Karomah KH Mas’ud Pagerwojo

0

Kisah Karomah

Berikut cerita kisah karomah KH Mas’ud Pagerwojo:
pesawat terbang mogok? … hahaha lucu ya.. tapi emang bener kok ..gini kisahnya.. saat itu musim haji, Gus ‘Ud berangkat haji bareng dengan wak abahku , yaitu KH Mas Zubeir bin Harits .. entah tahun berapa itu. Nah ketika para jama’ah haji mau diberangkatkan, eh di dalam pesawat itu Gus ‘Ud membaca marhabanan dengan suara keras dan nggak teratur sambil mukul-mukul sesuatu dipakai untuk musiknya. Semua yang ngelihat tidak berani melarang, karena seluruh penumpang pada tahu siapa itu Gus ‘Ud. Salah satu awak pesawat lelaki menegur Gus ‘Ud dengan halus, “maaf pak.. pesawat mau berangkat.. tolong berhenti dulu”, katanya .

Kontan Gus ‘Ud berhenti mambaca marhabanan itu dengan hati yang dongkol. Dan apa yang terjadi? Sampai berjam-jam mesin pesawat itu nggak mau hidup. Sudah diperiksa ternyata tidak ada masalah, tapi tetep aja tidak bisa hidup, akhirnya salah satu jama’ah haji ada yang memperingatkan pada awak pesawat tadi agar minta maaf pada Gus ‘Ud karena telah menegurnya untuk diam, dituruti juga anjuran itu.

“Saya minta maaf ya pak atas kelancangan saya tadi, jika sekarang bapak mau baca marhabanan tadi, monggo ” .

lalu Gus ‘Ud menjawab, “iyo yo …”

Dengan rasa suka Gus ‘Ud langsung membaca marhabanan seperti tadi dengan memukul-mukul sesuatu untuk menjadi musiknya… dan apa yang terjadi berikutnya? Mesin pesawat langsung bisa hidup dan berangkat ke Saudi dengan selamat … luar biasa beliau itu.

Kisah lainnya

Beliau paling suka yang namanya seni sholawat hadrah. Saking sukanya dengan seni hadrah, kemanapun ada undangan hadrah, bisa dipastikan beliau akan hadir. Meski dengan suara yang tak enak dan baca’an yang kurang jelas, beliau tetap suka membaca diba’iyah dengan memukul terbang hadrah.

Jangan kan dapat undangan, beliau itu jika sedang di tengah jalan, naik apapun juga jika mendengar ada hadrah pasti akan turun dan ikut shalawatan di tempat itu. Nah, itu artinya apa? Itulah gambaran sifat amat cintanya Gus Ud terhadap baginda nabi Muhammad SAW. Suatu ketika ada orang yang dapat uang banyak karena habis menjual tanahnya. Orang itu terbilang sangat miskin. Hasil penjualan tanah itu dipakai untuk ongkos umroh aja gak cukup, apalagi naik haji.

Dia sangat bingung apa yang paling tepat digunakan, dalam kebingungan itu, tiba-tiba di luar rumah ada orang yang mengucapkan salam dengan agak teriak. Dia mengenali betul siapa pemilik suara diluar pintu itu. Tak lain dan tak bukan adalah Gus Ud!

“Oh alaikum salam, mari Gus masuk di dalam“, jawab orang itu mempersilahkan Gus Ud masuk.

“ya… suwun. kamu punya uang banyak ya?“

Nah , itulah salah satu karomah Gus Ud! Beliau tahu jika pemilik rumah tersebut sedang punya uang banyak meski dalam keadaan bingung. Jelas orang itu kaget atas diri Gus Ud yang tahu akan kondisi dirinya meski belum menceritakannya.

“inggih gus (iya gus)… tapi saya bingung. Digunakan untuk apa yang bisa bermanfaat, sedang saya ini orangnya gak punya apa-apa selain duit itu“, jawab orang itu polos.

“ya sudah, belikan kempyeng saja semuanya!! “, perintah Gus Ud yg kedengarannya agak kacau dan gak ada manfaatnya.

Kempyeng itu adalah tutup botol minuman dari lempengan besi. Nah coba aja bayangin , masak uang jutaan disuruh beli gituan?

Orang itu pun membelikan uangnya itu dengan kempyeng, uang segitu dibelikan kempyeng? ya jelas dapet super banyak, berkarung-karung.

Nah, karena alasan dari Gus Ud itu tidak jelas, saat kendaraan truk pengangkut kempyeng nyampai di rumahnya  banyak tetangga yang bertanya, “untuk apa kempyeng sebanyak itu?”

Dia gak bisa jawab apa-apa atas pertanyaan para tetangga dan teman-temannya itu. Yang terlihat, dia pasrah aja dengan apa yang terjadi, dalam hatinya ada juga rasa sayang terhadap uangnya dibuat beli gituan .

Singkat kisah, gak sampai dua mingguan, ternyata ada salah satu perusahan yg mencari pasokan kempyeng untuk dikirim ke perusahaannya. Tidak jelas bagaimana kisahnya, yang penting adalah perusahaan berani membeli kempyeng orang itu dengan harga dua kali lipatnya, bukan cukup itu saja, orang itu diminta agar menjadi pemasok tetap kempyeng buat perusahaan… subhanallah…

Sampai saat ini, orang yang disuruh Gus Ud beli kempyeng tersebut tergolong orang yang kayaaaa banget. Itu lah sikap dan tingkah laku para kekasih Allah seperti Gus Ud yang terkadang nganeh-nganehi tapi membawa hikmah dan barokah. Cerita hampir sama juga terjadi pada orang lain, tapi bukan kempyeng. Dia disuruh Gus Ud membeli rantai kapal … dan berakhir sama dengan orang yang pertama tadi. Wallahu a’lam …

Ada lagi kisah karomah Gus Ud, yaitu:
Gus Ud itu sering merogoh kantong baju orang. Bagi orang-orang yangg ngerti siapa Gus Ud sih maklum, Tapi bagi yang tidak seberapa ngerti siapa Gus Ud sebenarnya? Pasti akan dongkol hatinya, dan ini memang terjadi.

Suatu hari ada undangan kecil-kecilan di sebuah rumah seseorang, kebetulan Gus Ud lewat di depan rumah pemilik hajatan tersebut. Melihat ada acara itu , Gus Ud langsung masuk ke dalam rumah, melihat sudah banyak orang di situ, Gus Ud langsung mengajak salaman satu persatu para undangan, namun bukan salaman aja, setelah salaman pasti Gus Ud merogoh kantong baju para undangan satu persatu .

Semua pada diam dan nurut aja karena tahu siapa itu Gus Ud, namun ada salah satu orang yang tidak suka dengan tingkah Gus Ud seperti itu. Dalam hati orang itu berkata, “katanya wali Allah, kok gitu perbuatannya?“

Sementara itu, Gus Ud tetap terus merogoh kantong para undangan ( tapi beliau tak mengambil apa-apa dari milik para undangan itu). Nah, di saat pas giliran orang yang tidak suka atas tingkah laku Gus Ud tadi, beliau cuma senyum dan tidak merogoh kantong orang itu, sambil senyum dan memandang org itu, Gus Ud menirukan kata-kata orang itu yang terucap cuma dalam hati tadi, “katanya wali Allah, kok gitu perbuatannya?“

Itulah yang diucapkan Gus Ud berulang-ulang dengan agak keras menirukan perkataan hati orang tadi. Ya jelas membuat orang itu malu dan minta maaf pada Gus Ud. “Yo.. yo .. ga popo “ ( ya ya ga apa apa )”, kata Gus Ud pada orang itu.

Tambahan kisah lainnya tentang Thawaf beliau
Dalam hal ini , sudah banyak yang sepakat dan juga banyak saksi mata yang masih hidup, yaitu jika Gus Ud berthawaf saat di Makkah, sangat aneh sekali. Kita pasti melihat ribuan orang yang sedang thawaf di sana. Gimana cara jalan mereka? sudah pasti saling berdesakan dan berhimpitan. Jelas gak akan bisa berjalan dengan dengan mulus dan lancar, tapi beda dengan Gus ‘Ud, beliau saat thawaf lancar-lancar saja, bahkan dengan setengah berlari, dan anehnya meski kondisi sangat berdesakan dan berhimpitan, tapi buat beliau lancar-lancar saja. Seakan di depannya tak ada yang menghalangi jalannya thawaf.

Kitab Al-Hikam
Dulu, di pesantren Sawahpulo pimpinan kyai Utsman al-ishaqi ada pengajian rutin kitab al-Hikam yang dibacakan oleh kyai Utsman sendiri. Hampir semua yang ngaji di sana adalah para kyai yang tabarrukan ke beliau. Ada hal yang menarik di sana, yaitu suatu ketika Gus Ud ikut kesana, namun beliau banyak tingkahnya seperti berdiri, duduk, berjalan dan apalah, tidak bisa diam. Lalu tiba-tiba, Gus ‘Ud mendekati kyai Utsman yang sedang asyik membaca kitab al-Hikam itu. Gus Ud minta izin untuk meminta kitab yang dipegang kyai Utsman tadi.

Akhirnya, kitab itupun diberikan ke Gus ‘Ud, kontan saja para jama’ah pengajian itu terbelalak melihat tingkah Gus ’Ud seperti itu, dan banyak yang berpikir, “mau apa beliau minta kitab al Hikam itu? Memang bisa baca?“

Nah itulah yang ada dalam pikiran banyak orang para jama’ah pengajian itu. Apa yang dilakukan Gus ’Ud setelah menerima kitab itu? Ternyata kitab itu dibalik sehingga tulisan arabnya terlihat terbalik dan dengan sangat mantapnya beliau membaca al Hikam dengan berikut penjelasannya meski dengan kitab terbalik.
Sumber: http://zulfanioey.blogspot.com