Jual Kontrak (Penjualan Tempo dengan Janji yang Tertentu dalam Tempo yang Tertentu Pula)

0

Jual Kontrak (Penjualan Tempo dengan Janji yang Tertentu dalam Tempo yang Tertentu Pula)

Pertanyaan : Apakah sah jual kontrak (penjualan tempo dengan janji-janji yang tertentu dalam tempo yang tertentu pula) apabila salah satu dari pembeli dan penjual tidak memenuhi janji, maka diadakan denda yang tertentu?.

Jawab : Penjualan itu tidak sah. Apabila janji-janji itu dalam akad atau setelah akad tapi belum ada ketetapan penjualan.

Keterangan, dari kitab:

  1. Syarah al-Mahali [1]

(وَعَنْ بَيْعٍ وَشَرْطٍ) رَوَاهُ عَبْدُ الْحَقِّ فِي اْلأَحْكَامِ عَنْ عَمْرِو بْنِ شُعَيْبَ عَنْ أَبِيْهِ عَنْ جَدِّهِ. وَرَوَى اَبُوْ دَاوُدَ وَغَيْرُهُ بِهَذَا الطَّرِيْقِ: لاَيَحِلُّ سَلَفٌ وَبَيْعٌ وَلاَ شَرْطٌ وَبَيْعٌ .

(Dan -Nabi Saw. melarang- dari jual beli dan disertai persyaratan), riwayat Abdul Haqq dalam al-Ahkam dari Amr bin Syu’aib dari ayahnya dari kakeknya, dan Abu Dawud serta ulama lain meriwayatkannya dengan jalur sanad ini, yaitu: “Tidak halal menghutang dan sekaligus jual beli, dan tidak halal persyaratan dan sekaligus jual beli.”

  1. Tarsyih al-Mustafidin [2]

قَالَ فِي التُّحْفَةِ وَالنِّهَايَةِ  لِأَنَّ كُلَّ شَرْطٍ مُنَافٍ لِمُقْتَضَى الْعَقْدِ إِنَّمَا يُبْطِلُ إِنْ وَقَعَ فِيْ صُلْبِ الْعَقْدِ أَوْبَعْدَهُ وَقَبْلَ لُزُوْمِهِ لاَ إِنْ تَقَدَّمَ عَلَيْهِ وَلَوْ فِيْ مَجْلِسِهِ .

Ibn Hajar dan al-Ramli dalam al-Tuhfah dan al-Nihayah berkata: “Sebab setiap persyaratan yang menafikan konsekuensi akad itu membatal akad tersebut, hanya jika terjadi dalam akad, atau sesudahnya dan sebelum luzum (tetap)nya, bukan bila mendahului akad walaupun di majlis akad.

[1] Jalaluddin al-Mahalli, Syarah Minhaj al-Thalibin pada Hamisy al-Qulyubi dan Umairah, (Beirut: Dar al-Fikr, 1415 H/1995 M), Jilid II, h. 177.

[2] Alawi al-Saqqaf, Tarsyih al-Mustafidin, (Beirut, Dar al-Fikr, t.th.), h. 226.

Sumber: Ahkamul Fuqaha no. 268
KEPUTUSAN MUKTAMAR
NAHDLATUL ULAMA KE-15
Di Surabaya Pada Tanggal 10 Dzulhijjah 1359 H. / 9 Pebruari 1940 M.