Merawat Orang Tua atau Mertua?

0
Foto : Google

Allah subhanahu wa ta’ala mewajibkan kita agar berbuat baik kepada orang tua karena mereka berdua adalah orang yang pertama kali banyak berbuat baik kepada kita dan sebagai penyebab lahirnya kita di dunia. Namun, ketika seorang wanita menikah maka ia harus mampu membagi perhatiannya untuk keluarga dan suaminya, orang tua dan juga mertuanya. Ada sebagian orang berpendapat bahwa seorang wanita yang telah menikah harus lebih memperhatikan orang tua suaminya atau mertuanya. Benarkah demikian ? Lalu, jika ia dihadapkan pada situasi di mana ia harus merawat orang tua ataukah mertua manakah yang harus ia pilih ?

Penentuan pahala itu hak Allah, dan Allah tentu Maha Adil, yang terpenting kita ikhlas melakukan apapun semata karena Allah. Orang tua hak tertinggi untuk berbakti dan mertua ada di urutan di bawahnya.

ﻛﺘﺎﺏ ﺍﻟﺒﺮ ﻭﺍﻟﺼﻠﺔ ﻭﺍﻵﺩﺍﺏ ﺑﺎﺏ ﺑﺮﺍﻟﻮﺍﻟﺪﻳﻦ ﻭﺃﻧﻬﻤﺎ ﺃﺣﻖ ﺑﻪ2548 ﺣﺪﺛﻨﺎ ﻗﺘﻴﺒﺔ ﺑﻦ ﺳﻌﻴﺪ ﺑﻦ ﺟﻤﻴﻞ ﺑﻦ ﻃﺮﻳﻒ ﺍﻟﺜﻘﻔﻲﻭﺯﻫﻴﺮ ﺑﻦ ﺣﺮﺏ ﻗﺎﻻ ﺣﺪﺛﻨﺎ ﺟﺮﻳﺮ ﻋﻦ ﻋﻤﺎﺭﺓ ﺑﻦ ﺍﻟﻘﻌﻘﺎﻉ ﻋﻦﺃﺑﻲ ﺯﺭﻋﺔ ﻋﻦ ﺃﺑﻲ ﻫﺮﻳﺮﺓ ﻗﺎﻝ ﺟﺎﺀ ﺭﺟﻞ ﺇﻟﻰ ﺭﺳﻮﻝ ﺍﻟﻠﻪﺻﻠﻰ ﺍﻟﻠﻪ ﻋﻠﻴﻪ ﻭﺳﻠﻢ ﻓﻘﺎﻝ ﻣﻦ ﺃﺣﻖ ﺍﻟﻨﺎﺱ ﺑﺤﺴﻦﺻﺤﺎﺑﺘﻲ ﻗﺎﻝ ﺃﻣﻚ ﻗﺎﻝ ﺛﻢ ﻣﻦ ﻗﺎﻝ ﺛﻢ ﺃﻣﻚ ﻗﺎﻝ ﺛﻢ ﻣﻦﻗﺎﻝ ﺛﻢ ﺃﻣﻚ ﻗﺎﻝ ﺛﻢ ﻣﻦ ﻗﺎﻝ ﺛﻢ ﺃﺑﻮﻙ ﻭﻓﻲ ﺣﺪﻳﺚ ﻗﺘﻴﺒﺔﻣﻦ ﺃﺣﻖ ﺑﺤﺴﻦ ﺻﺤﺎﺑﺘﻲ ﻭﻟﻢ ﻳﺬﻛﺮ ﺍﻟﻨﺎﺱ

1: ﺍﻟﺤﺎﺷﻴﺔ ﺭﻗﻢ

[ ﺹ : 80 ] ﻗﻮﻟﻪ : ( ﻣﻦ ﺃﺣﻖ ﺍﻟﻨﺎﺱ ﺑﺤﺴﻦ ﺻﺤﺎﺑﺘﻲ ؟ﻗﺎﻝ : ﺃﻣﻚ ﺇﻟﻰ ﺁﺧﺮﻩ ) : ﺍﻟﺼﺤﺎﺑﺔ ﻫﻨﺎ ﺑﻔﺘﺢ ﺍﻟﺼﺎﺩ ﺑﻤﻌﻨﻰﺍﻟﺼﺤﺒﺔ . ﻭﻓﻴﻪ ﺍﻟﺤﺚ ﻋﻠﻰ ﺑﺮ ﺍﻷﻗﺎﺭﺏ ، ﻭﺃﻥ ﺍﻷﻡ ﺃﺣﻘﻬﻢﺑﺬﻟﻚ ، ﺛﻢ ﺑﻌﺪﻫﺎ ﺍﻷﺏ ، ﺛﻢ ﺍﻷﻗﺮﺏ ﻓﺎﻷﻗﺮﺏ . ﻗﺎﻝ ﺍﻟﻌﻠﻤﺎﺀ :ﻭﺳﺒﺐ ﺗﻘﺪﻳﻢ ﺍﻷﻡ ﻛﺜﺮﺓ ﺕﻋﺒﻬﺎ ﻋﻠﻴﻪ ، ﻭﺷﻔﻘﺘﻬﺎ ، ﻭﺧﺪﻣﺘﻬﺎ، ﻭﻣﻌﺎﻧﺎﺓ ﺍﻟﻤﺸﺎﻕ ﻓﻲ ﺣﻤﻠﻪ ، ﺛﻢ ﻭﺿﻌﻪ ، ﺛﻢ ﺇﺭﺿﺎﻋﻪ ، ﺛﻢﺗﺮﺑﻴﺘﻪ ﻭﺧﺪﻣﺘﻪ ﻭﺗﻤﺮﻳﻀﻪ ، ﻭﻏﻴﺮ ﺫﻟﻚ . ﻭﻧﻘﻞ ﺍﻟﺤﺎﺭﺙﺍﻟﻤﺤﺎﺳﺒﻲ ﺇﺟﻤﺎﻉ ﺍﻟﻌﻠﻤﺎﺀ ﻋﻠﻰ ﺃﻥ ﺍﻷﻡ ﺗﻔﻀﻞ ﻓﻲ ﺍﻟﺒﺮ ﻋﻠﻰﺍﻷﺏ ، ﻭﺣﻜﻰ ﺍﻟﻘﺎﺿﻲ ﻋﻴﺎﺽ ﺧﻼﻓﺎ ﻓﻲ ﺫﻟﻚ ، ﻓﻘﺎﻝﺍﻟﺠﻤﻬﻮﺭ ﺑﺘﻔﻀﻴﻠﻬﺎ ، ﻭﻗﺎﻝ ﺑﻌﻀﻬﻢ : ﻳﻜﻮﻥ ﺑﺮﻫﻤﺎ ﺳﻮﺍﺀ .ﻗﺎﻝ : ﻭﻧﺴﺐ ﺑﻌﻀﻬﻢ ﻫﺬﺍ ﺇﻟﻰ ﻣﺎﻟﻚ ، ﻭﺍﻟﺼﻮﺍﺏ ﺍﻷﻭﻝﻟﺼﺮﻳﺢ ﻫﺬﻩ ﺍﻷﺣﺎﺩﻳﺚ ﻓﻲ ﺍﻟﻤﻌﻨﻰ ﺍﻟﻤﺬﻛﻮﺭ . ﻭﺍﻟﻠﻪ ﺃﻋﻠﻢ .ﻗﺎﻝ ﺍﻟﻘﺎﺿﻲ : ﻭﺃﺟﻤﻌﻮﺍ ﻋﻠﻰ ﺃﻥ ﺍﻷﻡ ﻭﺍﻷﺏ ﺁﻛﺪ ﺣﺮﻣﺔ ﻓﻲﺍﻟﺒﺮ ﻣﻤﻦ ﺳﻮﺍﻫﻤﺎ . ﻗﺎﻝ : ﻭﺗﺮﺩﺩ ﺑﻌﻀﻬﻢ ﺑﻴﻦ ﺍﻷﺟﺪﺍﺩﻭﺍﻹﺧﻮﺓ ﻟﻘﻮﻟﻪ ﺻﻠﻰ ﺍﻟﻠﻪ ﻋﻠﻴﻪ ﻭﺳﻠﻢ : ﺛﻢ ﺃﺩﻧﺎﻙ ﺃﺩﻧﺎﻙ ﻗﺎﻝﺃﺻﺤﺎﺑﻨﺎ : ﻱﺳﺘﺤﺐ ﺃﻥ ﺗﻘﺪﻡ ﻓﻲ ﺍﻟﺒﺮ ﺍﻷﻡ ، ﺛﻢ ﺍﻷﺏ ، ﺛﻢﺍﻷﻭﻻﺩ ، ﺛﻢ ﺍﻷﺟﺪﺍﺩ ﻭﺍﻟﺠﺪﺍﺕ ، ﺛﻢ ﺍﻹﺧﻮﺓ ﻭﺍﻷﺧﻮﺍﺕ ، ﺛﻢﺳﺎﺋﺮ ﺍﻟﻤﺤﺎﺭﻡ ﻣﻦ ﺫﻭﻱ ﺍﻷﺭﺣﺎﻡ ﻛﺎﻷﻋﻤﺎﻡ ﻭﺍﻟﻌﻤﺎﺕ ،ﻭﺍﻷﺧﻮﺍﻝ ﻭﺍﻟﺨﺎﻻﺕ ، [ ﺹ : 81 ] ﻭﻳﻘﺪﻡ ﺍﻷﻗﺮﺏ ﻓﺎﻷﻗﺮﺏ ،ﻭﻳﻘﺪﻡ ﻣﻦ ﺃﺩﻟﻰ ﺑﺄﺑﻮﻳﻦ ﻋﻠﻰ ﻣﻦ ﺃﺩﻟﻰ ﺑﺄﺣﺪﻫﻤﺎ ، ﺛﻢ ﺑﺬﻱﺍﻟﺮﺣﻢ ﻏﻴﺮ ﺍﻟﻤﺤﺮﻡ ﻛﺎﺏﻥ ﺍﻟﻌﻢ ﻭﺑﻨﺘﻪ ، ﻭﺃﻭﻻﺩ ﺍﻷﺧﻮﺍﻝﻭﺍﻟﺨﺎﻻﺕ ﻭﻏﻴﺮﻫﻢ ، ﺛﻢ ﺑﺎﻟﻤﺼﺎﻫﺮﺓ ، ﺛﻢ ﺑﺎﻟﻤﻮﻟﻰ ﻣﻦ ﺃﻋﻠﻰﻭﺃﺳﻔﻞ ، ﺛﻢ ﺍﻟﺞﺍﺭ ، ﻭﻳﻘﺪﻡ ﺍﻟﻘﺮﻳﺐ ﺍﻟﺒﻌﻴﺪ ﺍﻟﺪﺍﺭ ﻋﻠﻰ ﺍﻟﺠﺎﺭ، ﻭﻛﺬﺍ ﻟﻮ ﻛﺎﻥ ﺍﻟﻘﺮﻳﺐ ﻓﻲ ﺑﻠﺪ ﺁﺧﺮ ﻗﺪﻡ ﻋﻠﻰ ﺍﻟﺠﺎﺭﺍﻷﺟﻨﺒﻲ ، ﻭﺃﻟﺢﻗﻮﺍ ﺍﻟﺰﻭﺝ ﻭﺍﻟﺰﻭﺟﺔ ﺑﺎﻟﻤﺤﺎﺭﻡ ﻭﺍﻟﻠﻪ ﺃﻋﻠﻢ

Fokus :

ﻭﻳﻘﺪﻡ ﺍﻷﻗﺮﺏ ﻓﺎﻷﻗﺮﺏ ، ﻭﻳﻘﺪﻡ ﻣﻦ ﺃﺩﻟﻰ ﺑﺄﺑﻮﻳﻦ ﻋﻠﻰ ﻣﻦ ﺃﺩﻟﻰ ﺑﺄﺣﺪﻫﻤﺎ ، ﺛﻢ ﺑﺬﻱ ﺍﻟﺮﺣﻢ ﻏﻴﺮ ﺍﻟﻤﺤﺮﻡ ﻛﺎﺏﻥ ﺍﻟﻌﻢ ﻭﺑﻨﺘﻪ ، ﻭﺃﻭﻻﺩ ﺍﻷﺧﻮﺍﻝ ﻭﺍﻟﺨﺎﻻﺕ ﻭﻏﻴﺮﻫﻢ ، ﺛﻢ ﺑﺎﻟﻤﺼﺎﻫﺮﺓ

Didahulukan dalam berbakti dan memuliakan paling terdekat dari kerabat dari kedua orang tua lalu kerabat bukan mahrom seperti anak paman lalu mertua.

فتح الباري لابن حجر (10/ 402)

مَا أَخْرَجَهُ أَحْمَدُ وَالنَّسَائِيُّ وَصَحَّحَهُ الْحَاكِمُ مِنْ حَدِيثِ عَائِشَةَ سَأَلْتُ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَيُّ النَّاسِ أَعْظَمُ حَقًّا عَلَى الْمَرْأَةِ قَالَ زَوْجُهَا قُلْتُ فَعَلَى الرَّجُلِ قَالَ أمه وَيُؤَيّد تَقْدِيمِ الْأُمِّ

 

سبل السلام (2/ 633)

مَا أَخْرَجَهُ أَحْمَدُ وَالنَّسَائِيُّ وَصَحَّحَهُ الْحَاكِمُ مِنْ حَدِيثِ عَائِشَةَ «سَأَلْت النَّبِيَّ – صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ – أَيُّ النَّاسِ أَعْظَمُ حَقًّا عَلَى الْمَرْأَةِ قَالَ: زَوْجُهَا قُلْت: فَعَلَى الرَّجُلِ: قَالَ أُمُّهُ» وَلَعَلَّ مِثْلَ هَذَا مَخْصُوصٌ بِمَا إذَا حَصَلَ التَّضَرُّرُ لِلْوَالِدَيْنِ فَإِنَّهُ يُقَدَّمُ حَقُّهُمَا عَلَى حَقِّ الزَّوْجِ جَمْعًا بَيْنَ الْأَحَادِيثِ.

Namun jika bisa membahayakan maka hak orang tua didahulukan dari hak suami.

ﻭَﻟَﻌَﻞَّ ﻣِﺜْﻞَ ﻫَﺬَﺍ ﻣَﺨْﺼُﻮﺹٌ ﺑِﻤَﺎ ﺇﺫَﺍ ﺣَﺼَﻞَ ﺍﻟﺘَّﻀَﺮُّﺭُ ﻟِﻠْﻮَﺍﻟِﺪَﻳْﻦِ ﻓَﺈِﻧَّﻪُ ﻳُﻘَﺪَّﻡُ ﺣَﻘُّﻬُﻤَﺎ ﻋَﻠَﻰ ﺣَﻖِّ ﺍﻟﺰَّﻭْﺝِ ﺟَﻤْﻌًﺎ ﺑَﻴْﻦَ ﺍﻟْﺄَﺣَﺎﺩِﻳﺚ

Meskipun demikian hak suami harus didahulukan, gambaran :

إسعاد الرفيق الجزء الأول صحيفة 148-149 ما نصه :

ويلزمها أن تقدم حقوقه على حقوق أقاربها بل وحقوق نفسها في بعض الصور. وورد أن امرأة سافر زوجها وقال لها لا تنزلي من العلو إلى السفل وكان أبوها في السفل مريضا فاستأذنته صلى الله عليه وسلم في النزول فقال لها أطيعي زوجك ثم مات أبوها فاستأذنته فقال لها أطيعي زوجك فبعد أن دفن أبوها أرسل إليها أن الله غفر لأبيك بطاعتك زوجك. وقال عليه الصلاة والسلام لو أمرت أحدا أن يسجد لأحد لأمرت المرأة أن تسجد لزوجها لعظيم حقه عليها فعليها مسرته

Dan wajib mendahulukan hak-hak suami mengalahkan hak-hak kerabat bahkan haknya sendiri pada beberapa bagian, dan dikisahkan bahwa sesungguhnya ada wanita yang suaminya pergi dan berpesan janganlah kamu turun, padahal di bawah ada ayahnya yang sedang sakit terus wanita tadi minta izin nabi SAW untuk turun terus nabi menjawab taatlah pada suamimu tak lama kemudian ayahnya meninggal, terus minta izin lagi pada nabi tapi nabi menjawab taatlah pada suamimu setelah ayahnya di kubur disampaikan padanya bahwa ALLAH telah mengampuni ayahmu karena ketaatan pada suamimu, Nabi Muhammad bersabda : “jika aku memerintah pada seseorang untuk bersujud pada selainnya, niscaya aku aku akan memerintah seorang perempuan bersujud pada suaminya karena terlalu besarnya hak suami terhadap istrinya, maka haruslah wanita tersebut membahagiakan suaminya. Wallahu a’lam bish-showaab.

Sumber : Pustaka Ilmu Sunni Salafiyah-KTB