Membaca al-Qur’an dengan Putus-putus untuk Memudahkan Mengajar Hijaiyyah

0

Membaca al-Qur’an dengan Putus-putus untuk Memudahkan Mengajar Hijaiyyah

Pertanyaan : Bagaimana hukum membaca al-Qur’an dengan diputus-putus seperti alif-fathah, lam-fathah, mim-sukun, alam mim nun fathah, syin-sukun, nas-ra-fathah kha-sukun-rah, alam nasirah, apakah termasuk mengubah yang diharamkan?, Atau tidak?, Demikian itu untuk memudahkan mengajar Hijaiyyah?.

Jawab : Bahwasanya membaca al-Qur’an terputus-putus itu boleh, dan tidak termasuk mengubah, karena sangat diperlukan.

Keterangan, dari kitab:

  1. Syarwani [1]

(فَرْعٌ) آخِرُ الْوَجْهِ جَوَازُ تَقْطِيْعِ حُرُوْفِ الْقُرْآنِ فِي الْقِرَاءَةِ لِلْحَاجَةِ إِلَى ذَلِكَ.

Menurut pendapat yang terakhir, dalam membaca al-Qur’an boleh memotong-motong huruf-hurufnya.

[1] Abdul Hamid al-Syirwani, Hasyiyah al-Syirwani (Beirut: Dar al-Fikr, t. th.), Jilid I, h. 154.

Sumber: Ahkamul Fuqaha no. 232
KEPUTUSAN MUKTAMAR
NAHDLATUL ULAMA KE-13
Di Menes Banten Pada Tanggal 13 Rabiuts Tsani 1357 H. / 12 Juli 1938 M.