Wisata Ziarah Jakarta

0

Selain Ibu Kota Negara Indonesia, Jakarta ini juga terkenal dengan tempatnya ziarah atau ” wisata Religi “. Karena memang terdapat warisan para leluhur para Ulama – Ulama besar yang lahir di sini. Untuk di jadikan tempat Wisata atau ziarah Di Jakarta ini.

Terdapat 8 tempat Ziarah yang paling sering di kunjungi oleh para peziarah Di Jakarta ini. para peziarah ini datang dari berbagai pelosok daerah selain pengunjung dari penduduk lokal, mereka datang dari berbagai wilayah di indonesia. seperti dari daerah Sumatera, Kalimantan, Sulawesi, papua, bahkan dari luar negeri pun ada yang datang ke tempat ini.

Apalagi di hari – hari libur, tempat ziarah Di Jakarta ini penuh dengan para peziarah, terutama di hari – hari besar keagamaan, seperti Hari Raya Idul fitri, hari idul adha, hari libur nasional, dan sebagai nya.

Karena selain berziarah pengunjung juga sambil mengunjungi temapt – tempat wisata lain nya yang ada di Jakarta ini. Jakarta ini memiliki banyak tempat tempat wisata yang wajib di kinjungi sambil berziarah.

Pada hari-hari tertentu, masjid maupun makam-makam keramat tersebut sering diziarahi ratusan peziarah kaum muslimin. Baik peziarah domestik maupun asing. Masjid Istiqlal di Jakarta Pusat, misalnya, atau masjid tua seperti Masjid Kebon Jeruk di Jalan Gajah Mada, Jakarta Barat, juga Masjid Jembatan Lima di Jakarta Barat. Begitu pula Masjid Luar Batang di Jakarta Utara dan Masjid Kwitang, Jakarta Pusat.

Pada bulan Maulud atau Rabiulawal, ribuan orang berziarah ke sana. Teristimewa di malam Jumat, masjid-masjid itu penuh oleh peziarah yang datang dan pergi sejak pagi hingga malam hari. Bahkan di bulan Ramadan, di antara mereka ada yang bermalam di sana. Terutama karena di kompleks Masjid Luar Batang terdapat makam seorang wali, yaitu makam Habib Husain bin Abubakar Alaydrus, sementara di kompleks Masjid Kwitang terdapat makam ulama besar, Habib Ali bin Abdurrahman bin Abdullah Alhabsyi.

Tak ayal dengan datang nya para peziarah ini, juga sangat bermanfaat bagi penduduk setempat, karena ini kesempaatan bagi para pedagang yang menjajakan baarang dagangan nya di sana. Sehingga memiliki nilai ekonomis dan membantu meningkatkan perekonomian peenduduk setempat.

Dan biasa nya mereka menjajakan dagangan berupa, sajadah, buku – buku islami, pernak pernik, tasbih, busana muslim, kopiah, kopi, makanan, buah, buahan, bakso, gorengan dan lain sebagai nya.

Dan berikut ke 8 Tempat Ziarah Yang Ada Di Kota jakarta Ini :

1.   Makam Al-Hawi Condet

Makam Al Hawi Condet
Makam Al Hawi Condet

Ada sebuah kompleks makam para ulama dan habaib terkenal, dikenal sebagai Al-Hawi, terletak di kawasan Condet, Jakarta Timur. Habib karismatik yang dimakamkan di sana, antara lain, Habib Zain bin Abdullah Alaydrus, Habib Salim bin Jindan, Habib Ali bin Husein Alatas, Habib Umar bin Hud Alatas, dan lain-lain.

Habib Zain bin Abdullah Alaydrus lahir di As-Suweiry, dekat Tarim, Hadramaut, pada 1289 H/1869 M. Ketika berusia 12 tahun, yakni pada 1301 H/1881 M, ia hijrah ke Indonesia disertai saudara-saudaranya, seperti Alwi, Ahmad, dan Ali. Di Batavia, ketika itu ia bertemu pamannya, Al-Allamah Al-Habib Muhammad bin Alwi Alaydrus, dan mengaji kepadanya. Selain itu, Habib Zain juga mengaji kepada Habib Utsman bin Yahya, yang ketika itu juga menjadi mufti Batavia.

Habib Zain adalah salah seorang di antara sejumlah ulama yang mendirikan madrasah yang pertama kali di Jakarta, yaitu Jamiat Khair, pada 1322 H/1902 M. Selang beberapa tahun kemudian, ia mendirikan sebuah madrasah kecil di Jakarta Kota, di kawasan yang kini disebut Jalan Gajah Mada. Tapi, ketika bala tentara Jepang menginvasi Indonesia, sekolah tersebut terpaksa ditutup. Empat tahun kemudian, 1326 H/1906 M, ia mendirikan sebuah majelis taklim di Masjid Al-Mubarak, Krukut, Jakarta Utara, yang kemudian ramai dihadiri jemaah.

Sepeninggal pamannya, Habib Muhammad, Habib Zain menjadi imam di Masjid Al-Mubarak, sekaligus mengajar ilmu tafsir, fikih, akidah selama 70 tahun sampai ia wafat dalam usia 110 tahun. Ia wafat pada hari Sabtu, 24 Rabiul Tsani 1399 H (24 Maret 1979 M), sekitar pukul 15.00.

Adapun Habib Salim bin Jindan lahir di Surabaya, 18 Rajab 1324 H (7 September 1906). Semula ia mengaji kepada Habib Abdullah bin Muhsin Alatas, Bogor (yang terkenal sebagai Habib Empang); Habib Muhammad bin Ahmad Al-Muhdhar, Bondowoso; K.H. Cholil bin Abdul Muthalib, Bangkalan, Madura (Kiai Cholil Bangkalan); dan Habib Alwi bin Abdullah Shahab, Tarim, Hadramaut.

Pada 1940 ia pindah ke Jakarta, lalu membuka majelis taklim dan berdakwah ke berbagai daerah di Indonesia. Ia adalah seorang orator, dengan hafalan yang kuat dan pengetahuan agama yang luas. Di rumahnya terdapat sebuah perpustakaan yang diberi nama Al-Fakhriah. Ia wafat di Jakarta pada 10 Rabiulawal 1389 H (27 Juni 1969).

2.   Makam Habib Kuncung Kalibata

makam Habib kuncung Kalibata
makam Habib kuncung Kalibata

Ada seorang ulama, yang juga habib karismatik, yang nama panggilannya unik: Habib Kuncung. Dialah Habib Ahmad bin Alwi Al-Hadad. Julukan itu konon karena semasa hidupnya ia selalu mengenakan peci tarbus Turki ala Abu Nawas yang berkuncir, berkuncung. Makam Habib Kuncung terletak di sebelah Masjid At-Taubah, Rawajati Barat, Kalibata, Jakarta Selatan.

Ulama, mubalig, dan waliullah ini masih keturunan ke-40 Rasulullah SAW. Semasa hidupnya ia juga dikenal sebagai pedagang keliling di beberapa daerah Nusantara, seperti Batavia, Makassar, bahkan juga sampai ke negara manca, Singapura. Ia wafat sekitar tahun 1922.

 

3.   Makam Luar Batang

Makam Luar Batang
Makam Luar Batang

Tidak terlalu sulit untuk mencapai makam Luar Batang, karena letaknya tak jauh dari kawasan Pasar Ikan, Jakarta Utara. Dari Beos, nama populer untuk Stasiun Kereta Api Jakarta Kota, Anda bisa mengendarai ojek dengan ongkos murah, antara Rp 4.000 sampai Rp 5.000. Kalau Anda mengendarai mobil pribadi, atau membawa rombongan dengan kendaraan bus, bisa melewati Jalan Muara Baru, Jakarta Utara. Tempat parkir di makam itu cukup luas. Bahkan di sana juga tersedia penginapan dengan fasilitas memadai.

Ini adalah makam Habib Husain bin Abubakar Alaydrus, yang biasanya diziarahi orang setiap malam Jumat Kliwon. Makamnya terletak di sebuah serambi di sebelah kiri masjid. Almarhum adalah mubalig, ulama, dan wali yang hidup pada abad ke-18. Jumlah peziarah semakin meningkat, terutama pada bulan Syawal, yang merupakan haul Habib Husain, dan bulan Maulud, saat peringatan Maulid Rasulullah SAW. Makam itu diselimuti dengan kelambu putih itu. Habib Husain wafat pada hari Kamis 17 Ramadan 1169 H (24 Juni 1756), pada usia 32 tahun.

Di makam yang lebih dikenal sebagai Makam Kramat Luar Batang itu juga terdapat makam sahabat seperjuangan dan orang kepercayaan Habib Husain bernama Abdul Qadir yang berdarah Cina.

4.   Makam Habib Ali Kwitang

Tempat Ziarah Di Jakarta
Tempat Ziarah Di Jakarta

Namanya Habib Ali bin Abdurrahman bin Abdullah Alhabsyi, tapi lebih dikenal dengan julukan Habib Ali Kwitang – karena rumah dan makamnya di kawasan Kwitang, Jakarta Pusat. Lokasinya di sebelah selatan Toko Buku WaliSongo. Untuk mencapai makam tersebut, dari Terminal Bus Senen atau Stasiun Kereta Api Senen, Anda cukup jalan kaki.

Menyusuri kawasan Kwitang seperti menyusuri kawasan pondok pesantren. Di Jalan Kembang VI di kawaan Kwitang itu, misalnya, berdiri megah Masjid Riyadh, sementara di sekitarnya beberapa toko kitab. Ini adalah kompleks Islamic Centre Indonesia (ICI). Di kompleks itu pula terdapat makam Habib Ali Kwitang.

Habib Ali lahir di Kwitang, Minggu 20 Jumadilawal 1286 H (20 April 1870). Hampir semua ulama Betawi pernah berguru kepadanya. Muridnya, yang kemudian menjadi ulama besar, antara lain K.H. Abdullah Syafi’ie, K.H. Thahir Rohili, K.H. Noer Ali. Habib Ali Kwitang berpulang ke rahmatullah pada hari Minggu, 20 Rajab 1388 H (13 Oktober 1968), dalam usia 102 tahun.

5.   Makam Kramat Koja

Makam Keramat Koja
Makam Keramat Koja

Di kawasan Koja, Tanjung priuk, Jakarta Utara, terdapat sebuah makam yang dikeramatkan, dikenal penduduk sebagai Makam Kramat Koja. Itulah makam Al-Imam Al-‘Arif Billah Al-Habib Hasan bin Muhammad Al-Hadad. Letaknya sekitar 300 meter dari Rumah Sakit Koja, di samping Pelabuhan Peti Kemas. Habib Hasan lahir di Ulu, Palembang, Sumatra Selatan, pada 1870 M/1291 H.

Sejak kecil belajar pengetahuan agama kepada ayah dan kakeknya, di usia remaja ia belajar ke Hadramaut. Sepuluh tahun kemudian, 1880, ketika ia pulang ke tanah air, kebetulan rakyat Banten tengah mengobarkan perlawanan terhadap penjajah Belanda, dan banyak ulama yang dikejar-kejar Belanda. Di antaranya ada yang menyelamatkan diri ke Palembang dan mendapat perlindungan Habib Hasan.

Pada 1899, ketika berusia 29 tahun, Habib Hasan berlayar ke Jawa untuk berziarah ke makam para wali, seperti Habib Husain Alaydrus di Luar Batang (Jakarta Utara), Sunan Gunung Jati di Cirebon (Jawa Barat), dan Sunan Ampel di Surabaya (Jawa Timur). Rupanya inilah perjalanan terakhir baginya. Ketika sampai di Batavia, kapal yang ditumpangi pecah. Ia wafat dan jenazah nya dimakamkan oleh penduduk di Kampung Koja.

Sekitar 23 tahun kemudian, pada 1922, makam itu tergusur oleh pembangunan pelabuhan yang dilakukan oleh Belanda. Ketika jenazahnya diangkat, ternyata masih utuh dan berbau harum.

Di kompleks makam ini juga terdapat beberapa makam keluarga Habib Hasan, seperti Habib Zen bin Muhammad Al-Haddad (adik kandung), Habib Ahmad bin Zen Al-Haddad (kemenakan), Habib Ali bin Zen Al-Haddad, Habib Muhammad bin Abdul Qadir Al-Haddad, dan lain-lain.

6.   Makam Kramat Kampung Bandan

Makam Keramat Kampung Bandan
Makam Keramat Kampung Bandan

Ada tiga makam di sekitar Masjid Al-Mukarramah, Kampung Bandan, di tepi Jalan Lodan Raya, Kelurahan Ancol, Pademangan, Jakarta Utara. Ini adalah makam Habib Muhammad bin Umar Al-Qudsi (wafat 23 Muharam 1118 H/1698 M), Habib Ali bin Abdurrahman Ba’alwi (wafat 15 Ramadan 1122 H/1702 M), dan Habib Abdurahman bin Alwi Asy-Syathri (wafat 18 Muharam 1326 H/1906 M), pendiri Masjid Al-Mukarramah.

Masjid yang berdiri di tanah seluas 700 meter persegi itu teduh, karena dikelilingi pepohonan yang rimbun. Namun, karena masjid tidak memiliki lahan parkir yang luas, para jemaah harus parkir di tepi Jalan Lodan. Pada bulan Maulud dan Syakban, menjelang Ramadan, ribuan kaum muslimin berziarah ke sana.

7.   Makam Pangeran Jayakarta

Makam Pangeran Jayakarta
Makam Pangeran Jayakarta

Kota Jakarta (dahulu Jayakarta) didirikan oleh Pangeran Jakerta alias Jayakarta. Makam ulama dan pahlawan ini terletak di kawasan Jatinegara Kaum, Kecamatan Pulogadung, Jakarta Timur. Untuk menuju ke kompleks makam ini, Anda bisa menggunakan mikrolet dari Terminal Kampung Melayu yang melewati Jatinegara. Dahulu kala, Jatinegara (“negara sejati”) merupakan ibu kota yang didirikan oleh sang Pangeran, setelah ia hijrah dari Jakarta Kota – yang kala itu diduduki oleh VOC Belanda.

Peninggalan Pangeran, antara lain, Masjid As-Salafiah dan sebuah tasbih besar yang tergantung di masjid tersebut. Di kompleks makam ini terdapat beberapa makam Pangeran, pengikut, dan keluarga. Misalnya, lima petinggi Kerajaan Jayakarta, seperti Pangeran Achmad Djakerta, Lahut Djakerta, Soeria bin Pangeran Padmanegara, dan Pangeran Sageri beserta istrinya, Ratu Rapiah Putri. Selebihnya makam keluarga dan kerabat keturunan Pangeran Jayakarta.

8.   Masjid Istiqlal Jakarta

Masjid Istiqlal Jakarta
Masjid Istiqlal Jakarta

Masjid Istiqlal ini terletak di Jakarta bisa juga di sebut dengan sebutan masjid Nasional Negara Republik Indonesia, dan merupakan masjid terbesar se Asia tenggara. Masjid ini di bangun sekitar tahun 1951 lebih tepat nya tanggal 24 Agustus 1951 yang di prakarsai oleh Presiden republik Indonesia pertama, yaitu Ir. Soekarno.

Lebih tepat nya, Masjid Istiqlal ini terletak di Taman Wihelmina di timur lapangan Medan Merdeka yang berdekatan dengan Monumen Nasional [ Monas ]. Di sebelah timur nya terdapat bangunan gereja katedral jakarta.

Masjid ini bisa menampung atau berkapasitas dua ratus ribu orang atau jamaah. dengan memiliki gaya bangunan arsitektur moderen, masjid ini memiliki dinding dan lantai berlapis marmer, di tambah hiasan ornamen geometrik dari baja anti karat. Dengan satu kubah besar yang berdiameter 45 meter yang di topang 12 tiang besar.

Selain di gunakan sebagai tempat ibadah kaum muslimin, masjid ini juga di gunakan sebagai tempat wisata religi atau ‘ ziarah “, karena memiliki nilai sejarah yang tinggi. maka tak heran jika di hari – hari besar umat Islam masjid ini juga ramai di kunjungi oleh pezoiarah yang datang dari berbagai wilayah di Indonesia ini.

Sekian informasi mengenai tempat ziarah Di Jakarta ini, semoga bermanfaat untuk sahabat semua nya dan terima kasih atas kunjungan nya dan salam sukses selalu.

 

Kesenian

Related image

Ondel-ondel

Image result for gambang kromongGambang Kromong

Image result for lenong betawi

Lenong Rumpi

Image result for palang pintu betawi

Palang Pintu

Image result for tanjidor

Tanjidor

Kuliner

  • Asinan Betawi

 

  • Image result for Asinan Betawi

 

sejenis makanan yang dibuat dengan cara pengacaran (melalui pengasinan dengan garam atau pengasaman dengan cuka), bahan yang diacarkan yaitu berbagai jenis sayuran dan buah-buahan. Asinan adalah salah satu hidangan khas seni kuliner Indonesia. Istilah asin mengacu kepada proses pengawetan dengan merendam buah atau sayur dalam larutan campuran air dan garam. Asinan sangat mirip dengan rujak, perbedaan utamanya antara lain bahan rujak disajikan segar, sedangkan bahan asinan disajikan dalam keadaan diasinkan atau diacar. Terdapat banyak jenis asinan, akan tetapi yang paling terkenal adalah Asinan Betawi dan Asinan Bogor. Asinan dapat ditemukan dijual di rumah makan, warung, dan pedagang keliling di Indonesia.

 

Variasi

Asinan Bogor
  • Asinan Betawi: Asinan sayuran orang Betawi dari Jakarta. Berbagai jenis sayuran yang diasinkan dan diawetkan sepert sawi, kubis, taoge, tahu, selada disajian dalam bumbu kacang yang dicampur cuka dan cabai, ditaburi kacang goreng dan krupuk (khususnya krupuk mi).
  • Asinan Bogor: Asinan buah-buahan dari kota Bogor, Jawa Barat. Berbagai jenis bua-buahan tropis yang diasinkan atau diacar seperti mangga muda, jambu air, pepaya, kedondong, bengkoang, pala dan nanas disajikan dalam kuah cuka yang asam, manis dan pedas, ditaburi dengan kacang gore
  • Soto Betawi

Soto Betawi merupakan soto yang populer di daerah Jakarta. Seperti halnya soto Madura dan soto sulung, soto Betawi juga menggunakan jeroan. Selain jeroan, seringkali organ-organ lain juga disertakan, seperti mata, terpedo, dan juga hati.

  • Gabus Pucung

Image result for Gabus pucung

Gabus pucung atau gabung pucung adalah masakan khas Betawi yang diolah dari bahan baku ikan gabus dengan kuah warna hitam.

Gabus pucung adalah gabungan nama dari kata “gabus” dan “pucung“. Gabus (ikan gabus) adalah isi dari sayur tersebut, dan pucung atau kluwek adalah pewarna sayur tersebut. Cara pembuatan masakan ini mirip dengan sayur ikan biasa dengan tambahan pucung untuk pewarna sayur.

  • Soto Tangkar

 

Image result for Soto Tangkar

adalah makanan Betawi. Nama tangkar sendiri adalah sebutan untuk iga sapi dalam bahasa Betawi pada zaman penjajahan Belanda dan sampai sekarang masih dipergunakan, meskipun sudah jarang diketahui oleh generasi saat ini

  • Nasi Kibuli
  • Image result for Nasi kebuli

adalah hidangan nasi berbumbu yang bercitarasa gurih yang ditemukan di Indonesia. Nasi ini dimasak bersama kaldu daging kambing, susu kambing, dan minyak samin, disajikan dengan daging kambing goreng dan kadang ditaburi dengan irisan kurma atau kismis. Hidangan ini populer di kalangan warga Betawi di Jakarta dan warga keturunan Arab di Indonesia Nasi kebuli menunjukan pengaruh budaya Arab Timur Tengah dan India Muslim, tepatnya tradisi Arab Yaman. Nasi ini mirip dengan nasi Biryani.

  • Nasi uduk

Image result for Nasi uduk

Nasi uduk adalah nama sejenis makanan terbuat dari bahan dasar nasi putih yang diaron dan dikukus dengan santan dari kelapa yang di parut, serta dibumbui dengan pala, kayu manis, jahe, daun serai dan merica. Makanan ini kemudian dihidangkan dengan emping goreng, tahu goreng, telur dadar/ telur goreng yang sudah diiris-iris,abon, kering tempe, bawang goreng, ayam goreng, timun dan sambal dari kacang. Makanan ini biasanya lebih sering dijual di pagi hari untuk sarapan dan malam hari untuk makan malam.Pada malam hari,biasanya nasi uduk dijual di warung pecel lele,yaitu warung yang menjual nasi uduk beserta lauknya,seperti : lele, ikan mas, ayam bakar dan goreng, dan lain lain.

  • Nasi Ulam

Image result for resep nasi ulam betawi

Nasi ulam adalah hidangan nasi yang dicampur berbagai bumbu dan rempah, khususnya daun pegagan (Centella asiatica) atau kadang diganti daun kemangi, sayuran, dan berbagai bumbu, serta ditemani beberapa macam lauk-pauk. Hidangan ini berasal dari khazanah hidangan Melayu, dan terdapat banyak resep dan variasi yang ditemukan baik di Indonesia maupun Malaysia.

Di Indonesia, nasi ulam dapat ditemukan dalam seni kuliner suku Betawi[1], ataupun suku Melayu di Sumatra, serta ditemukan juga di Bali. Nasi ulam Betawi terdapat dua jenis, nasi ulam berkuah (basah) yang berasal dari Jakarta Utara dan Pusat, serta nasi ulam kering (tidak berkuah) yang ditemukan di Jakarta Selatan.

Oleh-oleh
  • Kerak Telor

Image result for Kerak telor

adalah makanan asli daerah Jakarta (Betawi), dengan bahan-bahan beras ketan putih, telur ayam, ebi (udang kering yang diasinkan) yang disangrai kering ditambah bawang merah goreng, lalu diberi bumbu yang dihaluskan berupa kelapa sangrai, cabai merah, kencur, jahe, merica butiran, garam dan gula pasir.

 

  • Roti Buaya

Image result for Roti Buaya

adalah hidangan Betawi berupa roti manis berbentuk buaya.[1] Roti buaya senantiasa hadir dalam upacara pernikahan dan kenduri tradisional Betawi.

  • Kue kembang goyang

salah satu kue tradisional khas Betawi. Nama kembang goyang berasal dari bentuknya yang menyerupai kelopak bunga atau kembang dan proses membuatnya digoyang-goyang hingga adonan terlepas dari cetakan.Berkas:Kembang goyang.jpg

  • Dodol betawi

Dodol betawi berwarna hitam kecoklatan dengan variasi rasa rasa yang lebih sedikit daripada dodol dari daerah lain. Rasa dodol betawi hanya terdiri dari ketan putih, ketan hitam dan durian. Proses pembuatan dodol betawi sangat rumit. Bahan baku pembuatan yang terdiri dari ketan, gula merah, gula pasir dan santan harus dimasak di atas tungku dengan kayu bakar kayu selama 8 jam. Dodol betawi umumnya dibuat sebagai penganan khusus untuk pesta, bulan Ramadan, Idul Fitri atau Idul Adha. Terutama menjelang hari raya, dodol betawi laris terjual. Karena proses pembuatannya yang rumit, hanya sedikit orang-orang yang ahli membuat dodol betawi.

Image result for Dodol betawi

Terdapat beberapa daerah di Jakarta dan sekitarnya yang masih memproduksi dodol betawi, terutama di komunitas-komunitas warga Betawi, seperti di Condet, Jakarta Timur, Bogor dan Bekasi. Selain warga Betawi, dodol betawi juga dibuat oleh komunitas Tionghoa.

  • Bir pletok

Minuman penyegar yang dibuat dari campuran beberapa rempah, yaitu jahe, daun pandan wangi, dan serai. Minuman tradisional ini dikenal di kalangan etnis Betawi. Agar warnanya lebih menarik, orang Betawi biasanya menggunakan tambahan kayu secang, yang akan memberikan warna merah bila diseduh dengan air panas.Hasil gambar untuk Bir pletok

Walaupun mengandung kata bir, bir pletok tidak mengandung alkohol. Minuman ini berkhasiat untuk memperlancar edaran darah. Masyarakat Betawi banyak mengonsumsinya pada malam hari sebagai penghangat.