Hayoo! Mana yang Lebih Penting, Ibadah Apa Akhlak?

0

Ibadah dan akhlak itu dua hal yg tidak bisa terpisahkan. Mari kita saling asih, jangan saling mengolok apalagi mengkafirkan!

Ya..! akhlak memang lebih penting. Mengapa? Sebab, tujuan utama seluruh ibadah adalah membenahi akhlak. Kalau tidak, ibadah tersebut akan jadi semacam sia-sia saja.

Allah Subhanahu wata’ala berfirman:
“Dirikanlah sholat, sesungguhnya sholat mencegahmu dari perbuatan keji dan mungkar.” (QS al Ankabut [29]:45)

Rasulullah shallallahu alaihi wasallam bersabda, “Barangsiapa yang shalatnya tidak mencegah dari perbuatan keji dan mungkar, maka ia tidak bertambah dekat dari Allah kecuali semakin jauh dari-Nya” (diriwayatkan oleh ath Thabarani dalam al-Kabir nomor 11025, 11/46)

Subhanallah! jadi, siapa yg sholatnya kok tidak mencegah pelakunya dari perbuatan keji dan mungkar, berarti sholatnya itu hanya berupa gerakan-gerakan saja. Ia mengerjakan solat, tetapi akhlaknya tidak membaik.

Dalam hadits qudsi Allah Swt berfirman:
“Aku hanya menerima solat dari orang yg denganya ia tawadu’ pada keagungan-Ku, tidak menyakiti makhluk-Ku, berhenti bermaksiat pada Ku, melewati siangnya dengan dzikir pada KU, serta mengasihi orang faqir, orang yg sedang berjuang di jalan-Ku, para janda, dan orang yang ditimpa musibah” (HR. al-Zubaidi)

Bukankah dari situ kita melihat bahwa hubungan antara ibadah (solat) dan akhlak (sikap tawadu’ dan kasih sayang) saling berkaitan?
Sadarilah, jika solatmu tidak membuatmu memiliki rasa kasih sayang terhadap orang lain berarti solatmu tidak menghasilkan buahnya secara sempurna.

Rasulullah SAW bersabda, “Demi Allah tdk beriman, Demi Allah tdk beriman, Demi Allah tdk beriman”. Sahabat bertanya, “Siapa ya Rasul?” Beliau menjawab, “Orang yang tetangganya merasa tidak aman dari keburukannya” (HR Muslim, Imam Ahmad).

Coba bayangkan, seumpama seseorang memarkir mobilnya di depan garasi tetangganya tanpa izin mobilnya di kunci stang. Lalu ia pergi ke rumahnya untuk sholat. Ia pun terkena hadist diatas.

Ada yg bertanya, “Bukankan ia pergi untuk solat?
Wah!! Tampaknya sampeyan lupa, bukankah sudah diutarakan, kita tidak boleh memisahkan antara akhlak dengan ibadah?