Siksa Kubur

0

Pertanyaan:

Saya seorang wali murid dan memiliki anak yang bersekolah di sekolah negeri menengah atas. Belum lama ini anak saya menerima pelajaran ekstra kurikuler yang diasuh oleh para siswa senior dan memberi pelajaran keislaman dengan mengatakan bahwa siksa kubur tidak ada, karena tidak ada dalam al-Quran. Bagaimanakah pandangan Ahlisunnah tentang siksa kubur? Ust. Imam Thohir, Sby.

Jawaban:

Al-Quran dan Hadis adalah dua sumber hukum utama dalam Islam, begitu pula Ijma’ Ulama dan Qiyas. Jika sebuah hukum atau peristiwa tidak ada dalam al-Quran, namun disebutkan dalam hadis sahih, maka hadis tersebut harus diterima.
Diriwayatkan dari Sahabat al-Barra’ bin Azib:

عَنِ الْبَرَاءِ بْنِ عَازِبٍ عَنِ النَّبِىِّ  قَالَ (يُثَبِّتُ اللهُ الَّذِينَ آمَنُوا بِالْقَوْلِ الثَّابِتِ) قَالَ نَزَلَتْ فِى عَذَابِ الْقَبْرِ فَيُقَالُ لَهُ مَنْ رَبُّكَ فَيَقُولُ رَبِّىَ اللهُ وَنَبِيِّىَ مُحَمَّدٌ  فَذَلِكَ قَوْلُهُ عَزَّ وَجَلَّ (يُثَبِّتُ اللهُ الَّذِينَ آمَنُوا بِالْقَوْلِ الثَّابِتِ فِى الْحَيَاةِ الدُّنْيَا وَفِى الآخِرَةِ)

“Allah berfirman, “Allah meneguhkan (iman) orang-orang yang beriman dengan ucapan yang teguh itu”. (QS.Ibrahim: 27). Nabi bersabda, “Ayat ini turun mengenai siksa kubur. Orang yang dikubur itu ditanya, “siapa Rabb (Tuhan)mu?” Lalu dia menjawab, “Allah Rabbku, dan Muhammad Nabiku.” (HR. Muslim, 5117).

Hadis-hadis sahih riwayat Bukhari, Muslim, Ahmad dan sebagainya juga banyak yang meriwayatkan tentang siksa kubur. Bahkan al-Baihaqi secara khusus mengarang kitab Isbat Adzab al-Qabri dengan mencantumkan 20 hadis sahih. Daintaranya adalah doa yang dibaca saat tahiyat akhir.

Dan tidak benar jika dalam al-Quran sama sekali tidak ada dalil tentang siksa kubur. Dalam al-Quran dinyatakan:

النَّارُ يُعْرَضُونَ عَلَيْهَا غُدُوًّا وَعَشِيًّا وَيَوْمَ تَقُومُ السَّاعَةُ أَدْخِلُوا آَلَ فِرْعَوْنَ أَشَدَّ الْعَذَابِ [غافر/46]

“Kepada mereka dinampakkan neraka pada pagi dan petang. Dan pada hari terjadinya Kiamat. (Dikatakan kepada malai-kat): “Masukkanlah Fir`aun dan kaumnya dalam azab yang sangat keras” (Ghafir: 46). Begitu pula:

وَلَنُذِيقَنَّهُمْ مِنَ الْعَذَابِ الأَدْنَى دُونَ الْعَذَابِ الأَكْبَرِ لَعَلَّهُمْ يَرْجِعُونَ [السجدة/21]

“Dan sesungguhnya Kami merasakan kepada mereka sebahagian azab yang dekat (di dunia) sebelum azab yang lebih besar (di akhirat); mudah-mudahan mereka kembali (ke jalan yang benar).” (as-Sajdah 21)

Sumber: Buku JAWABAN AMALIYAH DAN IBADAH
Yang Dianggap Bid’ah, Sesat, Syirik dan Kafir