Senantiasa Alhamdulillah

0
Foto:Google

Manakala matahati itu memandang bahwa Allah itu Tunggal, maka satu-satunya Sang Pemberi Anugerah, walaupun anugerahnya banyak sekali ragamnya, bahwasanya tetap DIA-DIA juga yang memberi.

Semua yang terjadi hakekatnya anugerah dari Allah, dan satu-satunya Allah juga Sang Pemberi.

Misalkan ketika kita makan di warteg, dikasih makanan, itu tetap Sang Pemberi adalah Allah, bukan pedagang wartegnya, ini cukup dimaknai dalam hati bukan ucapan.

Terus secara syariat bagaimana ?

Syariatnya menuntut dari diri kita, agar sebagai hamba terus-menerus mensyukuri ciptaan/anugerah Allah yang bermacam-macam tersebut.

Kita dituntut harus senantiasa mengucapkan Alhamdulillahi robbal’alamin.

Apa saja harus Alhamdulillah, kenapa ? karena ini semua ENGKAU. ”

[DR. KHM. Luqman Hakim]⁠⁠⁠⁠