Tabanni (Adopsi)

0

Tabanni (Adopsi)

Pertanyaan :

Mengangkat anak orang lain untuk diperlakukan, dijadikan, diakui sebagai anak sendiri (waladush shulbi au radha’) hukumnya tidak sah.

Jawab :

Keterangan, dari kitab:

  1. Lubab al-Ta’wil fi Ma’ani al-Tanzil [1]

أَنَّ النَّبِيَّ –  قَالَ مَنِ ادَّعَى إِلَى غَيْرِ أَبِيْهِ وَهُوَ يَعْلَمُ أَنَّهُ غَيْرُ أَبِيْهِ فَالْجَنَّةُ عَلَيْهِ حَرَامٌ

Sungguh Nabi Saw. bersabda: “Barangsiapa mengaku orang lain sebagai bapaknya, dan ia tahu bahwa orang tersebut memang bukan bapaknya, maka surga diharamkan terhadap dirinya.”

2. Ma’alim al-Tanzil [2]

قَالَ قَتَادَةُ لاَ يَجُوْزُ أَنْ يَقُوْلَ فِيْهِ زَيْدٌ بْنُ مُحَمَّدٍ فَإِنْ قَالَ لَهُ اَحَدٌ مُتَعَمِّدًا عَصَى وَمَنْ يَعْصِى اللهَ وَرَسُوْلَهُ فَقَدْ ضَلَّ ضَلاَلاً بَعِيْدًا

Qatadah berkata: “Siapa pun tidak  boleh berkata tentang Zaid bin Haritsah: “Zaid bin Muhammad.” Jika seseorang dengan sengaja mengatakan seperti itu, maka ia telah maksiat, dan barang siapa bermaksiat kepada Allah Swt. dan RasulNya, maka niscaya ia tersesat dengan kesesatan yang sangat jauh.”

Penjelasan:

Pengangkatan anak tidak bisa menjadikan anak tersebut sederajat dengan anak sendiri di dalam nasab, mahram maupun hak waris.

[1]   Ali bin Muhammad al-Khazin, Lubab al-Ta’wil fi Ma’ani al-Tanzil, (Beirut: Dar al- Kutub al-Ilmiyah, 2004), Jilid III, h. 409.

[2]   Abu Muhammad al-Baghawi, Ma’alim al-Tanzil pada Lubab al-Ta’wil fi Ma’ani al-Tanzil, (Beirut: Dar al- Fikr, 1979), Jilid V, h. 230. Redaksi ini merupakan gubahan dari teks aslinya yang cukup panjang, dalam penafsiran ayat 5, surah al-Ahzab.

Sumber: Ahkamul Fuqaha no. 347
KEPUTUSAN MUNAS
ALIM ULAMA
Di Sukorejo Situbondo Pada Tanggal 13 – 16 Rabiul Awwal 1404 H./18 – 21 Desember 1983 M.