Adab Bercakap dalam Islam

0
Foto : Google

Rasulullah saw pernah ditanya tentang hal-hal yang paling banyak mengakibatkan orang masuk surga, Nabi menjawab, takwa kepada Allah dan akhlak mulia. Nabi juga ditanya tentang sebab yang paling banyak mengakibatkan orang masuk neraka, maka Nabi menjawab, mulut dan kemaluan. (HR. Tirmidzi). Oleh karena itu, kita harus berhati-hati dalam menjaga lisan dan berbicara dengan orang lain. Berikut ini adalah adab orang bercakap-cakap dalam Islam :

  1. Ucapan Bermanfaat

Dalam kamus seorang Muslim, hanya ada dua pilihan ketika hendak bercakap dengan orang lain. Mengucapkan sesuatu yg baik atau memilih diam. Rasulullah saw bersabda: “Barang siapa mengaku beriman kepada Allah dan hari pembalasan hendaknya ia berkata yg baik atau memilih diam.” (HR. Bukhari).

  1. Bernilai Sedekah

“Setiap tulang itu memiliki kewajiban bersedekah setiap hari. Di antaranya, memberi boncengan kepada orang lain diatas kendaraannya, membantu mengangkatkan barang orang lain ke atas tunggangannya, atau sepotong kalimat yg diucapkan dengan baik dan santun.” (HR. Al-Bukhari).

  1. Menjauhi Pembicaraan Sia-Sia

Sebaiknya menghindari pembicaraan berujung kepada kesia-siaan dan dosa semata. “Sesungguhnya orang yg paling aku benci dan paling jauh jaraknya dariku pada hari kiamat adalah para penceloteh lagi banyak bicara.” (HR. At-Tirmidzi).

‎4. Tidak Terperangkap Ghibah

“….. Dan janganlah ada di antara kamu yg menggunjing sebagian yg lain. Apakah ada di antara kamu yg suka memakan daging saudaranya yg sudah mati? Tentu kamu merasa jijik. Dan bertakwalah kepada Allah. Sungguh Allah Maha pererima tobat lagi Maha Penyayang”. (Al-Hujurat 12).

  1. Stop Mengadu Domba

Hudzaifah Radhiyallahu anhu meriwayatkan, saya mendengar Rasulullah saw brsbda; “Tak akan masuk surga orang yg suka mengadu domba.” (HR. Bukhari dan Muslim).

  1. Stop Berbohong

“Sesungguhnya kejujuran itu mendatangkan kebaikn, dan kebaikan itu akan berujung kpd surga. Dan orang yg senantiasa berbuat jujur niscaya tercatat sebagai orang jujur. Dan sesungguhnya kebohongan itu mendatangkan kejelekan, dan kejelekan itu hanya berujung kepada neraka. Dan orang yg suka berbohong niscaya tercatat disisi Allah sebagai seorang pendusta.” (HR.Al Bukhari).

  1. Menghindari Perdebatan

Sedapat mungkin menjauhi perdebatan dengan lawan bicara. Meskipun boleh jadi kita berada di pihak yang benar. Sebab Rasulullah telah menjamin sebuah istana di surga bagi mereka yg mampu menahan diri. “Aku menjamin sebuah istana di halaman surga bagi mereka yang meninggalkan perdebatan meskipun ia berhak untuk itu.” (HR. Abu Daud).

  1. Tidak Memotong Pembicaraan

Suatu hari seorang Arab Badui datang menemui Rasulullah shallallahu alaihi wasallam, ia langsung memotong pembicaraan beliau dan bertanya tentang hari kiamat. Namun Rasulullah tetap melanjutkan hingga selesai pembicaraanya. Setelah itu baru beliau mencari si penanya tadi. (HR. Bukhari).

  1. Pandai Menjaga Rahasia

“Tiadalah seorang Muslim menutupi rahasia saudaranya di dunia kecuali Allah menutupi pula rahasianya pada hari kiamat.” (HR. Muslim.).

‎10. Stop Saling Mengolok dan Memanggil dengan Gelar yg buruk.

“Wahai orang-orang yg beriman! Janganlah suatu kaum mengolok-olok kaum yang lain, boleh jadi mereka itu lebih baik dari mereka dan jangan pula perempuan-perempuan (mengolok-olok) perempuan yang lain. Karena boleh jadi perempuan (diperolok-olok) itu lebih baik dari prempuan (yang mengolok-olok) itu. Janganlah kamu saling mencela satu sama lain. Dan janganlah kamu saling memanggil dengan gelar yg buruk. Seburuk-buruk panggilan adalah yang buruk (fasik) setelah beriman. Dan barang siapa yang tak bertobat maka mereka itulah orang-orang yang zalim.” (Al Hujurat 11).

Sumber : Pustaka Ilmu Sunni Salafiyah-KTB

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here