Sahkah Shalatnya Orang yang Terlihat Auratnya?

0
Foto : Google

Pada saat seseorang shalat diwajibkan untuk menutup auratnya. Namun, pada saat tertentu ketika shalat aurat dapat terbuka tanpa sengaja. Bagaimanakah hukumnya jika seseorang terlihat auratnya saat shalat ? Berikut ini penjelasan mengenai hal tersebut.

Aurat yang terlihat saat seseorang sujud tidak membatalkan shalat. Diwajibkan menutup aurat dari sebelah atas dan sebelah sisi-sisinya (kanan, kiri, depan dan belakang), tidak dari sebelah bawahnya. (Keterangan tidak dari sebelah bawah) maka apabila auratnya terlihat dari ujung pakaiannya sebagaimana saat ia shalat di atas dan yang melihatnya berada di bawah maka tidak batal, atau terlihat auratnya saat ia melakukan sujud maka juga tidak batal. Lihat I’aanah at-Thoolibiin I/113 :

ويجب الستر من الأعلى والجوانب لا من الأسفل ( قوله لا من الأسفل ) أي فلو رؤيت من ذيله كأن كان بعلو والرائي بسفل لم يضر أو رؤيت حال سجوده فكذلك لا يضر كما في حجر

– Bughyatul Murtarsyidin Hal. 84 :

(مسألة : ي) : قولهم : يشترط الستر من أعلاه وجوانبه لا من أسفله الضمير فيها عائد إما على الساتر أو المصلي ، والمراد بأعلاه على كلا المعنيين في حق الرجل السرة ومحاذيها ، وبأسفله الركبتان ومحاذيهما ، وبجوانبه ما بين ذلك ، وفي حق المرأة بأعلاه ما فوق رأسها ومنكبيها وسائر جوانب وجهها ، وبأسفله ما تحت قدميها ، وبجوانبه ما بين ذلك

Syarat sahnya shalat adalah harus menutupi aurat baik dari arah atas atau samping, kecuali arah bawah. Maksud dari arah atas bagi laki-laki adalah menutupi pusar serta anggota yang lurus dengan pusar. Untuk arah bawah, dimulai dari lutut serta anggota yang lurus dengan lutut. Sedangkan arah samping adalah,tertutupnya semua anggota antara pusar dan lutut. Mengenai arah atas bagi perempuan adalah menutupi kepala,pundak dan sisi samping wajahnya. Untuk arah bawahnya, bagian arah yang terletak di bawah telapak kakinya. Sedangkan arah sampingnya,semua anggota aurat di antara kepala dan kaki perempuan. [ Bughyatul Murtarsyidin Hal. 84 ]. Wallohu a’lam.

 

Sumber : Pustaka Ilmu Sunni Salafiyah-KTB