Merawat Jenazah yang Tidak Pernah Shalat dan Puasa

0

Merawat Jenazah yang Tidak Pernah Shalat dan Puasa

Pertanyaan : Seorang yang tak pernah shalat dan puasa selama hidupnya, ia adalah putra Indonesia, sewaktu meninggal dunia. Apakah ia dirawat sebagai orang Islam, ataukah tidak?.

Jawab : Betul harus dirawat sebagai orang Islam, karena dia itu orang Islam selama tidak menyatakan kekufuran, dalam perkataan atau perbuatan.

Keterangan, dari kitab:

  1. Al-Iqna [1]

وَيُحْكَمُ لِلصَّبِيِّ أَوْ لِلصَّغِيْرِ ذَكَرًا كَانَ أَوْ أُنْثَى أَوْ خُنْثَى باِْلإِسْلاَمِ عِنْدَ وُجُوْدِ ثَلاَثَةِ أَسْبَابٍ أَوَّلُهَا مَا ذَكَرَهُ بِقَوْلِهِ أَنْ يُسْلِمَ أَحَدُ أَبَوَيْهِ.

Seorang anak kecil lelaki ataupun perempuan atau pula banci dihukumi sebagai orang Islam jika sudah terdapat tiga sebab, yang pertama salah satu dari kedua orang tuanya telah Islam.

  1. Bughyah al-Mustarsyidin[2]

(مَسْأَلَةُ ب) يَجِبُ تَجْهِيْزُ كُلِّ مُسْلِمٍ مَحْكُوْمٍ بِإِسْلاَمِهِ وَإِنْ نَحَشَتْ ذُنُوْبُهُ وَكَانَ تَارِكًا لِلصَّلاَةِ وَغَيْرِهَا مِنْ غَيْرِ جُحُوْدٍ.

Wajib merawat (jenazah) setiap muslim yang dihukumi/diakui islamnya walaupun banyak dosanya, meninggalkan shalat dan lainnya selama tidak mengingkarinya.

[1] Muhammad al-Khatib al-Syarbini, al-Iqna’ dalam Sulaiman al-Bujairimi, Tuhfah al-Habib ‘ala al-Iqna’, (Mesir: Musthafa al-Halabi, 1338 H), Jilid IV, h. 206.

[2] Abdurrahman Ba’alawi, Bughyah al-Mustarsyidin, (Mesir: Musthafa al-Halabi, 1371 H/1952 M)), h. 92.

Sumber: Ahkamul Fuqaha no. 141
KEPUTUSAN MUKTAMAR
NAHDLATUL ULAMA KE-8
Di Jakarta Pada Tanggal 12 Muharram 1352 H. / 7 Mei 1933 M.