Memungut Derma untuk Mendirikan Mesjid yang Akan Dibangun

0

Memungut Derma untuk Mendirikan Mesjid yang Akan Dibangun

Pertanyaan : Bolehkah memungut derma untuk mendirikan mesjid yang akan dibangun, karena menurut keterangan ulama bahwa wakaf untuk mesjid yang akan dibangun itu tidak sah?.

Jawab : Boleh. Adapun tidak sahnya wakaf untuk mesjid yang akan dibangun itu disebabkan karena belum adanya obyek yang diwakafinya. Jadi permulaannya terputus (munqathi awwal).

Keterangan, dalam kitab:

  1. Syarah al-Bahjah[1]

(قَوْلُهُ فَيَصِيْرُ مَسْجِدًا إلخ) وَمِثْلُهُ مَنْ يَأْخُذُ مِنَ النَّاسِ أَمْوَالاً لِيَبْنِيَ بِهَا نَحْوَ مَدْرَسَةٍ أَوْ رِبَاطٍ أَوْ بِئْرٍ أَوْ مَسْجِدٍ فَيَصِيْرَ مَا بَنَاهُ كَذَلِكَ بِمُجَرَّدِ بِنَائِهِ. إهـ.

Masalahnya sama (boleh) dengan orang yang mengambil harta/uang dari warga utuk membangun sekolah, pondok, sumur dan mesjid.

[1]   Abdurrahman al-Sya’rani, Hasyiyah ‘ala Syarah al-Bahjah, (Beirut: Dar al-Kutub al-Ilmiah, t. th.), Jilid III. H. 367.

Sumber: Ahkamul Fuqaha no.73
KEPUTUSAN MUKTAMAR
NAHDLATUL ULAMA KE-4
Di Semarang Pada Tanggal 14 Rabiuts Tsani 1348 H. / 19 September 1929 M.