Bagaimana Hukum Puasa Rajab?

0

Ijtihad Para Ulama Salaf Tentang Puasa Rajab

اﻻﺟﺘﻬﺎﺩ ﻻ ﻳﻨﻘﺾ ﺑﺎﻻﺟﺘﻬﺎﺩ

Hasil ijtihad tidak dapat dirusak dengan ijtihad lain

Ulama kita dalam lintas 4 Madzhab Fikih Ahlisunnah menganjurkan puasa Rajab:

يُنْدَبُ صَوْمُ شَهْرِ رَجَبَ وَشَعْبَانَ بِاتِّفَاقِ ثَلَاثَةٍ مِنَ الْأَئِمَّةِ وَخَالَفَ الْحَنَابِلَةُ ( الْحَنَابِلَةُ قَالُوْا : إِفْرَادُ رَجَبَ بِالصَّوْمِ مَكْرُوْهٌ إِلَّا إِذَا أَفْطَرَ فِي أَثْنَائِهِ فَلَا يُكْرَهُ ) (الفقه على المذاهب الأربعة – ج 1 / ص 895)

“Dianjurkan puasa bulan Rajab dan Sya’ban, berdasarkan kesepakatan 3 madzhab (Hanafi, Maliki dan Syafii). Sedangkan madzhab Hanbali berbeda. Mereka berkata: Mengkhususkan bulan Rajab dengan berpuasa adalah makruh, kecuali tidak melakukan puasa di bulan Rajab secara penuh selama 1 bulan” (al-Fiqh ala Madzahib al-Arbaah 1/895)

Hari ini Wahabi mengacak-acak dalil-dalil puasa Rajab. Mereka menampilkan Hadis palsu, mengutip dari Ibnu Taimiyah, atau komentar Imam Ibnu Hajar di pengantar kitab Tabyiin Al-Ajab namun tidak menampilkan pendapat beliau yang juga menyebutkan dalil ulama yang menganjurkan puasa Rajab.

Ijtihad mayoritas Ulama ini tetap berlaku dan tidak bisa dirusak oleh ijtihad Wahabi.

Oleh: Ustadz Ma’ruf Khozin