Wiridan Setelah Shalat Jumat

0

Pertanyaan:

Dapat kita jumpai dzikir setelah Jumat ada yang melakukan sebagaimana setelah shalat lima waktu, dan juga ada yang membaca al-fatihah, al-Ikhlas, al-Falaq dan an-Nas yang semua dibaca 7 kali. Bagaimana dalil keduanya?

Jawaban:

Dzikir tersebut sama-sama memiliki sumber dari hadis, kendatipun dalil yang sahih menurut al-Hafidz Ibnu Hajar adalah dzikir sebagaimana yang terdapat dalam salat 5 waktu. Oleh karenya al-Hafidz Ibnu Hajar menganjurkan mendahulukan dzikir tersebut kemudian dilanjutkan dengan al-Fatihah, al-Ikhlas, al-Falaq dan an-Nas.

Sementara bentuk dzikir yang kedua setelah Jumat adalah:

مَنْ قَرَأَ بَعْدَ صَلاَةِ الْجُمْعَةِ قُلْ هُوَ اللهُ أَحَدٌ وَقُلْ أَعُوْذُ بِرَبِّ الْفَلَقِ وَقُلْ أَعُوْذُ بِرَبِّ النَّاسِ سَبْعَ مَرَّاتٍ اَعَاذَهُ اللهُ بِهَا مِنَ السُّوْءِ إِلَى الْجُمْعَةِ اْلأُخْرَى (رواه ابن السني في عمل يوم وليلة عن عائشة)

“Barangsiapa yang membaca setelah salat Jumat ‘Qul Huwa Allahu Ahad’, ‘Qul A’udzu Bi Rabbi al-Falaq’ dan ‘Qul A’udzu Bi Rabbi an-Nas’ sebanyak 7 kali, maka Allah akan menjaganya sampai hari Jumat berikutnya” (HR Ibnu as-Sunni dalam kitabnya al-Yaum wa al-Lailah dari Aisyah).

Al-Hafidz Ibnu Hajar mengatakan bahwa:

قَالَ ابْنُ حَجَرٍ سَنَدُهُ ضَعِيْفٌ وَلَهُ شَاهِدٌ مِنْ مُرْسَلِ مَكْحُوْلٍ أَخْرَجَهُ سَعِيْدُ بْنُ مَنْصُوْرٍ فِي سُنَنِهِ عَنْ فَرَجِ بْنِ فُضَالَةَ وَزَادَ فِي أَوَّلِهِ فَاتِحَةَ الْكِتَابِ وَقَالَ فِي آخِرِهِ كَفَّرَ اللهُ عَنْهُ مَا بَيْنَ الْجُمْعَتَيْنِ، وَفَرَجٌ ضَعِيْفٌ اهـ فيض القدير – (ج 6 / ص 264)

“Sanad hadis ini dlaif, namun diperkuat dengan riwayat mursal dari Makhul yang diriwayatkan oleh Said bin Manshur dalam kitab Sunan-nya dari Faraj bin Fudlalah. Ia menambahkan di permulaannya dengan ‘al-Fatihah’. Dan Faraj dinilai dlaif” (Faidl al-Qadiir 6/264).
Meski demikian, sesuai kesepakatan mayoritas Ahli Hadis menyatakan bahwa hadis dlaif dapat diamalkan untuk menambah motifasi dalam ibadah (Fadlail al-A’mal)

Sedangkan Hujjatul Islam, Imam al-Ghazali menjadikan hadis ini sebagai anjuran untuk membacanya setelah salat Jumat (Baca kitab Bidayat al-Hidayah, Bab Salat Jumat)[]

Sumber: Buku JAWABAN AMALIYAH DAN IBADAH
Yang Dianggap Bid’ah, Sesat, Syirik dan Kafir