Wisata Ziarah Pandeglang

0

Kabupaten Pandeglang, adalah sebuah kabupaten di Provinsi Banten, Indonesia. Ibukotanya adalah Pandeglang. Kabupaten ini berbatasan dengan Kabupaten Serang di utara, Kabupaten Lebak di Timur, serta Samudra Indonesia di barat dan selatan. Wilayahnya juga mencakup Pulau Panaitan (di sebelah barat, dipisahkan dengan Selat Panaitan), serta sejumlah pulau-pulau kecil di Samudra Hindia, termasuk Pulau Deli dan Pulau Tinjil. Semenanjung Ujung Kulon merupakan ujung paling barat Pulau Jawa, dimana terdapat suaka margasatwa tempat perlindungan hewan badak bercula satu yang kini hampir punah.

Secara geologi, wilayah Kabupaten Pandeglang termasuk kedalam zona Bogor yang merupakan jalur perbukitan. Sedangkan jika dilihat dari topografi daerah Kabupaten Pandeglang memiliki variasi ketinggian antara 0 – 1.778 m di atas permukaan laut (dpl). Sebagian besar topografi daerah Kabupaten Pandeglang adalah dataran rendah yang berada di daerah Tengah dan Selatan yang memiliki luas 85,07% dari luas keseluruhan Kabupaten Pandeglang.

Tradisi keagamaan masyarakat Pandeglang tidak berbeda dengan tradisi keagamaan di provinsi Banten pada umumnya, termasuk dalam hal ziarah ke makam keramat. Di antara makam keramat di daerah Pandeglang yang banyak diziarahi oleh masyarakat, termasuk masyarakat dari luar daerah, antara lain:

1.  Makam Syekh Mansur di Cikadueun

Image result for Makam Syekh Mansur di Cikadueun

Makam Syekh Mansyur terletak di Kampung Cikadueun, Desa Cikadueun, Kecamatan Cimanuk, Menurut kisah yang berkembang  di masyarakat , Syekh Mansyur  berkaitan dengan riwayat Sultan Haji  atau Sultan Abu al Nasri  Abdul al Qahar, Sultan Banten  ke tujuh yang merupakan putera  Sultan Ageng Tirtayasa.  Masa  pemerintahan  Sultan Haji yang kooperatif dengan Belanda ini dipenuhi dengan pemberontakan dan kekacauan di segala bidang, bahkan sebagian  masyarakat  tidak mengakuinya sebagai sultan.

Sumber lain mengatakan , Syekh Mansyur Cikadueun adalah ulama besar yang berasal dari Jawa Timur yang hidup semasa dengan Syehk Nawawi al Bantani. Kedua tokoh tersebut terlibat langsung dalam perang Diponogoro ditangkap oleh Belanda, Syekh Mansyur dilkejar oleh Belanda dan akhirnya menetap di kampung Cikadueun, Syekh Nawawi kemballi ke Mekkah.

2.  Makam Syekh Abdul Jabbar di Karangtanjung

Image result for Makam Syekh Abdul Jabbar di Karangtanjung

Ini adalah makam keramat syech Abdul Jabbar, jika ditelusuri sejarahnya ini adalah salah satu ulama yang berperan dalam terbentuknya Kabupaten Pandeglang, maupun ketika berjuang bersama dengan sultan Hasanuddin kesultanan Banten maupun Syech Syarif Hidayatullah.
Tempat TPU seperti biasa tidak begitu banyak penerangan, lokasi enak, ada ruang dibelakang warung, lalu air wudhu yang airnya mengalir langsung seperti kali, di area makam ada dua ruang cukup luas dan mampu menampung jemaah hingga 20 orang persisi ruangan. Nyamuk tentunya ada saja karena lokasi area belakang seperti tebing. Jika bawa kendaraan pastikan dikunci, jaga kebersihan.
Ziarah adalah mendoakan yang sudah tiada, ingat jangan meminta sesuatu kepada yang sudah tiada, berdoalah dan mintalah hanya pada Allah.

3.  Makam Syekh Asnawi di Caringin

Image result for Makam Syekh Asnawi di Caringin

Ada lagi sebuah tempat wisata ziarah banten yang tidak kalah populer dengan tempat ziarah di banten yang lainnya. Sesuai dengan judul dari poin artikel ini, Caringin ini merupakan Makam Dari KH Asnawi. Menurut cerita yang beredar, KH Asnawi ini di lahirkan di Kampung Caringin yakni pada tahun 1850 yang lalu, dan ternyata KH Asnawi ini masih ada keturunan dari Raden Fattah yang namanya memang sudah sangat tersohor di nusantara ini.

Apabila anda ingin ke tempat wisata ziarah banten yang satu ini anda wajib untuk datang ke Kecamatan Labuan Pandegalang Banten.Tempatnya memang sangat ramai di kunjungi oleh pezirah dari berbagai tempat, mungkin cerita dari masyarakat tentang KH Asnawi yang merupakan ulama sakti inilah yang membuat banyak orang tertarik untuk datang ke tempat wisata ziarah banten yang berada di kecamatan Labuan Pandegalang Banten ini.

 

4.  Makam Syekh Rako di Gunung Karang

makam syekh rako, dokpri

Gunung Karang merupakan gunung tertinggi di Provinsi Banten. Jaya Raksa, makam tersebut berada tepat di sebelah kanan jalur pendakian. Gunung Karang Gunung Karang Google Maps . Ada yang aneh diatas puncak itu, di gunung karang tepatnya, pesantren juga terdapat sumur keramat dan mesjid tertua di Banten. mesjid tersebut kota Pandeglang, Mesjid Tua Pasirangin, Makam Ki Ageng Karan atau . Ziarah ke Makam Keramat di Kabupaten Pandeglang Banten. Posted on 25 March Makam Syekh Rako di Gunung Karang. 6. Makam Syekh . Kisah Pandeglang menurut Juru Kunci Makam Kibuyut Papak Selepas akhirnya menunjukan bahwa disini terdapat sebuah makam keramat..

– Gunung Karang – Pandeglang adalah raksasa tertidur dari Banten, yang menyimpan Makam Syekh Rako. Lubang bekas tongkat yang ditancapkan inilah yang sekarang di sebut keramat Sumur Tujuh Gunung Karang.

Bagi anda yang suka travel wisata religi atau sekedar tamasya menikmati keelokan kota Pandeglang, Mesjid Tua Pasirangin, Makam Ki Ageng Karan atau Mata Air Keramat merupakan wisata religi yang patut dikunjungi, apalagi di paling puncak Gunung Karang terdapat Sumur Tujuh yang sudah amat melegenda ke seluruh Indonesia

5.  Makam Syekh Royani di Kadupinang

Makam Keramat Syaikh Muhammad Sochib dan Syaikh Muhammad Ruyani yang terkenal dengan sebutan “Keramat Kadu Pinang” terletak di Kp. Kadu Pinang, Jl. Raya Pandeglang-Labuan.

 

Makanan Khas

 

1. Pasung merah

Pasung merah adalah makanan khas yang terbuat dari bahan-bahan seperti beras, sagu, gula merah dan putih, kelapa dan di cetak menyerupai bentuk terompet dengan menggunakan daun pisang. Rasanya manis dan kenyal sehingga banyak orang yang menyukainya, selain itu pula harganya cukup murah yaitu berkisar antara Rp. 1000 s/d Rp. 1.500.

2. Jojorong


Salah satu makanan khas Masyarakat Pandeglang adalah Jojorong, makanan yang terbuat dari Tepung Beras, Gula Merah, Santan, Daun Pandan dan disajikan kedalam mangkok yang terbuat dari daun pisang ini memiliki rasa yang khas, karena rasanya campuran dari rasa manis gula merah alami dan rasa gurih dari santan. Kue ini bisa ditemukan di pasar-pasar tradisional di Pandeglang, juga ketika ada acara-

acara tertentu. Harga per buahnya cukup murah
hanya berkisar antara Rp. 1000 s/d Rp. 1.500.

 3.  Angeun Lada

Angeun Lada berasal dari bahasa Pandeglang yang artinya Sayur Lada. Bahan utama untuk sayur ini adalah Daging Sapi bagian Babat yang dicampur dengan bumbu-bumbu seperti Kemiri, Bawang Merah dan Putih, Cabe Merah, Kencur, dan Daun Walang.

Rasanya cukup unik karena ada rasa rempah dari kencur, dan rasa gurih juga tercium aroma daun walang. Harga per porsinya hanya 10 ribu saja, dan sayur ini banyak ditemui di warung makan khas Pandeglang salah satunya Warung “Cep Udin” yang terletak tidak jauh dari Lapangan Sukarela Pandeglang. Menurut informasi, sayur ini memiliki khasiat meningkatkan Vitalitas bagi kaum pria.

Image result for makanan khas pandeglang banten

4.  Kue balok

Kue balok merupakan jajanan khas Pandeglang. Kue ini slalu dicari wisatawan local maupun mancanegara, saat berlibur ke Kabupaten Pandeglang, Provinsi Banten.

Tidak hanya itu, kue yang terbuat dari singkong ini juga banyak disukai oleh wisatawan dari Timur Tengah, baik sebagai buah tangan (oleh-oleh) maupun untuk disantap di tempat.

Kue balok ini cocok disantap bersama dengan segelas bandrek dan juga keluarga besar.

Cara membuat kue balok sangat mudah, pertama-tama , pilih singkong yang memiliki kualitas baik, setelah itu dikupas kulitnya. Selanjutnya singkong dikukus selama 45 menit dan diangkat.

Disaat panas, singkong ditumbuk secara manual selama 15 menit hingga halus. Sebelum disantap, adonan dipotong kecil-kecil dan kue balok siap menemani waktu luang.

Kue balok bisa disantap dengan serundeng yang terbuat dari kelapa parut yang gula merah, dan ditambahkan bawang goreng untuk menciptkan rasa yang gurih.

Oleh-oleh

 

Related image1. Emping

Emping dengan Keceprek yaitu, kalau emping bentuknya gepeng dan lebar, sedangkan keceprek bentuknya lebih kecil dan agak gemuk alias agak tebel,. Bahannya sama, dari buah melinjo yang di tumbuk  atau digepengk Kecamatan Menes merupakan daerah penghasil emping dan keceprek melinjo di Kab. Pandeglang, Banten. Di kecamatan Menes terdapat puluhan usaha skala rumah tangga yang memproduksi emping melinjo. Banyak tanaman melinjo yang terpelihara dengan baik di pekarangan rumah hingga pematang sawah.

Image result for Leumeung

2. Leumeung

Bagi sebagian besar masyarakat Pandeglang, Leumeung sudah tak asing lagi. Soalnya, leumeung menjadi panganan pavorit masyarakat karena rasanya yang enak dan punya nilai gizi yang juga baik.

Leumeung adalah makanan yang unik, dibuat dari bahan dasar beras ketan yang dicampur dengan santan dan ditaburi kacang. Cara memasak leumeung cukup unik, karena bahan-bahannya dimasak didalam bambu dengan cara dibakar.

3. Ikan Asin

Bagi penggemar asin jambal, atau lengkapnya ikan asin jambal roti dapat anda dapatkan di pasar Panimbang.
Saat anda kembali dari berwisata di Tanjung Lesung ataupun keluarga yang berlibur dan memilih untuk masak sendiri di Villa Kalicaa Tanjung Lesung , dapat berbelanja ikan segar atau pun ikan asin di Pasar Panimbang yang dapat ditempuh dalam waktu 15 menit dari Tanjung Lesung.
Selain pasar tradisional yang menjual berbagai bahan olahan mentah, di pasar ini juga sudah tersedia minimarket.
Rengginang Khas Banten

4. Rengginang

 

Rengginang sikerupuk tebal yang gurih dan lezat yang terbuat dari nasi ketanyang dijemur dibawah terik matahari ini merupakan salah satu dari puluhan makanan khas dari banten. Selain rasanya yang lezat dan gurih rengginang sendiri sangatlah mudah untuk di buat dan sekarang sudah banyak sekali varian dari rengginang ini.

Resep Membuat Kue Apem Putih Banten

5. Kue Apem

Makanan ringan dari jenis kue tradisional manis yang dibuat dengan cara dikukus dan berasal dari daerah Pandeglang, Banten adalah kue apem. Originalnya kue bertekstur kenyal ini memiliki tampilan warna putih alami dari campuran tepung beras dengan gula pasir dan ragi. Namun seiring berjalannya waktu, pembuatan kue apem sekarang lebih bervariasi dengan tambahan aneka pewarna makanan.