Shalat Hari Raya di Lapangan

0

Shalat Hari Raya di Lapangan

Pertanyaan : Bagaimana hukum shalat hari Raya di lapangan, apabila mesjid tidak muat?.

Jawab : Sunat shalat hari Raya di lapangan, apabila mesjidnya tidak mencukupi, itu hukumnya sunat dan sunat pula mengadakan shalat hari Raya di mesjid untuk orang-orang yang tidak mampu datang ke lapangan.

Keterangan, dari kitab:

  1. Al-Minhajul al-Qawim [1]

وَيُسَنُّ فِعْلُهَا فِي الْمَسْجِدِ لِشَرَفِهِ فَإِنْ صَلَّى فِي الصَّحْرَاءِ كُرِهَ وَيَقِفُ نَحْوُ الْحَيْضِ بِبَابِهِ إِلاَّ إِذَا ضَاقَ عَنِ النَّاسِ فَالسُّنَّةُ فِعْلُهَا فِي الصَّحْرَاءِ لِلأِتِّبَاعِ. وَيُكْرَهُ فِعْلُهَا حِيْنَئِذٍ فِي الْمَسْجِدِ وَكَاتِّسَاعِهِ حُصُوْلُ نَحْوِ مَطَرٍ مَانِعٍ مِنَ الصَّحْرَاءِ. وَتُسَنُّ فِيْ مَسْجِدِ مَكَّةَ وَبَيْتِ الْمُقَدَّسِ مُطْلَقًا تَبَعًا لِلسَّلَفِ وَالْخَلَفِ.

Disunatkan melaksanakan shalat hari raya di mesjid demi kemuliaan mesjid, jika shalat di lapangan maka hukumnya makruh, wanita haid berdiri di pintu mesjid, kecuali jika mesjid sudah tidak muat lagi maka disunatkan melaksanakannya di lapangan karena mengikuti Rasulullah Saw. Dalam keadaan mesjid tidak muat, maka makruh melaksanakannya di mesjid. Sama dengan cukupnya mesjid, adanya hujan yang mencegah pelaksanaan shalat di lapangan (yakni tentang kemakruhannya). Secara mutlak disunatkan shalat di mesjid al-Haram Mekkah dan Bait al-Maqdis (Palestina) karena mengikuti ulama salaf dan khalaf.

  1. Tuhfah al-Muhtaj [2]

وَيَسْتَخْلِفُ نَدْبًا إِذَا ذَهَبَ إِلَى الصَّحْرَاءِ مَنْ يُصَلِّي فِي الْمَسْجِدِ بِالضَّعَفَةِ وَمَنْ لَمْ يَخْرُجْ .

Dan ketika Imam shalat di lapangan, maka bagi orang yang shalat di masjid karena lemah fisiknya dan orang yang tidak shalat di lapangan sunnah menggantikannya mengimami shalat di masjid.

[1] Ibn Hajar al-Haitami, al-Minhaj al-Qawim, (Mesir: Musthafa al-Halabi, 1358 H/1939 M), Cet. Ke-4,  Juz I, h. 400.

[2] Ibn Hajar al-Haitami, Tuhfah al-Muhtaj pada hamisy Abdul Hamid al-Syirwani, Hasyiyah al-Syirwani (Mesir: Dar al-Shadr, t. th.), Jilid III, h. 48.

Sumber: Ahkamul Fuqaha no. 217
KEPUTUSAN MUKTAMAR
NAHDLATUL ULAMA KE-13
Di Menes Banten Pada Tanggal 13 Rabiuts Tsani 1357 H. / 12 Juli 1938 M.