Alat-alat Orkes untuk Hiburan

0

Alat-alat Orkes untuk Hiburan

Pertanyaan : Bagaimana hukum alat-alat orkes (mazammir al-lahwi) yang dipergunakan untuk bersenang-senang (hiburan)? Apabila haram, apakah termasuk juga trompet perang, trompet jamaah haji, seruling penggembala dan seruling permainan anak-anak (damenan, Jawa)?.

Jawaban : Muktamar memutuskan bahwa segala macam alat-alat orkes (malahi) seperti seruling dengan segala macam jenisnya dan alat-alat orkes lainnya, kesemuanya itu haram, kecuali trompet perang, trompet jamaah haji, seruling penggembala dan seruling permainan anak-anak dan lain-lain sebagainya yang tidak dimaksudkan untuk dipergunakan hiburan.

Keterangan, dalam kitab:

  1. Ihya’ Ulum al-Din[1]

فَبِهَذِهِ الْمَعَانِى يَحْرُمُ الْمِزْمَارُ الْعِرَاقِيُّ وَاْلأَوْتَارُ كُلُّهَا كَاْلعُوْدِ وَالضَّبْحِ وَالرَّبَّابِ وَالْبَرِيْطِ وَغَيْرِهَا وَمَا عَدَا ذَلِكَ فَلَيْسَ فِيْ مَعْنَاهَا كَشَاهِيْنِ الرُّعَاةِ وَالْحَجِيْجِ وَشَاهِيْنِ الطَّبَالِيْنَ.

Dengan pengertian ini maka haramlah seruling Irak dan seluruh peralatan musik yang menggunakan senar seperti, ‘ud, al-dhabh, rabbab dan barith (nama-nama peralatan musik Arab). Sedangkan yang selain itu maka tidak termasuk dalam pengertian yang diharamkan seperti (membunyikan suara menyerupai) burung elang yang dipergunakan oleh para penggembala, jamaah haji, dan pemukul genderang.

[1]   Hujjah al-Islam al-Ghazali, Ihya’ Ulum al-Din dalam Murtadha al-Zabidi, Ithaf Sadah al-Muttaqin, (Beirut: Maktabah Dar al-Fikr, t.th.), Juz VI, h. 474.

Sumber: Ahkamul Fuqaha no. 21
KEPUTUSAN MUKTAMAR
NAHDLATUL ULAMA KE-1
Di Surabaya Pada Tanggal 13 Rabiuts Tsani 1345 H. / 21 Oktober 1926 M.