Suara Wanita Aurat bagi Lawan Jenis?

0
Foto : Google

Manusia adalah makhluk sosial yang membutuhkan interaksi satu sama lain. Interaksi antara lawan jenis menjadi hal yang terkadang tidak bisa dihindari. Terdapat beberapa pendapat mengenai suara perempuan yang termasuk aurat bagi lawan jenisnya. Lalu bagaimana perempuan berkomunikasi dengan lawan jenis jika suaranya termasuk aurat. Bagaimanakah penjelasan fiqih Islam mengenai hal ini?

Haram mendengarkan suara wanita kendati semacam bacaan Al Qurannya apabila terkuatirkan timbul fitnah lantaran hal itu atau ia merasakan kenikmatan syahwat disebabkannya. Namun jika tidak  demikian adanya yang terjadi maka tidak apa-apa. Sedangkan ketentuan bagi amrod dalam perkara tersebut sama seperti kaum wanita.

حاشيتا قليوبي وعميرة الجزء الثالث صحـ 209.

والحاصل أنه يحرم رؤية شيء من بدنها وإن أبين كظفر وشعر عانة وإبط ودم حجم وفصد لا نحو بول كلبن والعبرة في المبان بوقت الإبانة فيحرم ما أبين من أجنبية وإن نكحها ولا يحرم ما أبين من زوجة وإن أبانها وشمل النظر ما لو كان من وراء زجاج أو مهلهل النسج أو في ماء صاف وخرج به رؤية الصورة في الماء أو في المرآة فلا يحرم ولو مع شهوة ويحرم سماع صوتها ولو نحو القرآن إن خاف منه فتنة أو التذ به وإلا فلا والأمرد فيما ذكر كالمرأة

ويحرم سماع صوتها ولو نحو القرآن إن خاف منه فتنة أو التذ به وإلا فلا والأمردفيما ذكر كالمرأة

Menurut pendapat ulama yang paling shahih suara wanita tidak tergolong aurat, namun bila dikhawatirkan terjadi fitnah atau menimbulkan rasa nikmat saat mendengarkannya maka mendengarkan suaranya menjadi haram.

وَصَوْتُهَا لَيْسَ بِعَوْرَةٍ عَلَى الْأَصَحِّ لَكِنْ يَحْرُمُ الْإِصْغَاءُ إلَيْهِ عِنْدَ خَوْفِ الْفِتْنَةِ

“Dan suara wanita menurut pendapat yang paling shahih (benar) tidak termasuk aurat tetapi haram mendengarkannya dengan seksama bila dikhawatirkan terjadi fitnah”. [ Hasyiyah alBujairomi X/70 ].

قوله وليس من العورة الصوت ) أي صوت المرأة ومثله صوت الأمرد فيحل سماعه ما لم تخش فتنة أو يلتذ به وإلا حرم ( قوله فلا يحرم سماعه ) أي الصوت

(Keterangan ‘Tidak masuk bagian aurat adalah suara wanita’) seperti halnya suara Amrod (pemuda tampan tanpa jenggot) maka halal mendengarkannya selagi :

  1. Tidak menimbulkan fitnah

2.Tidak merasa nikmat dengan suara tersebut,

Namun bila mengakibatkan dua hal diatas hukum mendengarkan suara wanita adalah haram. (I’aanah at-Thoolibiin III/260). Wallaahu A’lamu Bis Showaab.

Sumber : Pustaka Ilmu Sunni Salafiyah-KTB