Mengawini Anak Tiri

0

Mengawini Anak Tiri

Pertanyaan : Apakah boleh mengawini anak dari istri yang telah dithalaq (bekas anak tirinya) yang tidak dipelihara/kumpul dengan pengawin?.

Jawab : Mengawini anak tiri itu tidak boleh, kalau dia sudah pernah bersetubuh dengan ibunya. Sebab termasuk mahram yang haram dinikah.

Keterangan, dari kitab:

  1. Fath al-Mu’in dan I’anah al-Thalibin [1]

(وَكَذَا فَصْلُهَا) … (إِنْ دَخَلَ بِهَا)

( قَوْلُهُ وَكَذَا فَصْلُهَا إِلَخ ) … أَيْ وَكَمَا يَحْرُمُ أَصْلُ الزَّوْجَةِ يَحْرُمُ أَيْضًا فَصْلُ الزَّوْجَةِ

(Dan begitu pula anak perempuannya) … (bila seseorang pernah bersetubuh dengan si istri)

(Ungkapan Syaikh Zainuddin al-Malibari: “Dan begitu pula anak anak perempuannya.”) … Maksudnya sebagaimana haram menikahi ibu si istri, haram pula menikahi anak perempuannya.

[1] Zainuddin al-Malibari dan al-Bakri bin Muhammad Syaththa al-Dimyathi, Fath al-Mu’in dan I’anah al-Thalibin, (Beirut: Dar al-Fikr, 2002), Jilid III, h. 335-336.

Sumber: Ahkamul Fuqaha no. 288
KEPUTUSAN KONFERENSI BESAR
PENGURUS BESAR SYURIAH
NAHDLATUL ULAMA KE 1
Di Jakarta Pada Tanggal 21 – 25 Syawal 1379 H. / 18 – 22 April 1960 M.