Memakai Sandal yang Diketemukan di Mesjid

0

Memakai Sandal yang Diketemukan di Mesjid

Pertanyaan : Bolehkah memakai sandal yang diketemukan di mesjid, misalnya karena sandalnya hilang?.

Jawab : Tidak boleh! Karena sandal tersebut adalah barang temuan (luqathah).

Keterangan, dalam kitab:

  1. Bughyah al-Mustarsyidin[1]

مِنَ اللُّقَطَةِ أَنْ تُبْدَلَ نَعْلُهُ بِغَيْرِهَا فَيَأْخُذُهَا فَلاَ يَحِلُّ لَهُ اسْتِعْمَالُهَا إِلاَّ بَعْدَ تَعْرِيْضِهَا  بِشَرْطِهِ أَوْ تَحَقُّقِ اِعْرَاضِ الْمَالِكِ عَنْهَا فَإِنْ عُلِمَ أَنَّ صَاحِهَبَا تَعَمَّدَ أَخْذَ نَعْلِهُ جَازَ لَهُ بَيْعُهَا ظَفْرًا بِشَرْطِهِ

Termasuk luqathah (barang temuan) adalah tertukarnya sandal seseorang dengan sandal orang lain kemudian ia mengambilnya, maka ia tidak halal memakainya kecuali setelah diumumkannya sesuai dengan persyaratannya, atau sudah yakin bahwa si pemiliknya memang telah meninggalkannya. Jika diketahui bahwa pemiliknya memang sengaja mengambil sandalnya, maka ia boleh menjual sandal orang tersebut dalam rangka dufr (mengambil hak) sesuai dengan persyaratannya.

[1] Abdurrahman Ba’alawi, Bughyah al-Mustarsyidin, (Surabaya: al-Hidayah, t. th.), h. 178.

Sumber: Ahkamul Fuqaha no. 91
KEPUTUSAN MUKTAMAR
NAHDLATUL ULAMA KE-5
Di Pekalongan Pada Tanggal 13 Rabiuts Tsani 1349 H. / 7 September 1930 M.