Khulu’ yang Diperintahkan Oleh Hakim

0

Khulu yang Diperintahkan Oleh Hakim

Pertanyaan : Bagaimana hukumnya Khulu (penebusan talaq) yang diperintahkan oleh seorang hakim (bukan kehendak yang bersangkutan) kepada orang yang akan memutuskan perkawinan agar supaya tidak merujuk kembali?.

Jawab : Hukum “ Khulu’ ” tersebut adalah sah! Apabila perintah hakim itu hanya semata-mata anjuran untuk kebaikan.

Keterangan, dalam kitab:

  1. Irsyad al-Sari[1]

عَنْ ابْنِ عَبَّاسٍ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ قَالَ جَاءَتْ امْرَأَةُ ثَابِتِ بْنِ قَيْسِ بْنِ شِمَاسٍ إِلَى النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَقَالَتْ يَا رَسُوْلَ اللهِ مَا أُنْقِمُ عَلَى ثَابِتٍ فِيْ دِيْنٍ وَلاَ خَلْقٍ إِلاَّ أَنِّيْ أَخَافُ الْكُفْرَ فَقَالَ رَسُوْلُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَفَتَرُدِّيْنَ عَلَيْهِ حَدِيْقَتَهُ فَقَالَتْ نَعَمْ فَرَدَّتْ عَلَيْهِ وَأَمَرَهُ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ بِفِرَاقِهَا فَفَارَقَهَا. وَلَمْ يَكُنْ أَمْرُهُ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ بِفِرَاقِهَا إِيْجَابًا وَإِلْزَامًا بِالطَّلاَقِ بَلْ أَمْرُ إِرْشَادٍ إِلَى مَا هُوَ اْلأَصْوَابُ.

Diriwayatkan dari Ibnu Abbas r.a. ia berkata bahwasannya istri Tsabit bin Qais bin Syimas datang kepada Rasulullah Saw. seraya berkata: wahai Rasulullah, aku tidak benci terhadap Tsabit baik dalam segi agama ataupun fisik. Hanya saja aku takut kufur “ maka Rasulullah Saw. bertanya: “apakah Anda ingin mengembalikan kebunnya padanya?” Istri Tsabit tersebut menjawab: “ya” kemudian ia mengembalikan kebunnya padanya. Maka Rasulullah Saw. memerintahkan Tsabit untuk menceraikannya”.

Perintah Rasul Saw. untuk menceraikan istri tersebut bukan merupakan perintah yang mewajibkan dan mengharuskan, namun hanya merupakan perintah yang bersifat pengarahan ke arah yang lebih benar.

[1]   Syihabuddin Ahmad al-Qisthalani, Irsyad al-Sari Qulyubi wa Umairah, (Beirut: Dar al-Fikr, t. th.), Jilid IV, h. 274.

Sumber: Ahkamul Fuqaha no. 38
KEPUTUSAN MUKTAMAR
NAHDLATUL ULAMA KE-3
Di Surabaya Pada Tanggal 12 Rabiuts Tsani 1347 H. / 28 September 1928 M.