Dzikir dengan Suara Nyaring

0

Dasar-Dasar/Dalil Dzikir Dengan Suara Nyaring Dasar dari ayat al-Qur’an

Surat Ali Imron ayat 191
Artinya:

(Yaitu) orang-orang yang mengingat Allah sambil berdiri atau duduk atau dalam keadan berbaring dan mereka memikirkan tentang penciptaan langit dan bumi (seraya berkata): “Ya Tuhan kami, tiadalah Engkau menciptakan ini dengan sia-sia, Maha Suci Engkau, maka peliharalah kami dari siksa neraka. (QS. Ali Imron: 191)

Surat al-Ahzab ayat 35,41,42.
Artinya:

Sesungguhnya laki-laki dan perempuan yang mus-lim, laki-laki dan perempuan yang Mu’minm laki-la-ki dan perempuan yang tetap dalam keta’atannya, laki-laki dan perempuan yang benar, laki-laki dan perempuan yang sabar, laki-laki dan perempuan yang khusyu’, laki-laki dan perempuan yang ber-sedekah, laki-laki dan perempuan yang berpuasa, laki-laki dan perempuan yang memelihara kehor-matannya, laki-laki dan perempuan yang banyak menyebut (nama) Allah, Allah telah menyediakan untuk mereka ampunan dan pahala yang besar. (QS. Al-Ahzab: 35)

Artinya:

Hai orang-orang yang beriman, berzdikirlah (den-gan menyebut nama) Allah, zikir yang sebanyak-banyaknya. (QS. Al-Ahzab: 41)

Artinya:

Dan bertasbihlah kepada-Nya diwaktu pagi dan petang. (QS. Al-Ahzab: 42)

Dasar-dasar dari hadits nabi.

Artinya:

Diriwayatkan dari Abu Huroiroh bahwa Rasulullah SAW bersabda: Sesungguhnya Allah memiliki para Malaikat yang berkeliling di jalanan untuk mencari orang-orang ahli dzikir. Dan ketika mereka mene-mukan sekelompok orang yang senantiasa berdzikir kepada Allah, para Malaikat ini kemudian memang-gil, “ Ambillah kebutuhan kalian.” (HR. Muttafakun Alaihi. Tirmidzi dan Ahmad)

Dasar dari pendapat para ulama’.

Imam Ibnu Al-Jauzi
Imam Ibnu Jauzi dalam kitabnya “Khusn al-Khosin” menjelaskan bahwa: “setiap dzikir yang disyariat-kan, baik dalam kategori wajib maupun sunnah, tidak akan diberi pahala kecuali telah diucapkan minimal dapat didengar oleh dirinya sendiri.

Imam Abdul Wahab As-Sya’roni
Para ulama’ berijma’ atas wajibnya dzikir dengan suara keras.

Syeh Ibnu ‘Athoillah As-Sakandari
Syeh Ibnu ‘Athoillah berpendapat dengan dibo-lehkannya dzikir dengan suara keras ketika dalam kondisi dzikir bersama-sama.

Sumber : Buku Amaliah NU dan Dalilnya