Mukena Sutra, Halal atau Haram?

0
Foto : Google

Mukena merupakan perlengkapan shalat bagi kaum perempuan. Mukena merupakan produk khas dari Indonesia. Hanya ada beberapa negara di Asia tenggara yang muslimahnya mengenakan mukena untuk shalat. Dalam perkembangannya masuknya mukena ke Indonesia adalah pada saat Walisongo menyebarkan agama Islam di Indonesia. Pada saat itu wanita di Indonesia banyak yang hanya mengenakan kemben atau kain menutupi bagian dada ke bawah, sedangkan bagian dada ke atas tetap terbuka. Oleh karena itu diciptakanlah mukena untuk menutupi aurat pada saat shalat. Pada masa kini, mukena telah mengalami perkembangan dari segi mode, motif dan bahan atau kainnya. Muncul opini di masyarakat mengenai mukena yanag terbuat dari bahan sutra itu haram digunakan. Benarkah demikian ? Mari kita simak penjelasan berikut ini.

Wanita yang shalat dengan mukena berbahan sutra shalatnya sah, karena wanita memakai sutra hukumnya boleh.

:.و يحل للنساء لبس الحرير و افتراشه و يحل للولي الباس الصبي الحرير قبل سبع سنين و بعدها أى الى البلوغ. الباجوري ١/٢٤١

Adapun hikmah dan illat yang keharoman sutra bagi laki-laki adalah bahwa memakai sutra itu suatu kesombongan yang mewaritskan kemewah-mewahan hidup, perhiasan dan memakai pakaian yang pantas untuk wanita yang tidak pantas untuk kesatrian seseorang laki-laki, sedangkan orang laki-laki menyerupai wanita hukumnya harom begitu juga sebaliknya.

Menurut Imam Ghozaliy keharoman tersebut karena dalam sutra terkandung makna tingkah laku kewanitaan / kelemah-lembutan dan kejinakan yang tidak pantas untuk kesatrian / kekuatan seorang laki-laki. Wallohu a’lam. [Disampaikan Oleh Ustads Ghufron Bkl].

: .وحكمة التحريم أنه مع ما فيه من معنى الخيلاء يورث رفاهية و زينة و ابداء زي يليق بالنساء دون شهامة الرجال والتشبه بالنساء حرام كعكسه قال ع ش وهو من الكبائر. إعانة الطالبين ٢/٧٧ وقد علل الإمام الغزالي الحرمة بأن في الحرير خنوثة أى نعومة وليونة لا تليق بشهامة الرجال أى بقوتهم وهذه الحرمة من الكبائر كما نص عليه الشيخ عطية و نقل عن الشبراملسي. الباجوري ١/٢٣٩و لما فيه من الخنوثة أى الميل لطبع النساء المنافي لشهامة الرجال فلما كان الحرير ثوب رفاهية و زينة و في لبسه إبداء زي يليق  بالنساء حرم لأن التشبه بهن حرام. الشرقاوي ١/٣٣١

 

Sumber : Pustaka Ilmu Sunni Salafiyah-KTB