Jangan Begadang Wahai Anakku

0
Foto : Google

Penggalan lagu milik Raja Dangdut Rhoma Irama yang berbunyi “begadang jangan begadang… kalau tiada artinya…” mengandung makna tentang larangan untuk begadang kecuali jika memang ada keperluan yang mengharuskan untuk begadang. Selain tidak baik dari segi kesehatan, begadang juga bisa membuat ibadah seseorang terganggu karena tidak bisa bangun pagi untuk melaksanakan shalat Shubuh. Berikut ini rujukan ibaroh kitab Ayyuhal Walad Imam Ghazali mengenai “Jangan Begadang Wahai Anakku.”

وتطرق الغزالي في نصيحته إلى نية المرء من سهره الليالي في طلب العلم فإن كانت لغرض دنيوي فإن طريقها الهلاك وإن كانت في سبيل الله فطوبى للساهر. 

 Dalam kitab Ayyuhal Walad disebutkan :

ﺃﻳﻬﺎ ﺍﻟﻮﻟﺪ !!.. ﻛﻢ ﻣﻦ ﻟﻴﻠﺔ ﺃﺣﻴﻴﺘﻬﺎ ﺑﺘﻜﺮﺍﺭ ﺍﻟﻌﻠﻢ ﻭﻣﻄﺎﻟﻌﺔ ﺍﻟﻜﺘﺐ ، ﻭﺣﺮّﻣﺖ ﻋﻠﻰ ﻧﻔﺴﻚ ﺍﻟﻨﻮﻡ؛ ﻻ ﺃﻋﻠﻢ ﻣﺎ ﻛﺎﻥ ﺍﻟﺒﺎﻋﺚ ﻓﻴﻪ؟

ﺇﻥ ﻛﺎﻧﺖ ﻧﻴﺘﻚ ﻋﺮﺽ ﺍﻟﺪﻧﻴﺎ ، ﻭﺟﺬﺏ ﺣﻄﺎﻣﻬﺎ ﻭﺗﺤﺼﻴﻞ ﻣﻨﺎﺻﺒﻬﺎ ، ﻭﺍﻟﻤﺒﺎﻫﺎﺓ ﻋﻠﻰ ﺍﻷﻗﺮﺍﻥ ﻭﺍﻷﻣﺜﺎﻝ ، ﻓﻮﻳﻞ ﻟﻚ ﺛﻢ ﻭﻳﻞ ﻟﻚ . ﻭﺇﻥ ﻛﺎﻥ ﻗﺼﺪﻙ ﻓﻴﻪ ﺇﺣﻴﺎﺀ ﺷﺮﻳﻌﺔ ﺍﻟﻨﺒﻲ ﺻﻠﻰ ﺍﻟﻠﻪ ﻋﻠﻴﻪ ﻭﺳﻠﻢ ﻭﺗﻬﺬﻳﺐ ﺃﺧﻼﻗﻚ ، ﻭﻛﺴﺮ ﺍﻟﻨﻔﺲ ﺍﻷﻣّﺎﺭﺓ ﺑﺎﻟﺴﻮﺀ ، ﻓﻄﻮﺑﻰ ﻟﻚ ﺛﻢ ﻃﻮﺑﻰ ﻟﻚ ، ﻭﻟﻘﺪ ﺻﺪﻕ ﻣﻦ ﻗﺎﻝ ﺷﻌﺮﺍ : ﺳﻬﺮ ﺍﻟﻌﻴﻮﻥ ﻟﻐﻴﺮ ﻭﺟﻬﻚ ﺿﺎﺋﻊ *** ﻭﺑﻜﺎﺅﻫﻦ ﻟﻐﻴﺮ ﻓﻘﺪﻙ ﺑﺎﻃﻞ

Wahai anakku! Berapa banyak malam yang kau hidupkan dengan mengulang-ulang ilmu dan menelaah kitab-kitab dan kau mengharamkan tidur atas dirimu, aku tidak tahu apa yang menjadi motivasinya? Jika niatmu adalah harta dunia dan mencari reruntuhannya dan mewujudkan pangkat/kedudukan duniawi dan pembanggaan diri atas kawan-kawan dan rekan-rekan, maka celakalah kamu sungguh celaka.

Dan jika tujuanmu menghidupkan syariat Nabi dan mendidik akhlaqmu dan memecah nafsu yang mengajak kejelekan, maka beruntunglah kamu sungguh beruntung. Dan benar sekali seseorang yang bersyair : Terjaganya mata karena selain dzatMu adalah sia-sia *** Dan menangisnya pun selain karena kehilangan-Mu adalah perkara batal. Wallohu a’lam.

[Mujawib : Ibnu Al-Ihsany, Saepudin].

Sumber : Pustaka Ilmu Sunni Salafiyah-KTB