Menerjemahkan Khotbah Jum’at Selain Rukunnya

0

Menerjemahkan Khotbah Jumat Selain Rukunnya

Pertanyaan :

Bolehkah menerjemahkan khotbah Jumat selain rukunnya atau beserta rukunnya? Apabila diperbolehkan apakah yang terbaik dengan bahasa Arab saja, atau beserta terjemahannya? Apabila yang terbaik beserta terjemahannya, apa faedahnya?

Jawaban :

Menerjemahkan khotbah Jum’at selain rukunnya itu boleh, sebagaimana tersebut dalam kitab-kitab mazhab Syafi’i. Muktamar ini memutuskan: bahwa yang terbaik adalah khotbah dengan bahasa Arab kemudian diterangkan dengan bahasa yang dimengerti oleh hadirin. Adapun faedahnya ialah: Supaya hadirin mengerti petuah-petuah yang ada dalam khotbah.

Keterangan, dari kitab:

  1. Al-Hawasyi al-Madaniyah[1]

وَكَوْنُهُمَا بِالْعَرَبِيَّةِ وَإِنْ كَانَ الْكُلُّ أَعْجَمِيِّيْنَ لإِتْبَاعِ السَّلَفِ وَالْخَلَفِ (قَوْلُهُ بِالْعَرَبِيَّةِ) أَي اْلأَرْكَانُ دُوْنَ مَا عَدَاهَا قَالَ يُفِيْدُ أَنَّ كَوْنَ مَا عَدَا اْلأَرْكَانَ مِنْ تَوَابِعِهَا بِغَيْرِ الْعَرَبِيَّةِ لاَ يَكُوْنُ مَانِعًا مِنَ الْمُوَالاَةِ

Kedua khotbah dengan bahasa Arab, walaupun seluruh (jamaah) orang-orang non Arab demi mengikuti ulama salaf dan khalaf. Ketentuan dengan bahasa Arab tersebut (hanya) pada rukun-rukun khotbah dan bukan yang lain. Hal ini berarti bahwa di luar rukun khotbah, yakni hal-hal yang masih terkait dengan khotbah yang disampaikan tidak dengan bahasa Arab, tidak menjadi penghalang adanya kesinambungan khotbah.

[1] Muhamad Sulaiman al-Kurdi, Al-Hawasyi al-Madaniyah ‘ala Syarah Bafadhal, (Singapura-Jeddah: Mathba’ah al-Haramain t.th.), Juz II, h. 64.

Sumber: Ahkamul Fuqaha no. 10
KEPUTUSAN MUKTAMAR
NAHDLATUL ULAMA KE-1
Di Surabaya Pada Tanggal 13 Rabiuts Tsani 1345 H. / 21 Oktober 1926 M.