Menyaksikan Gila untuk Pembubaran Nikah

0

Menyaksikan Gila untuk Pembubaran Nikah

Pertanyaan : Bagaimana pendapat Anda sekalian tentang orang yang berkata: “Tidak sah menyaksikan gila untuk pembubaran nikah, kecuali kalau saksi itu dokter.” dengan tidak mengingat apa yang tersebut dalam kitab fiqh, benarkah perkataan itu?. Kalau perkataan itu benar, apakah sah penyaksian dokter kafir?.

Jawab : Perkataan itu benar, dan tidak sah penyaksian dokter kafir.

Keterangan, dari kitab:

  1. Mughni al-Muhtaj [1]

وَيُشْتَرَطُ فِي الشاَّهِدِ بِالْعُيُوْبِ الْمَعْرِفَةُ بِالطِّبِّ كَمَا حَكَاهُ الرَّافِعِيُّ في التَّهْذِيبِ

Disyaratkan bagi saksi tentang aib, mengetahui ilmu kedokteran, sebagaimana pendapat yang dikisahkan al-Rafi’I dalam al-Tahdzib.

[1] Muhammad al-Khathib al-Syirbini, Mughni al-Muhtaj, (Beirut: Dar al-Fikr, 1424 H/2003 M), Jilid IV, h. 420-421.

Sumber: Ahkamul Fuqaha no. 269
KEPUTUSAN MUKTAMAR
NAHDLATUL ULAMA KE-15
Di Surabaya Pada Tanggal 10 Dzulhijjah 1359 H. / 9 Pebruari 1940 M.