Berziarah Waliyullah Hasan Munadi dan Pemandian Nyatnyono, Ungaran

0
Semarang memang gudangnya tempat wisata dan banyak sekali ditemukan tempat tempat wisata yang semuanya indah indah dan mempesona, terutamanya bagian wilayah Semarang bagian selatan yaitu daerah pegunungan, khususnya wilayah Ungaran Semarang.
Di Ungaran terdapat sebuah makam yang sangat dikeramatkan oleh penduduk sekitar yaitu makam waliyullah Hasan Munadi dan makam putranya waliyullah Hasan Dipuro, yang berada di sebelahnya dan dipisah jalanan. Sebuah nama Nyatnyono ungaran disini tidak akan terlepas dari makam keramat waliyullah Hasan Munadi dan Hasan Dipuro. Makam makam wali tersebut sampai saat ini masih terawat dengan sangat baik oleh masyarakat yang dipandu oleh juru kunci pemangku makam yang saat ini dipegang KH. Hasan Asy’ari.
Makam waliyullah tersebut terletak diatas bukit dengan pemandangan yang sangat indah, apalagi ketika sudah berada dilokasi makam anda akan merasakan ada hawa yang berbeda disamping hawa dingin yang segar yang dihasilkan karena berada dipegunungan juga ada hawa positif karena mendapat keberkahan dari waliyullah tersebut. Ketika anda sudah berada diparkir dan ingin menuju kemakam maka anda harus menaiki anak tangga yang disediakan untuk mempermudah peziarah menuju makam karena makam berada diatas.
Sebelum peziarah menikmati alam indah yang disajikan oleh alam semarang dengan berfoto-foto dan berselvi alangkah baiknya anda ingat tujuan awal dari rumah yaitu berziarah, lepas itu anda bisa kembali menikmati indahnya alam sekitar.
lokasi makam mbah Hasan Munadi Nyatnyono Ungaran
makam ini (mbah Hasan Munadi dan Mbah Hasan Dipuro) berlokasi di desa Nyatnyono, Ungaran Barat, Semarang atau berada di titik GPS @-7.1490122,110.3823544 . yang mana letaknya makam tidak jauh dari obyek wisata kolam renang Siwarak, kolam renang ini sendiri berada di pinggir jalan arah menuju makam Waliyullah Mbah Hasan Munadi dan Mbah Hasan Dipuro. Jadi sebelum anda sampai di makam terlebih dahulu anda akan melihat wisata kolam renang Siwarak.
Jika anda berasal dari kota Semarang dan sekitarnya maka yang harus anda ketahui adalah jarak antara Semarang ke Nyatnyono yaitu berkisaran 20,1km atau kurang lebih 30menit perjalanan normal, anda bisa lewat Semarang kota menuju Solo atau bila anda dari Demak anda bisa lewat jalan tol masuk pintu tol Kaligawe dan keluar pintu tol Ungaran. Dan bila anda dari kota Solo ke lokasi makam maka berjarak 85,5km dan waktu perjalanan akan memakan waktu kurang lebih 2jam dan anda bisa lewat jalan Solo menuju Semarang.

Sejarah masjid dan desa Nyatnyono

Nyatnyono begitulah orang mengenalnya, Nyatnyono sendiri dulunya adalah sebuah masjid dan sekarang melebar menjadi sebuah desa, di desa nyatnyono sendiri terdapat sebuah masjid peninggalan kyai Hasan Munadi dan anaknya Kyai Hasan Dipuro. Kisahnya berawal dari Hasan Munadi muda mondok bersama-sama Raden / sultan Fattah yaitu raja pertama kali kerajaan demak bintoro pada Sunan Bonang, setelah sekian lama nyantri di pondok dan diketahui Sunan Bonang bahwa keduanya sudah cukup berilmu maka keduanya diberi perintah masing masing untuk menyebarkan ilmu keduanya, sedangkan Raden Fattah disuruh membuat pesantren di Glagah wangi yang sekarang dikenal Bintoro, dan Hasan Munadi disuruh kembali pulang kampung untuk menyebarkan ilmu di kampung halamannya, semarang dan sekitarnya.
Nama sebuah desa Nyatnyono adalah sebuah desa dimana kampung halaman Kyai hasan Munadi berasal, Nyatnyono dalam bahasa Indonesia berarti “tiba-tiba ada” cerita berawal dari Kyai Hasan Munadi yang sedang berkhalwat untuk menyebarkan islam disana, dalam khalwatnya beliau diberi isyarat untuk mendatangi sebuah tempat yang terdapat masjid tetapi sebenarnya tempat tersebut belum ada bangunan masjidnya sama sekali, disini terjadilah kejadian yang diluar jangkauan akal sehat, setelah Kyai Hasan Munadi sampai ditempat dalam isyarat khalwatnya secara tiba tiba sebuah masjid sudah berdiri tegak, yang berada dilereng gunung sukroloyo. Maka dari cerita itulah sekarang desa tersebut diberi nama nyatnyono yang berarti tiba tiba ada.

Makam mbah Kyai Hasan Dipuro

Kyai Hasan Dipuro adalah anak dari Kyai Hasan Munadi, mereka dimakamkan berdekatan Cuma dipisah oleh jalan menuju parkiran tetapi masih tetap bisa dilihat dari kedua sisi masing masing makam, dibelah makam terdapat sebuah masjid peninggalan mbah Kyai Hasan Munadi. Untuk menuju ke makam dan ke masjid anda harus menaiki anak tangga karena makam dan masjid berada di atas tempat parkir.

Sendang mata air Nyatnyono

disekitaran lokasi makam terdapat sebuah tempat pemandian yang airnya diambil dari sebuah sendang peninggalan Kyai Hasan Munadi, letak dari sendangnya sendiri tak jauh dari lokasi makam yaitu sebelum anda naik ke makam anda belok ke kanan dan anda akan menjumpai sendang nyatnyono. Sendang nyanyono sebenarnya juga mempunyai sejarah yang tak lepas dari mbah Kyai Hasan Munadi, yaitu bermula dari tongkatnya mbah Hasan Munadi yang ditancapkan ke tanah kemudian dicabut dan keluarlah mata air yang sekarang menjadi sendang.

Penginapan terdekat Nyatnyono

Sebelum anda masuk diwilayah nyatnyono anda akan menemukan banyak bangunan penginapan untuk anda yang ingin mencari penginapan terkait wisata religi Nyatnyono, tetapi banyak dari peziarah yang tidur tiduran diteras masjid sebelah makam hanya untuk melepas kantuk

Kuliner

Daerah Kabupaten Semarang pun dipenuhi dengan berbagai kuliner enak. Saya ingat dalam perjalanan saya dari kota Jogjakarta menuju Ambarawa, sepanjang perjalanan beberapa kali kami menemukan spot makanan enak. Nah, kali ini  membahas tentang kuliner Kabupaten Semarang yang sayang banget bila Anda lewatkan saat berada di sana:

1.    Pecel Mbok Kami Ambarawa

Warung Pecel Mbok Kami
Warung Pecel Mbok Kami
Pecel Mbok Kami ini cukup unik. Kita dapat menikmati pecel dengan berbagai pilihan lauk-pauk, seperti sate ati, usus, telur puyuh, kerang, saren, bakwan, mendoan, jadah, tahu bakso, tahu isi, hingga martabak. Nasi pecel Mbok Kami ini juga bisa dinikmati dengan campuran mie goreng. Penyajiannya dengan menggunakan kertas dan pincuk daun pisang. Warung Pecel Mbok Kami ini berlokasi di seberang jalan masuk menuju Goa Kerep. Siap-siap untuk mengantri jika Anda penasaran dengan kenikmatan Pecel Mbok Kami ini. Jangan datang kesiangan juga biar tidak kehabisan. Pecel Mbok Kami ini berjualan pukul 07.00 – 12.00 siang.
2.    Gudeg Merakmati
Gudeg Merakmati
Gudeg Merakmati

Kenikmatan gudeg tak melulu bisa kita rasakan di Jogja. Kuliner Kabupaten Semarang pun menyimpan gudeg yang lezat. Namanya Gudeg Merakmati. Gudeg Merakmati ini menyajikan jenis gudeg kering, namun citarasa manisnya tidak selegit gudeg kering ala Jogja. Gudeg merakmati ini menjadi lebih spesial karena disajikan dengan koyor goreng. Koyor ini adalah urat tendon sapi yang direbus hingga empuk dalam bumbu-bumbu. Tidak banyak rumah makan di Semarang yang menyajikan koyor goreng. Selain koyor goreng, lauk-pauk lainnya yang menemani gudeg ini adalah aneka jeroan bacem, telur, dan daging ayam. Gudeg merakmati ini juga dinikmati bersama daun singkong rebus dan areh. Warung Gudeg Merakmati ini berlokasi di Jl. Soekarno-Hatta 89, Merakmati, Kabupaten Semarang. Lokasinya kira-kira 2km sebelah utara Terminal Bis Bawen. Sebaiknya Anda datang pagian (sebelum pukul sebelas) supaya tidak ngantri terlalu panjang.

3.    Bubur Pecel Mbok Nah

Bubur Pecel Mbok Nah
Sate Kelinci

Nasi pecel itu sudah biasa. Tapi kalau bubur pecel? Hmm, tidak di semua tempat Anda bisa menikmatinya. Maka jika sedang berada di Bandungan, berkunjunglah ke Warung Makan Mbok Nah. Warung Makan Mbok Nah ini terkenal dengan bubur pecelnya yang nikmat. Bubur beras putih yang lembut disantap bersama sayur-mayur dan bumbu pecel. Adapun bubur pecel ini merupakan sarapan umum di Bandungan. Selain bubur pecel, Warung Makan Mbok Nah ini juga menjual menu-menu lain yang tak kalah enak, seperti soto ayam, nasi rames, nasi opor, nasi mangut, gendar pecel, gendar tahu bacem, dan lainnya. Warung Makan Mbok Nah ini berada di  Jalan Raya Lemah Abang Km. 05, Bandungan, Kabupaten Semarang. Lokasinya kira-kira 100 meter sebelah utara Pasar Jimbaran. Mulai buka pukul 06.00 pagi dan biasanya habis menjelang jam 12 siang.

4.    Sate Sapi Pak Kempleng

Sate Sapi Pak Kempleng
Sate Sapi Pak Kempleng

Sate umumnya diolah dari daging ayam atau daging kambing. Tapi di daerah Ungaran, Anda akan mudah menemukan sate sapi. Sate sapi yang terkenal di daerah Ungaran adalah Sate Sapi Pak Kempleng. Sate Sapi Pak Kempleng ini pertama kali dijual sekitar  tahun 1946 oleh Pak Sukimin (nama asli Pak Kempleng) dan saat ini diteruskan oleh cucu Pak Sukimin. Keistimewaan Sate Sapi Pak Kempleng ini adalah dagingnya yang lembut dan tidak berlemak karena hanya menggunakan daging bagian dalam. Lemak-lemak yang menempel pun dibersihkan terlebih dahulu. Satenya memiliki citarasa manis karena potongan daging sapi terlebih dahulu direndam dalam bumbu rempah-rempah yang bercampur gula aren. Sate sapi ini biasanya dinikmati bersama lontong atau nasi. Uniknya, bumbu kacangnya serta irisan cabai dan bawang merahnya tidak disiramkan ke atas sate. Sate Sapi Pak Kempleng ini berlokasi di  Jl. Diponegoro 265 Ungaran, Semarang. Buka pukul 09.00 – 21.00.

5.    Sate Kelinci Tanto Tanti, Bandungan

Sate Kelinci
Sate Kelinci

Nampaknya, tak semua orang akan tega untuk menyantap kuliner Kabupaten Semarang yang satu ini. Sate kelinci khas Bandungan. Daging kelinci memiliki rasa yang gurih dan empuk. Dagingnya juga dipercaya berkhasiat untuk mengobati penyakit asma, liver, asam urat, dan penyakit paru-paru. Daging kelinci juga rendah kolesterol. Anda akan mudah untuk menemukan sate kelinci di daerah Bandungan. Salah satu rumah makan yang sudah terkenal dengan menu sate kelincinya adalah Warung Tanto Tanti. Sate kelinci ini dihidangkan seperti sate ayam, yaitu dengan bumbu kacang, kecap, dan irisan bawang dan cabai merah. Atau bisa juga dengan irisan kubis dan tomat.

Bumbu kacang di Tanto Tanti ini memiliki rasa yang khas karena diolah dengan resep keluarga.  Selain sate kelinci, Warung Tanto Tanti juga menyediakan aneka olahan daging kelinci lainnya, seperti  gulai, rica-rica, tongseng, sop, hingga kelinci bakar atau goreng. Rumah makan Tanto Tanti ini berlokasi di Jl Raya Bandungan-Sumowono Km 1, Dusun Karanglo, Desa Kenteng, Kecamatan Bandungan.

Oleh-oleh

1. Tahu Baxo Ungaran
Tahu baxo sudah menjadi oleh-oleh yang dicari wisatawan ketika berkunjung ke Kabupaten Semarang, terutama di Kota Ungaran. Berawal dari kreativitas Ibu Puji mengolah bahan-bahan yang banyak tersedia di kota ini, tahu. Gerai tahu baxo mudah ditemui dimana-mana.
Oleh-oleh khas kabupaten semarang
Tahu baxo oleh-oleh khas Kabupaten Semarang (Foto: Don Suke)
Produsen tahu baxo yang beken, salah satunya tahu baxo Ibu Puji memiliki beberapa gerai diantaranya di  Rumah Makan Ibu Puji Jalan Diponegoro 14, Gapura Batas Kota Ungaran. Kita bisa membawa oleh-oleh iin dalam kemasan kotak. Jika ingin lebih awet, bwalah tahu baxo yang sudah direbus. Sesampai di rumah, barulah kita goreng dan disantap panas-panas. Yummi!
2. Kopi Gunung Kelir
Kopi Gunung Kelir ini adalah kopi produksi Kecamatan Jambu, Kabupaten Semarang.
Di Gunung Kelir, terdapat banyak perkebunan kopi dan menjadi salah satu sumber penghasilan bagi masyarakat Jambu. Tak disangka, kopi Gunung Kelir ternyata beberapa kali menjadi jawara dalam lomba kopi karena citarasanya yang khas. Jadi, kopi jawara ini bisa jadi pilihan tepat buah tangan untuk sedulur.
Oleh-oleh khas kabupaten semarang
kopi gunung kelir dari Jambu Kabupaten Semarang
3. Torakur
Torakur atau tomat rasa kurma adalah kreasi Ibu Ngestiwati, penduduk Dusun Ampel Gading, Bandungan yang prihatin karena hasil panen tomat yang melimpah ruah malah harganya jatuh dan terbuang percuma. Dibantu mahasiswa UNNES yang memberikan bekal cara membuat manisan, Bu Ngesti mendapat ide untuk membuat manisan tomat.
Oleh-Oleh khas Kabupaten Semarang
Torakur Ibu Ngesti Bandungan
Ternyata, setelah jadi malah produknya terasa persis seperti kurma. Torakur ini tak hanya enak tapi juga bermanfaat bagi kesehatan diantaranya sebagai anti oksidan mencegah penyakit kanker. Torakur bisa dibeli langsung di toko Ibu Ngesti di Bandungan atau di berbagai pusat oleh-oleh Khas Semarang.
4. Beras Organik Al Barokah 
Berbagai jenis bahan makanan organik hasil produksi paguyuban petani di Getasan, Kabupaten Semarang dengan menyandang nama Al Barokah. Al Barokah telah berdiri sejak tahun 1998, dan Pak Mustofa adalah salah satu penggagasnya.
Oleh-oleh khas kabupaten semarang
berbagai jenis beras organik produksi Al Barokah Getasan
Produk mereka diantaranya beras merah, beras hitam, dan lainnya. Beras produksi mereka diolah secara organik yaitu tanpa pestisida lho Lur, dan sudah disertifikasi. Al Barokah mendapat penghargaan ketahanan pangan pada tahun 2004 dan kini produk mereka telah diimpor ke berbagai negara. Alamat Paguyuban Al Barokah adalah di Desa Ketapang RW 02 RW 01 Kecamatan Susukan, Kabupaten Semarang, atau sedulur sekalian bisa membelinya di toko pusat oleh-oleh. 
5. Tahu Serasi Bandungan
Bandungan di Kabupaten Semarang adalah sentra pembuatan tahu.
Selain berwisata menikmati sejuknya udara pengunungan di Bandungan, kita bisa menyantap lezatnya tahu Serasi di Bandungan. Kita bahkan bisa melihat langsung cara pembuatan tahu di pabriknya yang juga berfungsi sebagai gerai. TahuSerasi yang enak, dan bebas bahan pengawet ini bsa jadi pilihan asyik untuk oleh-oleh para sedulur.
Oleh-oleh khas kabupaten semarang
tahu serasi yang yummi (Foto:panduanwisata.id)
6. Aneka Biskuit Produksi Nissin
Walaupun biskuit produksi Nissin sudah dijual di berbagai tokodi seluruh Indonesia, tetap saja biskuit ini menjadi pilihan para wisatawan yang ingin membeli oleh-oleh untuk kerabatnya. Para sedulur bisa datang berkunjung ke gerai Nissin di Jalan Jenderal Sudirman No. 23 Ungaran.
oleh-oleh khas kabupaten semarang
Nissin Emporium Kafe Ungaran

Pabrik Nissin sering dijadikan tujuan tur pendidikan anak-anak sekolah. Sedulur juga bisa bersantai menikmati pemandangan Gunung Ungaran dari Emporium Kafe. Berbagai produk biskuit Nissin djual lebih miring di gerainya. Ada juga yang dilenkapi tas kain warna-warni bertuliskan oleh-oleh khas Ungaran. Keren!

7. Egg Roll Waluh Bu Nanik
Satu lagi produk inovatif dan kreatif dari Kabupaten Semarang.
Mimin menemukannya saat pameran bahan makanan organik di Java Mall, Semarang. Berbagai jenis cemilan dari waluh, atau labu kuning dengan merek Bu Nanik diantaranya egg roll, geplak, pia, kembang goyang dan lainnya.
Oleh-oleh khas kabupaten semarang
Geplak waluh buatan Bu Nanik Getasan
Bu Nanik Daryanti adalah pemilik usaha cemilan kreatif ini. Berawal dari keprihatinan Bu Nanik melihat waluh atau labu kuning di Desa Getasan, Kecamatan Getasan hanya dijadikan makanan ternak. Padahal menurut Bu Nanik, labu kuning bergizi tinggi.
Oleh-oleh khas kabupaten semarang
Egg roll waluh Bu Nanik dari Getasan Kabupaten Semarang
Ia pun mempromosikan geplak waluh buatannya dan ternyata banyak yang suka. Ia pun mulai mencoba memproduksi cemilan lain. Kini geplak,  egg roll dan berbagai jenis  cemilan Bu Nanik banyak dijual di toko oleh-oleh. Keren ya, Lur!
8. Serabi Ngampin
Serabi Ngampin adalah serabi khas dari Ngampin, Ambarawa. Di sepanjang jalan Semarang-Yogya banyak ditemui warung yang menjual serabi ini. Bentuknya bulat seperti kue apem, hanya lebih tipis. Serabi ngampin berwarna-warni, ada warna coklat dari gula jawa, warna hijau dari daun pandan.
Oleh-Oleh Khas Kabupaten Semarang
Serabi Ngampin khas Ambarawa (Foto: Slamsr)
Dengan kuah santan yang sedikit gurih, tapi nggak bikin eneg. Keunikannya lagi, Serabi Ngampin dimasak di atas tungku dan wajan kecil yang terbuat dari tanah liat. Harganya pun murah-meriah. Hanya Rp.3.000 per buah. Ngangenin.
9.  Sirup Kopi Eva
Sirup kopi ini dapat dibeli di Warung Kopi Eva yang legendaris milik Michael Tjiptomartojo. Konon, ini adalah warung kopi pertama di Kabupaten Semarang. Berdiri sejak tahun 1958 dan terletak di jalan strategis Semarang-Magelang di Bedono, Jambu.
oleh-oleh khas kabupaten semarang
sirup kopi eva yang legendaris (Foto: panduanwisata.id)
Daerah Jambu terkenal dengan hasil kopinya. Warung kopi ini menjadi buah bibir, dan semakin menjadi bahan pembicaraan ketika diulas Pak Bondan Maknyus Winarno. Selain kopinya, warung ini juga terkenal dengan tahu godog dan gudeg Manggar. Untuk oleh-oleh, warung kopi Eva menyediakan kopi luwak dan kopi lainnya dalam kemasan. Namun, sirup kopi Eva jadi andalan. Sirup ini unik, bisa diminum dingin-dingin, atau menjadi minuman kopi panas dengan diseduh air panas atau air dispenser.
10. Kaktus Makarame
Makarame adalah usaha kaktus dan sukulen milik Anita Lusiya Dewi, perempuan muda lulusan S1 Gizi Masyarakat IPB. Ia telah menjalankan usahanya di bawah bendera Makarame, di Sumowono, Bandungan sejak tahun 2013.
oleh-oleh khas kabupaten semarang
berbagai jenis kaktus dengan pot lucu (Foto: Makarame.com)
Anita yang kini mengembangkan usaha kaktus dan sukulen ini juga memadukannya dengan mengolah sampah anorganik yang menjadi kemasan kertas suvenir kaktus. Menurutnya, kaktus mudah dipelihara dan aman untuk diletakkan di dalam ruangan karena kaktus mengeluarkan oksigen di malam hari.
oleh-oleh khas kabupaten semarang
kaktus makarame (Foto: makarame.com)
Nah, kaktus-kaktus cantik ini bisa jadi pilihan oleh-oleh para sedulur semua.
Produknya bisa didapatkan di www.makarame.com atau di Jalan Sukorini No 01 RT 01/02 Sumowono, Bandungan dan no telpon 0857-4228-7999.