Tanda–Tanda Hari Kiamat

0

Tanda – tanda hari kiamat cukup banyak, antara lain : hilangnya tolong menolong dalam agama, sebagaimana sabda Nabi s.a.w.

يَأْتِىْ عَلَى النَّاسِ زَمَانٌ اَلصَّابِرُ فِيْهِمْ عَلَى دِيْنِهِ كَااْلقَابِضِ عَلَى اْلجَمْرِ

Artinya : Akan datang pada manusia, masa di mana orang yang sabar terhadap ajaran agamanya bagaikan orang yang memegang bara api. (HR. Tirmidzi)

Tanda kiamat yang lain adalah :

يَكُوْنُ فِى اَخِرِ الزَّمَانِ عُبَّادٌ جُهَّالٌ وَقُرَّاءٌ فَسَقَةٌ

Artinya : Akan ada di akhir zaman, ahli ibadah yang bodoh, dan banyak penghafal al-Qur’an yang fasik. (HR. al-Hakim, Abu Naim)

لاَيَقُوْمُ السَّاعَةُ حَتَّى يَتَبَاهَى النَّاسُ فِى اْلمَسَاجِدِ

Artinya : Hari kiamat tidak akan terjadi hingga orang-orang saling membanggakan masjid masingmasing. (HR. Ahmad, Abu Dawud)

Tanda-tanda kiamat yang lain adalah: terputusnya silaturrahim, orang terpercaya dianggap khianat, orang khianat justru dipercaya, penjelasan tentang ini telah ada dalam riwayat Thabrani dari Anas bin Malik. Tanda kiamat yang lain adalah ukuran bulan tsabit mengembang, bulan tsabit terlihat kembali pada malam berikutnya, sehingga orang akan mengatakan telah terjadi dua malam untuk satu bentuk bulan tsabit yang sama. Tanda kiamat yang lain adalah sebagaimana terdapat dalam hadits berikut :

Artinya : Orang-orang shaleh dari generasi awal akan meninggal dunia, dan yang tersisa hanya orang-orang berperangai buruk, mirip tersisanya buah kurma yang disortir. (HR. Bhuhari, Ahmad)

لاَتَقُوْمُ السَّاعَةُ حَتَّى يَكُوْنَ الزُّهْدُ رِوَايَةً، وَاْلوَرَعُ تَصَنُّعًا

Artinya : Kiamat tidak akan terjadi sampai sifat zuhud hanya menjadi riwayat, dan wira’i hanya sebagai kepura-puraan. (HR. Abu Naim)

اَنْ يَكُوْنَ اْلوَلَدُ غَيْظًا وَاَنْ يَكُوْنَ اْلمَطَرُ قَيْظًا وَاَنْ يَفِيْضَ اللَّئَامُ فَيْضًا

Artinya : Munculnya anak yang suka marahmarah, hujan turun dimusim panas, dan banyak sekali orang yang berperangai buruk. (HR. Thabrani)

Artinya : Hari kiamat tidak akan terjadi sampai semua kabilah dipimpin oleh orang munafik, dan pemimpin kaum adalah yang paling hina di antara mereka, dan yang memimpin kabilah adalah orang-orang fasik (HR. Tirmidzi, Thabrani)

Tanda- tanda kiamat yang lain adalah ketika sudah banyak mihrab yang dihias dan banyak hati yang rusak. Juga tanda kiamat yang lain adalah, ketika terjadi transaksi dagang dimana-mana sehingga para istri membantu suaminya dalam berdagang, dan banyak persaksian palsu, amanat dijadikan harta rampasan, dan zakat dijadikan hutang, begitu juga ketika seoranglaki-laki sudah tunduk pada istrinya dan berani kepada ibunya, merendahkan temannya, dan mengusir ayahnya, dan banyak terjadi kegaduhan dalam masjid. Begitu juga tanda-tanda kiamat adalah munculnya biduan dari kalangan budak, menyebarnya alat-alat musik, minuman keras, dan generasi akhir umat ini telah melaknat generasi awal.

Tanda-tanda kiamat yang lain adalah :

لاَتَقُوْمُ السَّاعَةُ حَتَّى تَرَوْنَا اُمُوْرًا عِظَامًا لَمْ يُحَدِّثُوْ بِهَا اَنْفُسَكُمْ، يَتَفَاقَمَ شَأْنُهَا فِى اَنْفُسِكُمْ وَتَسْأَلُوْنَ هَلْ كَانَ نَبِيُّكُمْ ذَكَرَ لَكُمْ مِنْهَا ذِكْرًا، وَحَتَّى تَرَوُا اْلجِبَالَ تَزُوْلَ عَنْ اَمَاكِنِهَا.

Artinya : Hari kiamat tidak akan datang sampai kalianmenyaksikan peristiwa-peristiwa besar yang sebelumnya tidak pernah kalian perbincangkan, namun pertiwa tersebut semakin mengusik kalian sehingga membuat kalian bertanya, “apakah nabi pernah menjelaskan permasalahan tersebut ?” bahkan kalian juga akan melihat gunung-gunung begeser dari tempatnya. (HR. Ahmad, Thabrani)

اذَِا وُسِدَ الْامَْر الِىَ غَيرِْ اهَْلهِ فاَنتْظَِرِ الساَّعَةَ

Artinya : Apabila suatu urusan telah diserahkan kepada yang bukan ahlinya, maka tunggulah hari kiamat. (HR. al-Buhari, Ahmad, dan Tabrani)

لاَ تَذْهَبُ الدُّنْيَا حَتَّى يَمُرَّ الرَّجُلُ عَلَى اْلقَبْرِ فَتَمَرَّغَ عَلَيْهِ وَيَقُوْلُ يَالَيْتَنِى كُنْتُ مَكَانَ صَاحِبَ هَذَا اْلقَبْرِ

Artinya : Dunia tidak akan sirna sampai ada seorang yang lewat di atas makam sambil berkata, “andai saja aku bisa menggantikan tempat orang yang ada dalam makam ini.” (HR. Muslim)

لاَتَقُوْمُ السَّاعَةُ حَتَّى تُوْجَدُ اْلمَرْاَةُ نَهَارًا تَنْكِحُ اىَْ تَجَامَعَ وَسَطَ الطَّرِيْقِ لايَنُْكِرُ ذَالكَِ اَحَدٌ.

Artinya : Hari kiamat tidak akan terjadi hingga terdapat seorang perempuan yang mesum di siang hari, yakni, berzina di jalanan tanpa ada seorangpun yang mengingkarinya. (HR. al-Hakim)

لاَتَقُوْمُ السَّاعَةُ حَتَّى تَتَنَاكَرَ اْلقُلُوْبُ وَتَخْتَلِفَ اْلاقََاوِيْلُ وَيَخْتَلفَِ اْلاخِْوَانُ مِنَ اْلابَِ وَاْلامُِّ فِى الدِّيْنِ

Artinya : Hari kiamat tidak akan terjadi sampai hati manusia saling mengingkari, (mempertanyakan perbedaan pendapat informasi simpang siur) dan berbeda agama antara ayah, ibu dan teman. (HR. Dailami) Di antara tanda-tanda kiamat adalah ketika didirikan menara-menara di masjid, namun Allah tidak pernah disembah di dalamnya, keinginan manusia hanya urusan perut, kemulian terdapat
pada harta benda, kiblatnya adalah perempuanperempuan, dan agamanya adalah uang.

Tanda-tanda kiamat yang lain adalah,ketika malam dan siang terus terganti sementara al-Qur’an yang berada dalam hati kaum muslimin
hanya diperlakukan seperti baju, segala sesuatu diwarnai dengan ketamakan, dan jika mereka melakukan sesuatu yang dilarang Allah dia berkata, “semoga Allah mengampuniku atas dosa yang aku perbuat.” Juga tanda-tanda kiamat adalah ketika islam dipelajari hanya sebagai aksesoris seperti hiasan pada baju, hingga seseorang tidak lagi mengetahui apa itu puasa, shalat, haji dan sedekah, dan yang tersisa hanya orang-orang lanjut usia yang berkata, “kami pernah menjumpai ayahayah kami mengucapkan kalimat La Ilaha Illallah,
sehingga kamipun ikut mengucapkannya.” Dan akhirnya la Ilaha Illallah tidak pernah lagi diucapkan dimuka bumi.

Rasulullah s.a.w. bersabda :

لاَتَقُوْمُ السَّاعَةُ حَتَّى يَظْهَرَ اْلفَحْشُ وَاْلبُخْلُ ، وَيُخَوَّنُ اْلامَِيْنُ ، وَيُؤْمَنُ اْلخَائِنُ، وَيَهْلكُِ اْلوُعُوْلُ ، وَتَظْهَرُ التُّحُوْتُ، قَالُوْا : يَارَسُوْلُ اللهِ وَمَا التُّحُوْتُ اْلوُعُوْلُ ؟، قَالَ : اَلْوُعُوْلُ وُجُوْهُ النَّاسِ وَاَشْرَافِهِمْ، وَالتُّحُوْتُ الذَّيْنَكَانُوْا تَحْتَ اَقْدَامِ النَّاسِ.

Artinya : Hari kiamat tidak akan datang sampai muncul banyak perbuatan keji dan sifat kikir, orang yang amanah akan dianggap khianat, dan orang yang khianat justru akan dipercaya, banyak “wu’ul” yang akan meninggal dunia, dan banyak muncul “tuhut.” Para sahabat bertanya, apakah yang dimaksud dengan wu’ul dan tuhut, ya Rasul ?, Rasulullah menjawab, wu’ul adalah orang-orang yang mulya dan terhormat, dan tuhut adalah orang-orang yang hina. (HR. al-Thabrani)

Rasulullah s.a.w. bersabda :
لاَتَقُوْمُ السَّاعَةُ حَتَّى تَخْرُجَ سَبْعُوْنَ كَذَّابًا، قلُتُْ : وَمَا ايََاتهُمُْ ؟ ، قاَلَ : يَأتْوُْنَكُمْ بسُِنَّة لمَْ تَكُوْنُوْا عَلَيْهَا ، يُغَيِّرُوْنَ بِهَا سُنَّتَكُمْ ، فَاِذَا
رَأَيْتُمُوْهُمْ فَاجْتَنِبُوْهُمْ

Artinya : Hari kiamat tidak akan datang sampai muncul 70 orang pembohong. Aku bertanya : seperti apakah ciri-cirinya ?, Rasul s.a.w. menjawab : mereka akan datang kepada kalian dengan membawa sebuah tindakan yang belum pernah kalian praktikkan, mereka akan mengganti sunah kalian dengan sunah yang dibawanya. Jika kalian melihat mereka, maka jauhilah. (HR. Bukhari)

Di antara tanda kiamat adalah, ketika sudah banyak perkataan dan sedikit perbuatan, persahabatan hanya di bibir saja, dan hatinya saling berselisih, banyak memutuskan tali persaudaran, orang telah banyak memamerkan ilmunya tetapi tidak mengamalkannya, Maka pada saat seperti itu Allah melaknat mereka dan membutakan matanya. Berkata al-Baihaqi dan ulama’ lainnya, bahwa tanda-tanda tersebut di atas adalah tandatanda kecil atas akan munculnya kiamat, sedangkan tanda-tanda yang besar adalah sebagai berikut. Kami akan menutup hadits-hadits di atas dengan hadits riwayat dari Muslim dalam kitab “Shahih” dari Khudzaifah ibnu Usaid al- Ghifari r.a. berikut ini :

Artinya : Nabi s.a.w. muncul ketika kami sedang berdiskusi. beliau bersabda : apa yang kalian diskusikan ?, mereka menjawab, ‘kami sedang mendiskusikan kiamat’, lalu beliau bersabda : kiamat tidak akan terjadi sebelum kalian melihat sepuluh tanda-tandanya. Yaitu
keluarnya kabut besar, dajal, dabbah, matahari terbit dari barat, munculnya Isa bin Maryam, terjadi tiga gerhana, gerhana di timur, gerhana di barat dan gerhana di jazirah Arab, serta munculnya api Yaman yang menggiring manusia ke Padang Mahsyar. (HR. Muslim)

Mengenai masalah “dukhan”, al-Alamah al- Khazin telah menjelaskan dalam tafsirnya riwayat dari Khudzaifah r.a. ia berkata, “ya Rasulullah apakah “dukhan” itu ?, Rasul menjawab: “pada hari ketika langit membawa kabut yang nyata. (QS. Al-Dukhan :10) kabut tesebut akan memenuhi bumi dari barat sampai timur selama 40 hari 40 malam, orang yang beriman akan menderita semacam asma, sedangkan orang kafir seperti orang mabuk. Kabut tersebut akan keluar dari lubang hidung, telinga, dan dubur mereka.” Sedangkan “Dajjal” sebagaimana dalam riwayat Muslim dari Hisyam bin Urwah ia berkata :

Artinya : Saya mendengar Rasulullah s.a.w. bersabda : rentang waktu antara penciptaan Adam dan hari kiamat, tidak ada makhluk yang lebih besar dari Dajjal. Makna Dajjal adalah tukang fitnah. (HR. Muslim)

Imam Bukhari meriwayatkan

اَنَّ النَّبِّيَّ صلى الله عليه وسلم ذَكَرَ الدَّجَّالَ فَقَالَ : اِنَّهُ اَعْوَرَ اْلعَيْنِ اْليُمْنَ كَاَنَّهَا عُنُبَةَ طًافِيَةٍ

Artinya : Nabi s.a.w. menuturkan tentang Dajjal, bahwa dia juling matanya sebelah kanan, mirip seperti buah anggur yang menonjol dari dompolnya.(HR. Bukhari)

عَنْ اَنَسٍ رضي الله عنه قَالَ : قَالَ رَسُوْلُ اللهِ صلى الله عليه وسلم ، مَا مِنْ نَبِيٍّ اِلاَّ وَقَدْ اَنْذَرَ اُمَّتَهُ اْلاَعْوَارَ اْلكَذَّابَ ، اَلاَ اِنَّهُ
اَعْوَرٌ ، وَاِنَّ رَبَّكُمْ لَيْسَ بِأعَْوَرَ ، مَكْتُوْبٌ بَيْنَ عَيْنَيْهِ كَافِرٌ.

Artinya : Dari Anas r.a. berkata, Nabi s.a.w. bersabda : tidak ada seorang nabipun kecuali telah memperingatkan umatnya tentang “si juling yang pembohong.” Ingatlah sesungguhnya ia adalah juling, pada dahinya tertulis lafadz “kafir.” (HR. Bukhari)

Al-Baghawi meriwayatkan dari Asma’ binti Yazid, bahwa : fitnah dajjal yang paling besar adalah ketika ia mendatangi seorang baduwi, lantas berkata : “bagaimana jika aku hidupkan untamu yang mati ?, Baduwi menjawab, “boleh,” lalu ada syetan yang menyamar menjadi unta yang gemuk dan besar kantong susunya. Dajjal juga mendatangi orang yang keluarganya telah meninggal dunia. Lalu berkata, “bagaimana kalau keluargamu aku hidupkan kembali ?”, dan tidakkah aku ini tuhanmu ?”. orang tersebut menjawab, “boleh”. Lalu datanglah Syetan menyerupai saudaranya yang meninggal dunia.

Diriwayatkan dari Mughirah bin Syu’bah ia berkata : “tidak ada seorangpun yang bertanya kepada Raulullah s.a.w. tentang dajjal sebagaimana yang aku tanyakan. Sabda Rasul : “ia tidak akan menimpakan madlarat padamu.” Aku bertanya, “ sungguh banyak orang mengatakan bahwa dajjal akan membawa segunung roti dan air.” Lalu Nabi bersabda : “itu lebih mudah bagi Allah dari yang ia lakukan.”

Al-Tirmidzi meriwayatkan dari Abu Bakar as-Shidiq sebagai berikut :
Artinya : Rasulullah s.a.w. telah memberitahu kami tentang dajjal, ia muncul dari kawasan timur bernama Khurasan diikuti oleh kaum yang dahinya lebar. (HR. Tirmidzi)

Sahabat Anas meriwayatkan
Rasulullah s.a.w. bahwa dajjal akan diikuti oleh 70.000 penduduk Isfahan yang memakai busana motif bergaris-garis. (HR. Muslim)

Imam Nawawi menukil
Qadhi Iyadh bahwa : Hadits-hadits di atas yang menjelaskan tentang Dajjal adalah argumentasi bagi Madzhab yang benar tentang keberadaan dajjal. Ia adalah makhluk yang dengannya Allah menguji para hambanya. Allah memberikan kekuatan padanya untuk bisa menghidupkan orang yang mati. Ia mampu mendatangkan kemewahan dunia, ia mampu menyuruh langit untuk turun hujan dan menyuruh bumi menumbuhkan tanaman. Dan semua itu sebenarnya adalah takdir Allah. Kemudian setelah itu Allah melemahkannya, tetapi tidak ada satu orangpun yang mampu membunuhnya kecuali Isa bin Maryam, kemudian Allah menyelamatkan orang-orang yang beriman. Demikiam inilah Madzhabnya kelompol Ahlussunah wal Jama’ah, para ahli hadits dan madzhabnya para ulama ahli fiqh. Berbeda dengan kelompok Khawarij, Jahmiyah dan sebagian Mu’tazilah. Adapun hewan “Dabbah”, maka telah meriwayatkan al-Khazin dari Tsa’labah dari Khudzaifah bin al-Yaman. Sebagai berikut : “Rasulullah telah menyebutkan masalah keluarnya “Dabbah” di akhir zaman nanti. Aku bertanya, ‘dari manakah keluarnya ?, Rasul s.a.w. menjawab, “dari masjid yang paling besar. Lantas ketika Isa sedang thawaf di Ka’bah bersama kaum muslimin, terjadilah gempa dan bukit Shafa tergeser dari tempat Sa’i. dari bukit itu kemudian keluar hewan dengan kepala mengkilat dan berbulu halus. Binatang itu tidak bisa dikejar oleh siapapun saking cepatnya. Dia akan meracuni semua orang baik mukmin maupun kafir. Orang mukmin yang mati terkena racun tersebut akan tertulis di wajahnya lafadz “Mukmin” sementara yang kafir akan tertulis “Kafir.”

Adapun mengenai matahari terbit dari barat terdapat riwayat Imam Bukhari dari Abu Dzar al-Ghifari sebagai berikut: “Ketika matahari terbenam Nabi s.a.w. bersabda kepadaku. Tahukah kamu kemana matahari pergi ?, Aku menjawab, “Allah dan Rasulnya lebih tahu. Nabi menjawab, “Sesungguhnya matahari pergi untuk bersujud di bawah Arsy, guna meminta izin kepada Allah untuk kembali terbit, maka Allah mengijinkan. Sampai akhirnya matahari pergi untuk bersujud dan tidak diterima sujudnya, dan ditolak ijinnya untuk terbit kembali. Lalu Allah berfirman, “Kembalilah ke tempat di mana kamu datang !, Akhirnya mataharipun terbit dari barat. Dan itulah yang dimaksudkan oleh Surat Yasin ayat 38.”

Dalam “Fath al-Bari” dijelaskan, “yang dimaksud dengan sujud adalah sujudnya malaikat yang mewakili matahari, atau mungkin juga suhud dengan isyarah.” Al-Nawawi berkata : “sujudnya matahari adalah kondisi khusus yang diciptakan oleh Allah s.w.t. untuk benda-benda langit.”

Adapun turunnya Isa bin Maryam dan keluarnya Ya’juj dan Ma’juj, Imam Muslim telah meriwayatkan dari Nuwas bin Sam’an r.a. ia berkata, “Pada suatu pagi, Rasulullah s.a.w. menceritakan perihal Dajjal. Sesekali beliau menyebut sebagai sesuatu yang hina, namun juga harus diwaspadai. Dan kami mengira makhluk tersebut berada di antara kumpulan orang di kebun kurma. Dan ketika kami pergi ke kebun kurma kami bisa melihatnya. Rasulullah ketika itu bertanya, “Ada apa dengan kalian ?”, Kami menjawab : “Ya Rasul, pada suatu pagi engkau menyebut perihal Dajjal, sesekali engkau menganggapnya sebagai sesuatu yang hina, namun terkadang engkau menganggapnya sebagai yang harus diwaspadai. Rasulullah menjawab, “Aku tidak terlalu menghawatirkan munculnya Dajjal ketika aku masih berada di tengah-tengah kalian, karena aku yang akan menjadi juru debat kalian. Tetapi ketika ia muncul, sedang aku tidak lagi berada di tengah-tengah kalian, maka setiap orang harus menyelamatkan dirinya masing-masing. Dan setiap orang mukmin bisa menjadikan Allah sebagai tamengnya. Sesungguhnya Dajjal itu seorang pemuda berambut keriting dan matanya menonjol seperti buah anggur yang keluar dari dompolnya seperti Abdul Uzza bin Qathan. Barang siapa yang menjumpainya bacalah surat al-Kahfi. Dajjal akan muncul dari daerah antara Syam dan Iraq, dia akan membuat kerusakan dari semua arah kanan dan kirinya. Teguhlah wahai hamba Allah. Kami bertanya, “Ya Rasulullah berapa lama Dajjal akan tinggal di bumi ?” Rasul menjawab : “Selama 40 hari. Di mana sehari sama dengan setahun, sehari sama dengan sebulan, sehari sama dengan seminggu, dan berikutnya sama dengan hari-hari biasa.” Kami kembali bertanya, “Ya Rasul apakah sehari yang bagai setahun itu kita cukup shalat satu hari saja ?,” Rasul menjawab, “Tidak, hendaklah kalian mengira-ngira sendiri.” Kami bertanya lagi, “Ya Rasul bagaiman gambaran kecepatannya ?.” Rasulullah menjawab, “Seperti air hujan yang diikuti tiupan angin, dia akan mendatangi setiap orang dan mengajaknya untuk mengikutinya, lalu dia akan menurunkan hujan, dan memerintahkan bumi untuk menumbuhkan tanaman, dan semua itu terwujud. Dan Hewan-hewan ternak menjadi gemuk. Dajjal juga mendatangi orang-orang yang akhirnya tidak mau mengikutinya, akhirnya mereka mengalami paceklik dan jatuh miskin. Kemudian Dajjal berjalan melewati reruntuhan bangunan sambil berkata, “Keluarkan harta simpananmu.” Maka keluarlah banyak kekayaan yang semuanya mengikuti Dajjal seperti segerombolan lebah. Lalu Dajjal akan memanggil seorang pemuda untuk dia penggal menjadi dua bagian, lalu dia hidupkan kembali. Setelah demikian datanglah Isa al-Masih a.s. dari arah Menara Putih Damaskus, ia memakai baju rangkap dua yang berbau wangi Za’faran. Ia meletakkan kedua tangannya di atas sayap Malaikat, jika ia merunduk atau mengangkat kepala, maka meneteslah keringat yang bagai mutiara. Ia akan membunuh setiap orang kafir. Ia terus berjalan mencari Dajjal, dan sampai akhirnya ia menemukannya di pintu gunung Ludd dan dibunuhlah Dajjal di tempat tersebut.

Setelah itu Isa menghampiri suatu kaum yang dilindungi dari fitnah Dajjal, Isa mengusap wajah mereka dan memberitahukan tentang derajat mereka di surga. Lalu Allah memberikan wahyu kepada Isa, “sesungguhnya aku akan mendatangkan hambanku yang tidak bisa dibunuh oleh siapapun, maka ajaklah para sahabatmu naik ke bukit Tursina.” Setelah demikian muncullah Ya’juj Ma’juj dari dataran tinggi, ketika rombongan melewati lautan, maka mereka meminum semua air laut, lalu Nabi Isa dan para sahabatnya terkepung, dan saat itu satu kepala sapi lebih berharga daripada 100 dinar. Lalu Isa dan para pengikutnya berdoa agar Allah mengirim ulat ke tubuh Ya’juj Ma’juj agar mereka mati. Lalu Isa dan para sahabatnya turun dari bukit Tursina dan tidak menemukan sebidang tanahpun kecuali penuh dengan bangkai Ya’juj Ma’juj. Kemudian Isa berdoa, lalu Allah mengirim burung Unta untuk mengangkat bangkai-bangkai tersebut untuk dilempar ketempat yang dikehendaki Allah. Lalu turunlah hujan lebat untuk mencuci seluruh permukaan bumi. Allah kemudian berfirman, “Wahai bumi tumbuhkan buah-buahan dan kembalikan berkahmu.” Maka tumbuhlah buah delima yang besar-besar, susu unta yang melimpah sampai-sampai susu seekor unta bisa mencukupi segerombolan manusia, susu seekor sapi bisa mencukupi satu kabilah dan susu seekor kambing bisa mencukupi satu kampung.

Ketika umat manusia dalam kondisi sangat makmur yang demikian, tiba-tiba Allah mengirim aroma wangi dari bawah ketiak mereka dan setiap orang mukmin akan meninggal dunia ketika mencium bau tersebut. Setelah itu yang tersisa tinggallah orang-orang buruk yang suka mencabuli perempuan di tempat umum seperti keledai. Dan kepada mereka inilah kiamat akan digelar.”

Adapun tanda kiamat berupa “Api yang keluar dari Yaman.” Menurut pendapat para ulama’ bahwa, manusia akan digiring secara massal sebanyak empat kali: dua di antaranya di dunia, yaitu ketika Rasulullah s.a.w. mengusir orang Yahudi dari Madinah ke Syam. Dan ketika api menggiring manusia dan semua makhluk hidup ke sebuah tempat menjelang datangnya kiamat. Peristiwa ini terjadi menjelang ditiupnya sangkakala yang pertama. Dan yang hidup waktu itu tinggallah orang-orang kafir. Adapun di akhirat, manusia akan digiring ke padang Mahsyar dan selanjutnya digiring ke surga atau ke neraka.

Sumber: Buku Risalah