Bolehkah Wanita Mengantarkan Jenazah Sampai Ke Kubur?

0
Foto : Google

Mengantarkan jenazah ke kubur bagi wanita merupakan hal yang masih sering kita lihat di masyarakat. Sebagian masyarakat berpendapat bahwa wanita dilarang untuk mengantarkan jenazah ke kubur, sedangkan sebagian lainnya memperbolehkannya. Sebenarnya bagaimana hukumnya wanita yang mengantarkan jenazah ke kubur ? Mari kita simak penjelasannya berikut ini.

Hukum wanita ikut mengantar jenazah adalah makruh tanzih bila memang tidak dikhawatirkan timbulnya hal-hal yang diharamkan seperti yang dijelaskan pada kitab Ar-Raudhah (maka menjadi haram).

ولا يكره أن يتبع المسلم جنازة …قريبه الكافر ويكره للنساء اتباع الجنائز لخبر

الصحيحين عن أم عطية { نهينا عن اتباع الجنائز ولم يعزم علينا }

Dan tidak makruh ikut mengiringnya seorang muslim atas janazah orang kafir kerabatnya, dan makruh bagi wanita ikut mengiring janazah berdasarkan hadits dari Ummi ‘Athiyyah “Kami dilarang mengantar janazah dan larangannya tidak keras bagi kami” (HR. Bukhori-Muslim). [ Bahjah al-Wardiyyah VI/29 ].

واما النساء فيكره لهن اتباعها ولا يحرم هذا هو الصواب وهو الذى قاله اصحابنا واما

قول الشيخ نصر المقدسي رحمه الله لا يجوز للنساء اتباع الجنازة فمحمول علي كراهة

التنزيه فان اراد به التحريم فهو مردود مخالف لقول الاصحاب بل للحديث الصحيح قالت

ام عطية رضي الله عنها ” نهينا عن اتباع الجنائز ولم يعزم علينا ” رواه

البخاري ومسلم

Sedang bagi wanita maka dimakruhkan ikut mengantar janazah tapi tidak haram hukumnya, ini pendapat yang diyakini oleh para pengikut madzhab as-Syafi’i, sedang pernyataan as-Syaikh Nashr al-Muqaddasy rh “Tidak boleh bagi wanita mengantar jenazah” arah ketidakbolehannya adalah hukum makruh tanzih, bila diarahkan pada makruh tahriim maka tertolak menyalahi pendapat para sahabat bahkan tidak selaras dengan keberadaan hadits shahih, berkata Ummi ‘Athiyyah “Kami dilarang mengantar jenazah dan larangannya tidak keras bagi kami” (HR. Bukhori-Muslim). [ Al-Majmuu’ alaa Syarh al-Muhadzdzab V/227 ].

وقد مَرَّ مَكْرُوهٌ لِلنِّسَاءِ إنْ لم يَتَضَمَّنْ حَرَامًا كما صَرَّحَ بِهِ في

الرَّوْضَةِ

Seperti keterangan yang telah lewat, bahwa makruh bagi wanita ikut mengantar jenazah bila memang tidak dikhawatirkan timbulnya hal-hal yang diharamkan seperti yang dijelaskan pada kitab ar-Raudhah (maka menjadi haram). [Asnaa al-Mathaalib I/312]. Wallaahu A’lamu bis Showaab.

Sumber : Pustaka Ilmu Sunni Salafiyah-KTB