khas Gresik, jalan menuju makam Sunan Prapen sangat sepi.

 Di antaranya, makam Sunan Prapen ini sudah resmi tercatat sebagai salah situs bersejarah Balai Pelestari Cagar Budaya (BPCB) Jawa Timur. Seperti di kompleks makam Sunan Giri, untuk mencapai bangunan makam Sunan Prapen, peziarah harus menaiki puluhan anak tangga. Namun, bukit menuju makam Sunan Prapen tak setinggi bukit makam Sunan Giri. Di antara pohon-pohon tinggi dan teduh, terdengar suara burung-burung kecil memecah kesunyian.

Makam Sunan Prapen berada di bangunan utama. Selain berukuran lebih besar, bangunan joglo ini berwarna lebih cerah. Di bagian tengah bangunan, terdapat bangunan berdinding kayu bermotif ukiran. Bangunan tersebut dikelilingi kain tirai putih. Tepat di bagian pintu bangunan, kain tirai dibuka. Namun, pintu kayu bermotif ukiran itu tertutup rapat. Peziarah hanya diizinkan membaca doa di teras joglo berlantai tekel kuning.

 

Sunan Prapen adalah penguasa Giri Kedaton (1548 M – 1605 M) yang paling besar sepeninggal Sunan Giri. Beliau telah berjasa dalam memperkuat pemerintahannya baik di Jawa Timur, Jawa Tengah maupun di sepanjang pantai pulau-pulau Nusantara bagian timur. Paruh kedua abad ke-16 merupakan masa kemakmuran Giri/Gresik sebagai pusat peradaban pesisir Islam dan pusat ekspansi Jawa di bidang ekonomi dan politik di Indonesia bagian timur.
Menjelang akhir hidupnya Beliau ingin menghormati kakeknya, pendiri dinasti pimpinan rohani di Giri, Menurur cerita setempat beliau memerintahkan membangun cungkup di atas makam Sunan Giri pada tahun 1590 M. Pada tahun 1601 M, seorang pelaut Belanda bernama Oliver van Noort ketika singgah di Gresik mendengar bahwa raja tua itu berumur 120 tahun. Menurut Graaf Sunan Prapen meninggal pada tahun 1605 M, sedangkan menurut babad Gresik ditandai denngan candrasengkala “Prapen Dadi Golonganing Ratu” atau tahun 1547 saka / 1625 M.