Dayah Darul Ihsan Krueng Kalee, Aceh Besar

0

Profil

Dari sinilah cerita Dayah Krueng Kalee bermula.

Teungku Haji Muhammad Hasan yang pada tahun 1916 baru kembali dari Mekah mengambil alih Dayah Krueng Kalee. Dengan semangat baru yang dibawa dari Mekah dan dengan dorongan keras usia yang baru 30 tahun, dia mencoba membangun kembali Dayah Krueng Kalee dalam arti yang sungguh-sungguh, sehingga dalam waktu yang singkat dayah Krueng Kalee telah menjadi sebuah pusat pendidikkan Islam yang besar di Aceh.

Beliau juga sedikit demi sedikit mengikis kebiasaan-kebiasaan masyarakat setempat yang menyimpang dari ajaran agama. Salah satunya adalah memberantas khurafat atau tradisi boros berupa tradisi kenduri besar-besaran di saat panen.

Sebelumnya masyarakat melakukan upacara besar dengan menyembelih hewan ternak dengan cara yang sadis.

Santri-santri dayah tersebut bukan hanya putra daerah sekitar, akan tetapi juga berasal dari luar daerah seperti dari Riau, Jambi dan Minangkabau.

Santri yang belajar di Dayah Krueng Kalee dikategorikan menjadi dua kelompok. Mereka adalah santri mukim dan santri kalung. Santri mukim ialah para santri yang menetap dan tinggal di pondok dayah (asrama) yang terdapat di kompleks dayah. Mereka berasal dari daerah-daerah di luar kecamatan Darussalam dan berasal dari luar Aceh.

Sedangkan santri kalung adalah para santri yang berasal dari desa-desa sekitar lokasi dayah. Para santri ini hanya datang pada jam-jam belajar saja. Waktu belajar bagi santri mukim adalah mulai dari pukul 08.00 WIB pagi sampai dengan pukul 12.00 WIB siang, dan kemudian istirahat.

Pelajaran dimulai kembali pada pukul 15.00 WIB sampai pukul 18.00 WIB petang, dan pada jam 16.30 WIB salat ?sar, sesudah itu mereka istirahat dan salat maghrib, kemudian sesudah salat isya mereka belajar kembali.

Dalam proses pembelajarannya, Dayah Krueng Kalee menganut metode terpadu, yaitu keterpaduan antara pendidikan umum dengan pendidikan agama. Meski demikian, porsi pembelajaran pendidikan agama lebih tinggi dari pendidikan umum. Untuk kurikulumnya, dayah ini menggunakan kitab-kitab kuning sebagai bahan rujukan dan pembelajaran.

Pendidikan

Dayah Darul Ihsan Abu Hasan Krueng Kalee, Siem Aceh, Darussalam, Aceh Besar kembali membuka peluang bagi putra-putri Anda jenjang MTS dan MA untuk mendalami bahasa Arab, bahasa Inggris dan Kitab Kuning (Arab Gundul).

Fasilitas

Fasilitas Pondok Pesantren : Masjid, asrama santri, kantor, asrama pengasuh, dapur, gedung sekolah, lapangan, koperasi santri, perpustakaan, laboratorium komputer, laboratorium bahasa, gudang, kamarmandi/wc, klinik kesehatan. Lembaga Pendidikan

Ekstrakurikuler

Seni baca Al-Qur’an, marawis, baca kitab kuning, pidato, pramuka, komputer, bahasa asing, kaligrafi, silat, basket, voli, sepakbola.

Alamat

Dayah Darul Ihsan Krueng Kalee
siem, darussalam aceh besar,KAB. ACEH BESAR,Aceh
Email: darulihsanabuhasan@gmail.com
Web : darulihsanabuhasan.com