Makam Habib Kuncung, Kalibata, Jakarta Selatan

0

Masjid At Taubah termasuk salah satu situs sejarah di Ibukota Jakarta. Masjid ini dibangun oleh Habib Abdullah Ja’far Al Hadad, kakek buyut Habib Kuncung, sekitar abad ke-18.

Bagi masyarakat Muslim Ibukota, Habib Kuncung merupakan tokoh yang memiliki derajat tertentu. Ini karena sang ulama dipercaya memiliki sejumlah kelebihan yang membedakan dengan manusia biasa.

Habib kuncung dilahirkan di Kota Ghurfah, Tarim, Hadramaut, tanggal 26 Sya’ban 1254 H. Saat tiba di Betawi, Masjid At Taubah menjadi petilasan Habib Kuncung dalam menjalankan dakwah Islam.

” Habib Kuncung itu memang pulang perginya dia biasa di masjid ini (Masjid At Taubah). Dia sering istirahat di sini. selain itu, ada juga petilasan Habib Kuncung di kali dekat Masjid, ada pancuran untuk bersih-bersih masjid,” kata pengurus Masjid At Taubah, Muhammad, Kamis, 16 Juni 2016.

Muhammad mengatakan pancuran air tersebut awalnya tidak ada. Habib Kuncung sendirilah yang membuat pancuran tersebut dengan kelebihan yang dimilikinya.

” Ketika Habib Kuncung ingin bersih-bersih kemudian dia tancapkan tongkat bambunya ke tebing sekitar kali, maka keluar pancuran air,” kata dia.

Sayangnya, kata Muhammad, pancuran tersebut sudah hilang sejak 1990. Ini lantaran terjadi banyak hal negatif di sana.

Semasa hidupnya, Habib kuncung dikenal sebagai seorang yang memiliki khoriqul a’dah, atau kemampuan di luar kebiasaan manusia umumnya. Dalam bahasa kewalian disebut ahli Darkah.

Ahli Darkah merupakan sebutan bagi orang yang muncul di saat orang lain membutuhkan. Ciri tersebut, kata Muhammad, diklaim ada pada diri Habib Kuncung.

Sebutan Kuncung bermula karena Habib Ahmad kerap memakai kopiah dari Bangsawan Bugis berbentuk kuncung atau kerucut. Kebiasaan itulah yang menjadi dasar penyebutan Kuncung pada Habib Ahmad.

” Dia dapat julukan kuncung karena pada waktu itu suka mengenakan kopiah berbentuk kuncung pemberian dari kerajaan Bugis,” ucap dia.

Habib Kuncung meninggal dunia dalam usia 93 tahun pada 1926 di daerah Kebon Coklat, Kampung Melayu, Jakarta Timur.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here