Lupa Rukun Shalat dan Sujud Sahwi

0

Dalam melaksanakan shalat mungkin pula ada hal – hal yang dilupakan, misalnya:

  1. Lupa melaksanakan yang fardlu.
  2. Lupa melaksanakan sunat ab’adl.
  3. Lupa melaksanakan sunat hai’at.

Jika yang dilupakan itu fardlu, maka tidak cukup diganti dengan sujud sahwi. Jika orang telah ingat ketika ia sedang shklat, haruslah cepat-cepat ia melaksanakannya; atau ingat setelah salam, sedang jarak waktunya masih sebentar, maka wajiblah ia menunaikannya apa yang terlupakan, lalu sujud sahwi (sujud sunat karena lupa).

Jika yang dilupakan itu sunat ah’adi ; maka tidak perlu diu – langi, yakni kita meneruskan shalat itu hingga selesai, dan se­ belum salam kita disunatkan sujud sahwi.

Jika yang terlupakan itu sunat hai’at ; maka tidak perlu di­ ulangi apa yang dilupakan itu, dan tidak perlu sujud sahwi.

Lafazh sujud sahwi :


SUBHAANA MAN LAA YANAAMU WALAA YAS-HU.

Artinya :
“Mahasuci Allah yang tidak tidur dan tidak lupa”.

Sujud sahwi itu hukumnya sunat, dan letaknya sebelum sa­lam, dikerjakan dua kali sebagaimana sujud biasa.

Apabila orang bimbang atau ragu-ragu tentang jumlah bi­ langan raka’at yang telah dilakukan, haruslah ia menetapkan yang yakin, yaitu yang paling sedikit dan hendaklah ia sujud sah­wi.